• Terkini
  • Trending
  • Semua
Pengasuh IBS PKMKK Pamekasa, Achmad Muhlis dan Muhammad Holis menyerahkan kenang-kenagan buku tentang pondok pesantren setempat, Sabtu (4/4/2026).

Kakanwil Kemenag Jatim Kunjungi IBS PKMKK, Bahas Eco-Teologi hingga Ekonomi Sirkular

3 bulan lalu

Pamekasan Raih Penghargaan SDM Kesehatan Terbaik se-Jawa Timur, Geser Surabaya dari Posisi Puncak

60 menit lalu

Program Rutin Pamekasan Bersih Bakal Diperluas ke Seluruh Kecamatan

3 jam lalu

Sistem Buka Tutup Jalan Raya Tangkel Berakhir Hingga Minggu Depan

4 jam lalu

IBS PKMKK dan Desa Lancar Mulai Survei Calon Lahan Wisata Edukatif-Religius

17 jam lalu

Polemik PT KAI dengan Pemilik Warung Makan di Pamekasan akan Berlanjut ke Polda Jatim

18 jam lalu

PCNU Pamekasan: Penggunaan APBN untuk Kurban Dibolehkan, Asal Tak Ganggu Kepentingan Publik

20 jam lalu

Desa Lancar Proyeksikan IBS PKMKK Jadi Kawasan Wisata Edukatif-Religius di Pamekasan

1 hari lalu

Sekda Sumenep Terima Silaturahmi IPNU-IPPNU, Bahas Sinergi Pendidikan hingga Ekonomi Kreatif Pelajar

1 hari lalu

DKP Jamas Pusaka dan Peralatan Musik Daul di Malam 1 Sura

2 hari lalu

Ketua DPRD Pamekasan Ingin Temui Langsung Pemilik Lahan, Upayakan Segel SMK Kesehatan Nusantara Dibuka

3 hari lalu

1.843 Peserta Meriahkan Pawai 1 Muharram di Pamekasan, Bupati Ajak Perkuat Syiar Islam

3 hari lalu

500 Unit Rumah di Pamekasan Siap Dibedah, Bupati Masih Ajukan 7.000 Rumah Tak Layak Huni

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juni 19, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Kakanwil Kemenag Jatim Kunjungi IBS PKMKK, Bahas Eco-Teologi hingga Ekonomi Sirkular

Direktur IBS: Pesantren harus jadi motor perubahan berbasis lingkungan dan ekonomi

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
4 April 2026
in Pendidikan, Peristiwa
10 0
0
Pengasuh IBS PKMKK Pamekasa, Achmad Muhlis dan Muhammad Holis menyerahkan kenang-kenagan buku tentang pondok pesantren setempat, Sabtu (4/4/2026).
0
SHARES
101
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, ke IBS PKMKK di Pamekasan, Sabtu (4/4/2026).

Direktur Utama IBS PKMKK, Achmad Muhlis, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan arah baru pengembangan pesantren berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Muhlis usai pertemuan yang berlangsung di lobi gedung utama IBS PKMKK, Kembang Kuning, Sabtu (4/4/2026).

Menurut dia, pertemuan tersebut tidak sekadar silaturahmi, melainkan berkembang menjadi ruang dialog strategis tentang masa depan pesantren di tengah tantangan krisis ekologis dan perubahan ekonomi global.

“Pesantren hari ini tidak cukup hanya menjadi pusat transmisi ilmu agama, tetapi juga harus mengambil peran dalam menjawab persoalan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” ujar Muhlis.

Dalam pertemuan tersebut, hadir sejumlah pengasuh IBS PKMKK, di antaranya Mohammad Holis, Abd Rasyid Sufi, Moch Cholid Wardi, Taufiqur Rahman Khafi, Achmad Humaidi, dan Moh Fadil.

Muhlis menjelaskan, salah satu gagasan utama yang dibahas adalah pengembangan pesantren melalui pendekatan eco-teologi dan ekonomi sirkular berbasis metode PAR-ABCD (Participatory Action Research–Asset Based Community Development).

Konsep eco-teologi, kata dia, menekankan kesadaran spiritual bahwa manusia memiliki tanggung jawab menjaga alam sebagai bagian dari nilai keagamaan.

“Pesantren memiliki karakter kuat dalam kesederhanaan dan kemandirian. Itu sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan,” kata dia.

Sementara itu, ujarnya, ekonomi sirkular dinilai dapat menjadi model kemandirian pesantren melalui pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, mulai dari produksi hingga daur ulang dalam satu ekosistem.

Muhlis menambahkan, pendekatan PAR-ABCD juga menjadi kunci karena menitikberatkan pada potensi internal komunitas pesantren, seperti santri, alumni, hingga jaringan sosial yang telah terbentuk.

Selain membahas konsep pengembangan, Muhlis juga memaparkan capaian IBS PKMKK, salah satunya produktivitas santri yang berhasil menerbitkan 197 buku ber-ISBN dalam kurun waktu empat tahun.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.

Tags: EcoteologyIBS PKMKKKakanwil Kemenag JatimPamekasanpendidikan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version