• Terkini
  • Trending
  • Semua

Polemik PT KAI dengan Pemilik Warung Makan di Pamekasan akan Berlanjut ke Polda Jatim

1 bulan lalu

Menteri Koperasi Akan Jadikan KDKMP Pusat Penyaluran Program Pemerintah

8 jam lalu

Pamekasan Sukses Gelar Puncak Harkop Jatim Ke-79

11 jam lalu
Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

14 jam lalu

Sarasehan Harkopnas di Pamekasan Soroti Masa Depan Koperasi

1 hari lalu

Warga Palengaan Tolak Pembangunan Indomaret

1 hari lalu

Pasar Murah ke-84 Digelar di Pamekasan, Khofifah Jual Sembako di Bawah Harga Pasar untuk Tekan Inflasi

1 hari lalu

Pemkab Pamekasan Rampungkan Penyusunan BPP Tembakau 2026, Biaya Produksi Dipastikan Naik

1 hari lalu
Ilustrasi Gemini Pinterest.

Kasus Pemerkosaan Anak di Pulau Raas Sumenep Mandeg Keluarga Korban Resah

4 hari lalu

Puluhan ASN, TNI, dan Petugas Pasar Bersihkan Pasar 17 Agustus Pamekasan

4 hari lalu

MBG Running Kembali Harga Sayur Meroket

5 hari lalu

Lima Jabatan Eselon II Pemkab Pamekasan Dibuka Melalui Manajemen Talenta

5 hari lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juli 22, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Polemik PT KAI dengan Pemilik Warung Makan di Pamekasan akan Berlanjut ke Polda Jatim

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendatangi bangunan milik warga di Desa Larangan Tokol, Pamekasan, dan meminta pembongkaran karena berdiri di atas aset perusahaan. Pemilik menolak, sementara pendamping warga menilai penertiban harus dilakukan secara adil.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
18 Juni 2026
in Hukum, Peristiwa
10 0
0

PT KAI datangi warung makan di Jalan Raya Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kamis (18/6/2026).

0
SHARES
103
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Polemik penertiban aset milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Kabupaten Pamekasan, kembali mencuat. Sebuah warung makan milik warga di Jalan Raya Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, didatangi pihak PT KAI pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 14.10 WIB. Warung tersebut diminta untuk dibongkar secara mandiri. Namun, upaya pembongkaran gagal total.

Bangunan tersebut milik Saiful Bahri, yang selama ini menempati lahan eks jalur kereta api non-operasional Telang–Kalianget. Namun, permintaan pembongkaran itu ditolak oleh Saiful.

Pada saat proses negosiasi pembongkaran, tampak sejumlah anggota Ormas Rampas Setia 08 Garda Terdepan Prabowo Subianto. Mereka tampil dengan seragam ala militer, mendampingi Saiful.

Ketua DPD Rampas Setia 08 Garda Terdepan Prabowo Subianto Pamekasan, Abd Gafur, mengatakan, rombongan PT KAI datang langsung ke lokasi untuk meminta agar bangunan segera dibongkar.

“Barusan sekitar jam 14.10 WIB PT KAI datang ke warung milik Saiful Bahri, lalu meminta Saiful untuk membongkar toko tersebut. Namun Saiful tidak mau melakukan pembongkaran,” kata Gafur, Kamis.

Menurut dia, dalam surat resmi yang sebelumnya diterima pemilik bangunan, PT KAI secara tegas menyatakan akan melakukan pembongkaran sendiri apabila pemilik tidak melakukan pembongkaran secara mandiri.

“Pembongkaran itu sudah tertera dalam surat edaran PT KAI. Dalam surat itu tegas disebutkan bahwa PT KAI akan membongkar sendiri apabila Saiful Bahri tidak melakukannya,” ujarnya.

Namun, lanjut Gafur, pihak PT KAI akhirnya meninggalkan lokasi tanpa melakukan tindakan pembongkaran. Ia menyebut, rombongan hanya menyampaikan ancaman bahwa persoalan tersebut akan dilaporkan ke Polda Jawa Timur.

“Namun akhirnya rombongan PT KAI pulang dengan ancaman Saiful Bahri akan dilaporkan ke Polda Jatim. Ya katanya monggo ditunggu,” ucapnya.

Gafur meminta PT KAI bertindak lebih bijaksana dalam melakukan penertiban aset, mengingat bangunan tersebut sudah berdiri cukup lama dan telah ditempati sejak tahun 2004.

Ia menambahkan, pihak Saiful Bahri sebenarnya sempat berupaya memperpanjang kontrak sewa dengan PT KAI. Namun hingga masa kontrak berakhir pada 2024, proses perpanjangan disebut tidak bisa dilakukan.

“Waktu mau perpanjang kontrak ke PT KAI, ada alasan tertentu sehingga tidak bisa diperpanjang. Padahal terakhir kontraknya sampai 2024,” kata dia.

Ia juga menyoroti adanya bangunan lain yang menurutnya sama-sama berdiri di atas aset PT KAI, tetapi belum mendapatkan tindakan serupa.

“Kami meminta PT KAI bertindak bijaksana, karena bangunan ini sudah puluhan tahun berdiri sejak 2004. Sementara ada juga bangunan baru milik Mansur, bangunan galvalum yang juga masuk tanah PT KAI, tetapi tidak dibongkar,” katanya.

Ia juga memaparkan, PT KAI tidak bertanggung jawab atas kehilangan maupun kerusakan barang-barang atau bangunan akibat pelaksanaan pembongkaran tersebut.

Sementara itu, berdasarkan surat pemberitahuan resmi PT KAI Persero tertanggal 12 Juni 2026, nomor KA.203/VI/3/DO.8-2026, PT KAI menyampaikan pemberitahuan penertiban aset di kilometer 109+300 hingga 109+306 lintas non-operasional Telang–Kalianget yang berlokasi di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Dalam surat tersebut, PT KAI menjelaskan bahwa, Saiful Bahri sebelumnya pernah melakukan perjanjian sewa dengan PT KAI berdasarkan perjanjian nomor KL.701/VIII/1/DO.8-2019 tertanggal 13 Agustus 2019 untuk lahan seluas 30 meter persegi. Masa sewa itu diketahui berakhir pada 31 Juli 2024.

Selain itu, PT KAI mengaku telah beberapa kali mengirimkan surat pemberitahuan dan peringatan kepada Saiful Bahri sejak Agustus hingga Desember 2025.

Dalam poin surat tersebut, PT KAI menegaskan bahwa karena masa peringatan ketiga telah berakhir dan bangunan masih tetap berdiri di atas aset perusahaan, maka PT KAI akan melakukan pembongkaran dan pemindahan bangunan yang berdiri di lokasi dimaksud.

Tags: Bongkar Warung MakanMenolak penertibanPT KAIRel non oprasional
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version