PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menunjukkan komitmennya mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan saat Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Kecamatan Pegantenan, Kamis (26/2/2026).
Menurut Kholilurrahman, koperasi desa harus menjadi instrumen utama dalam menggerakkan ekonomi berbasis masyarakat. Ia menekankan agar koperasi memprioritaskan produk-produk lokal dalam setiap aktivitas usahanya.
“Tujuan koperasi desa adalah pemberdayaan masyarakat. Maka yang harus didahulukan adalah produk-produk dari masyarakat sekitar. Kalau barangnya sama, belilah dari warga sendiri,” ujarnya.
Ia menyampaikan, arah kebijakan tersebut selaras dengan program prioritas nasional yang mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan kemandirian desa.
Dalam arahannya, Kholilurrahman menegaskan agar koperasi desa benar-benar berorientasi pada pemberdayaan, bukan sekadar formalitas kelembagaan.
Ia juga menyinggung pentingnya dukungan terhadap program makan bergizi gratis dan penguatan layanan dasar kesehatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
“Koperasi desa dan program lainnya harus saling mendukung untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Pegantenan Abdul Munif melaporkan, dari 13 desa di Kecamatan Pegantenan, sebanyak 10 desa telah menyelesaikan pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara penuh. Satu desa hampir rampung dan tinggal menunggu material, sedangkan satu desa akan segera memulai pembangunan dalam beberapa pekan ke depan.
Adapun dua desa lainnya masih dalam tahap pencarian lokasi yang sesuai.
“Tinggal dua desa yang belum menemukan lokasi yang pas. Kami berharap ada arahan dan bimbingan dari Bapak Bupati agar program ini bisa tuntas,” katanya.
Safari Ramadhan tersebut merupakan rangkaian kunjungan yang digelar di 13 kecamatan di Pamekasan, dengan agenda silaturahmi, dialog, dan penguatan program prioritas daerah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan.













