• Terkini
  • Trending
  • Semua

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

2 bulan lalu

UIN Madura Lantik Pejabat Baru, Rektor Tekankan Amanah dan Pengembangan Kelembagaan

48 menit lalu

Kegemaran Membaca di Pamekasan Peringkat 4 Terbawah se-Jatim

9 jam lalu

Pamekasan Dorong Pembayaran PBB-P2 Beralih ke Digital, Transaksi Pajak Dipantau Real Time

10 jam lalu

Pertamina Patraniaga Akui Ada Pengurangan Pertalite 6,8 Persen untuk Pamekasan

1 hari lalu

Warga Mengaku Korban Investasi Bodong Jarah Warung di Pamekasan

2 hari lalu
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Perketat Penggunaan Biosolar di Madura

DPRD Sebut Kuota Pertalite Pamekasan Dipangkas 6,8 Persen, Pemkab Bantah ada Pengurangan

2 hari lalu

Terungkap! Istri Kuli Bangunan asal Batumatmar Kabur dengan Seseorang

2 hari lalu

ICONIS ke-10 Angkat Jejak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk Rawat Tradisi Keagamaan Madura

2 hari lalu

Tarik Ulur Legislatif Eksekutif Pamekasan soal Raperda Pemerintahan Desa

2 hari lalu

13 Orang Pamekasan Jadi Korban Investasi Emas Bodong dan Laba Uang Tunai

3 hari lalu

Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah Pamekasan Borong 3 Juara Nasional Bahasa Mandarin

4 hari lalu

Tidak Etis Anggota F-PPP Tinggalkan Forum Tanpa Izin dalam Sidang Paripurna DPRD Pamekasan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, September 11, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Harapan Hidup Sutiyama dalam Anyaman Selembar Tikar

Tiga tahun setelah ditinggal suami dan puluhan tahun setelah kehilangan anak semata wayangnya, Sutiyama menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah rumah sederhana di pelosok Desa Blumbungan, Pamekasan. Hidupnya bertumpu pada anyaman tikar tembakau yang tak selalu ada pesanan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
27 Juli 2026
in Budaya
10 1
0

Sutiyama warga Dusun Pangganten, RT 04 RW 04, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

0
SHARES
107
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Jalan menuju sebuah rumah, berakhir di sebuah tanjakan sempit di Dusun Pangganten, RT 04 RW 04, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Sepeda motor pun tak mudah melintas. Hanya pengendara yang terbiasa melewati jalan ekstrim yang berani memaksa kendaraan menanjak hingga ke halaman rumahnya.

Rumah itu berdiri agak jauh dari permukiman warga. Sunyi, tak ada suara televisi, dering telepon, atau mesin kendaraan. Listrik yang menerangi rumah itu pun masih menumpang dari tetangga.

Kondisi akses satu-satunya menuju rumah Sutiyama.

Di rumah sederhana itulah Sutiyama menghabiskan hari-harinya seorang diri. Perempuan yang rambutnya mulai memutih ini mencari nafkah dengan menganyam tikar tembakau. Upahnya Rp 40 ribu untuk satu lembar tikar. Satu tikar baru selesai dikerjakan dalam empat hari.

“Itu juga kalau ada pesanan,” katanya pelan, Senin (27/7/2026).

Jika dihitung, penghasilannya bahkan tak sampai Rp10 ribu sehari. Agar dapur tetap mengepul, Sutiyama menerima pekerjaan lain. Ia merawat sapi milik orang di kandang yang letaknya tak jauh dari rumah. Di sela pekerjaan itu, ia menanam cabai dan jagung di samping rumah. Bukan untuk dijual.

“Ini buat makan sendiri,” ujarnya sembari tersenyum.

Senyum itu nyaris tak pernah lepas selama bercerita. Padahal hidupnya menyimpan kehilangan yang panjang. Dulu ia tak tinggal sendirian. Ada suami yang menemani, juga seorang anak yang menjadi harapan keluarga. Namun anaknya meninggal saat masih kecil. Tiga tahun lalu, suaminya menyusul.

Sejak itu, rumah kecil di ujung dusun menjadi saksi hari-harinya sebagai sebatang kara. Di dalam rumah hampir tak ditemukan barang elektronik. Tak ada sepeda motor. Tak ada telepon genggam, kulkas atau mesin cuci. Perabotnya pun sederhana. Saat ditanya apa barang paling berharga yang dimilikinya, Sutiyama sempat tertawa kecil.

“Magic com,” jawabnya singkat sambil mengangkat sudut bibir.

Jawaban itu terdengar sederhana. Namun di rumah yang nyaris tanpa perabot modern, penanak nasi listrik memang menjadi benda yang paling ia jaga.

Sutiyama mengaku masih memiliki sepupu. Sesekali mereka datang mengantarkan makanan. Namun rumah kerabatnya cukup jauh sehingga ia lebih banyak menjalani hari seorang diri.

Meski hidup dalam keterbatasan, perempuan itu tak banyak mengeluh. Ia tetap menyapa setiap tamu dengan ramah dan senyum yang sama.

Di balik kesederhanaannya, perlindungan sosial yang diterima Sutiyama juga belum sepenuhnya lengkap. Berdasarkan data pada aplikasi Cek Bansos, ia tercatat sebagai penerima PBI-JK dengan kategori Desil 3. Namun namanya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sembako.

Bagi Sutiyama, hidup tampaknya telah lama mengajarkan satu hal, menerima kenyataan tanpa kehilangan senyum.

Setiap empat hari sekali, jika pesanan datang, selembar tikar selesai dianyam. Upah Rp 40 ribu itu mungkin tak cukup mengubah hidupnya. Namun dari tangan yang terus bekerja itu, ia menjaga agar rumah kecil di ujung Dusun Pangganten tetap menyala, setidaknya untuk satu hari berikutnya.

Tags: Dinsos PamekasanKisah SutiyamaPemerintah kabupaten PamekasanPengerajin tikar TembakauWarga Desa Blumbungan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version