PAMEKASAN, MADURANET – Setelah ramai diperbincangkan publik terkait penggalangan dana operasional Puskesmas dari masing-masing stafnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, akhirnya menghentikan penarikan sumbangan tersebut. Hal ini disampaikan Kadinkes Pamekasan, Syaifuddin, Kamis (17/7/2025).
Syaifuddin menjelaskan, setelah penarikan sumbangan untuk tambahan biaya operasional Puskesmas dihentikan, maka pembiayaan yang bersumber dari dana sumbangan itu, sudah ditangani sendiri oleh staf Puskesmas. Seperti menyapu Puskesmas, membersihkan halaman, sudah tidak perlu lagi dibebankan kepada pekerja yang tidak bisa diangkat karena tidak punya ijazah.
“Perawatan kebersihan Puskesmas harus dikerjakan gotong royong staf. Mulai hari ini, penarikan sumbangan kepada staf Puskesmas saya hentikan karena menuai polemik,” kata Syaifuddin.
Kepala Puskesma Talang, Khaliliya Syaifiyati menuturkan, penggalangan dana operasional di Puskesmas Talang sudah dilakukan sebelum dirinya menjabat. Namun, tidak pernah ada persoalan di tingkat staf. Namun ada pihak yang ia sebut sebagai ‘anak haram’ Puskesmas yang mempersoalkan, sehingga ramai di media massa.
“Sumbangan dari staf itu sebetulnya untuk belanja bahan-bahan kebersihan Puskesmas, kamar mandi, pengisian oksigen, pelayanan kepada tamu Puskesmas, menjenguk tetangga Puskesmas ketika ada yang tertimpa musibah, santunan anak yatim dan kegiatan sosial lainnya,” ujar Khaliliya.
Menurut Khaliliya, sumbangan itu tidak ditentukan besarannya karena sifatnya sukarela. Sebab sumbangan itu diberikan oleh staf ketika sudah menerima gaji dan tunjangan dari jasa pelayanan (Japel).
“Besaran sumbangan terserah mereka (para staf) karena honor dan Japel sudah masuk ke kantong mereka masing-masing. Sumbangan itu sukarela berdasarkan kesepakatan,” ungkapnya.













