PAMEKASAN, MADURANET – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Slamet Martodirjo (Smart) Pamekasan, memutuskan untuk membuka layanan cuci darah (Hemodialisa) di hari libur pelayanan. Hal ini diputuskan dalam sebuah diskusi kemanusiaan yang digagas oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di ruang Rato Ebhu rumah dinas Bupati Pamekasan, Senin (2/6/2025).
Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Raden Budi Santoso menyatakan layanan cuci darah tetap akan dibuka pelayanannya sampai hari Minggu. Padahal, sebelumnya layanan untuk hari libur, hanya untuk kegawatdaruratan.
“Bagi pasien yang betul-betul darurat tetap akan diberi pelayanan pada saat hari libur, di samping pelayanan cuci darah yang regulis seminggu sekali bagi pasien,” ujar Budi Santoso.
Selain menambah jam operasi, Budi menegaskan, rumah sakit akan segera mempercepat pengadaan mesin cuci darah, pembangunan gedung baru, serta penambahan SDM. Tambahan itu semata-mata untuk memberi tambahan shift dan layanan bagi masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan, Nuzuludin Hasan mengaku siap menanggung biaya cuci darah di hari libur. Syaratnya, pasien tersebut harus peserta BPJS kesehatan.
“Kami juga akan mengawal pembukaan shift tiga di RSUD Moh. Zyn Sampang dan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep agar bisa menjadi rujukan tambahan bagi pasien dari RSUD Smart Pamekasan,” kata Nuzuluddin.
Sementara itu, Ketua AJP, Khoirul Umam mengungkapkan, persoalan warga yang kesulitan untuk mendapatkan pelayanan cuci darah sudah sangat meresahkan dan memprihatinkan. Sampai saat ini, sudah ada 5 orang yang meninggal dunia karena kesulitan untuk mendapatkan pelayanan. Pangkal dari persoalan tersebut, ada di BPJS Kesehatan dan RSUD Smart Pamekasan.
“Kami minta pemerintah jangan mendahulukan aturan, namun nyawa manusia yang harus didahulukan. Banyak masyarakat tidak mampu, tidak bisa mendapatkan pelayanan maksimal sehingga harus berujung kematian,” kata Khoirul Umam.
Pria yang akrab disapa Iroel Pojur ini menambahkan, di saat masyarakat panik, pemerintah tidak begitu serius mencarikan solusi. Bahkan keluarga pasien sampai frustasi sambil pasrah menunggu kematian.
“Alhamdulillah sudah ada kesepakatan bersama untuk penanganan yang emergency ini. Semoga rumah sakit dan BPJS Kesehatan menjaga komitmen ini,” ungkapnya.














Comments 1