• Terkini
  • Trending
  • Semua
Demokrasi di Pamekasan Harus On The Track

Demokrasi di Pamekasan Harus On The Track

5 tahun lalu

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Sebut IBS PKMKK Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Pesantren

6 jam lalu

Bupati Pamekasan Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

16 jam lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

2 hari lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

3 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

4 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

5 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

6 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

6 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

6 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

6 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Juni 2, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Politik Pemerintahan

Demokrasi di Pamekasan Harus On The Track

Kebebasan dalam berdemokrasi tidak lantas menjadi alasan untuk membunuh demokrasi dan melakukan pelanggaran hukum

oleh Hasbi Amrullah
26 Januari 2021
in Pemerintahan, Politik
58 5
0
Demokrasi di Pamekasan Harus On The Track
0
SHARES
629
VIEWS

Saya bangga berkiprah di tanah kelahiran (Pamekasan) dan saya bangga menjadi orang Pamekasan. Saya bangga bukan karena pencitraan, tapi kebanggan yang memang terbangun di atas tabiat ketimuran yang membanggakan.

Bangga dengan keindahannya Pamekasan, bangga dengan kekayaan alamnya baik di darat maupun di lautnya, dan juga dengan kebesaran sejarahnya Pangeran Ronggosukowati

Tapi seperti yang berulang kali saya sampaikan, yang paling membanggakan tentang Pamekasan ini adalah manusia dan konsep kehidupannya dan berbangsanya. Manusia yang ramah, sopan, serta memiliki budi pekerti yang tinggi. Manusia yang senantiasa mengedepankan kelembutan dan perdamaian di atas kekerasan dan konflik. Mengedepankan persahabatan dan kerjasama di atas permusuhan dan perpecahan. Serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan universal, ketimbang memaksakan kepentingan sempit kelompok dan golongan tertentu.

Nilai-nilai universal yang kita maksud itulah yang terpatri dalam konsep politik modern yang disebut dengan demokrasi. Sebuah konsep politik yang hingga kini masih diyakini dan disepakati oleh rakyat dan pemerintah Indonesia. Masyarakat Pamekasan, juga menjunjung tinggi nilai universal dalam membangun kehidupan kolektif manusia.

Yang paling membanggakan lagi, Pamekasan sekaligus mampu mematahkan hipotesis sebagian orang, bahwa demokrasi dan Islam adalah dua hal yang paradoks. Argumentasi Pamekasan bukan sekedar dalam bentuk konsep dan teori. Tapi dengan bukti dan realita. Maka jadilah Pamekasan dengan keislaman yang mampu mengadopsi nilai-nilai demokrasi universal tadi.

Dua hal yang oleh sebagian orang dianggap “paradoxical” (tertolak belakang). Hanya segelintir umat Islam yang mampu mengawinkan keduanya (Islam dan demokrasi). Saya selalu bersemangat (walau diam-diam) ikut beberapa kali menabur benih demokrasi. Entah kenapa. Saya sendiri belum terlalu paham.

Namun, belakangan saya mulai memahami ternyata itu adalah bagian dari insting alami warga yang menghendaki Pamekasan menjadi bagian dari demokrasi.

Kebebasan berekspresi dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan publik, dijunjung tinggi. Kebebasan berbicara terbuka dan demonstrasi pun di mana-mana, seringkali terjadi. Kebebasan pers juga demikian. Sehingga mengkritik pemerintah dianggap tabu bahkan menakutkan, kini menjadi biasa bahkan menjadi konsumsi rutin yang menyehatkan.

Barangkali yang paling menggembirakan dari fenomena terbangunnya kehidupan berdemokrasi itu, adalah ketika partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi tumbuh dengan semangat yang sangat luar biasa. Hal ini sekaligus menjadikan Pamekasan sebagai kota demokratis.

Sebagai putra kelahiran Jl.KH. Shinhaji Jungcangcang, tentu sangat wajar bergembira. Menjalani hidup di Pamekasan, saya melihat Pamekasan yang memberikan kebebasan kepada rakyatnya untuk berekspresi dan berpartisipasi dalam kehidupan publik mengalami prospek yang lebih baik. Tentu harapan saya tetap agar rakyat Pamekasan dalam kemajuan dan kemakmuran nanti, tetap terbangun di atas nilai-nilai agama yang memang sejak turun temurun telah menjadi akar kehidupan masyarakat.

Tapi di tengah harapan itu juga tumbuh kekhawatiran yang besar. Kekhawatiran itu beralasan karena kasus-kasus mutakhir di Pamekasan memberikan signal yang kurang baik. Bahkan cenderung menjadi bumerang bagi pertumbuhan demokrasi itu sendiri. Karena Demokrasi bukan hanya kotak suara semata. Kita harus berdiri di pihak mereka yang mencari kehidupan lebih baik, ketika politik mengajarkan bahwa tugas politikus sesungguhnya melaksanakan kehendak rakyat.

Salah satu fenomena mutakhir yang bisa menjadi ancaman demokrasi adalah terjadinya “transaksi kepentingan” politik dalam birokrasi. Hal lain yang mengkhawatirkan huga adalah, terjadi tekanan-tekanan yang mengarah kepada pemaksaan untuk meloloskan kemauan kelompok tertentu. Hal ini akan menjadi kanker dalam tubuh demokrasi, karena dunia demokrasi hanya mengenal kompetisi dan bukan pemaksaan.

Ancaman dan intimidasi untuk memaksakan kehendak, lambat laun tapi pasti akan melemahkan bangunan demokrasi itu sendiri.

Hal lain yang paling berbahaya bagi kelestarian demokrasi, adalah ketika hukum tidak lagi menjadi acuan. Hukum hanya menjadi slogan di atas kertas dan konsep. Ketaatan terhadap hukum, hanya menjadi pembicaraan palsu untuk menutupi borok pelanggaran hukum itu sendiri.

Tindakan seperti di atas tidak saja secara moral etika salah, tapi juga menjadi racun bagi kehidupan berdemokrasi. Saya sungguh mengrapkan bahwa ketidaksetujuan apapun yang terjadi dalam masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui jalur hukum.

Pada akhirnya kebebasan dalam berdemokrasi bukan kebebasan tanpa batas. Tapi kebebasan yang dibatasi oleh batas-batas hukum yang ada. Di saat kebebasan telah menginjak-injak supremasi hukum, maka itu bukan kebebasan sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat akan dianggap ancaman.

Jika ini terjadi, maka perilaku one man one show kembali hidup. Bahkan lebih berbahaya lagi karena kini terbungkus oleh retorika demokrasi.

Tags: DemokrasiLapas Kelas II A PamekasanM. HanafiPamekasanPamekasan Hebat
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version