• Terkini
  • Trending
  • Semua

Takbir Keliling dengan Doorprize Dinilai Jadi Strategi Bangun Kesadaran Spiritual

5 bulan lalu

Lapas Pamekasan Gandeng Bupati Kholilurrahman Semarakkan HUT Ke-81 RI Bersama Warga Binaan

16 jam lalu

Bupati Minta Jangan Ada Rekayasa Harga Tak Wajar Pembebasan Lahan Sekolah Rakyat

17 jam lalu

Gerak Jalan Tingkat SD di Pamekasan, Bupati Tekankan Sportivitas Dibanding Juara

21 jam lalu

Bening’s Clinic Pamekasan Andalkan Teknologi Laser, Pernah Raih Rekor MURI

2 hari lalu

RSUD Smart Pamekasan Bantah Praktik Jual Beli Jabatan, Plt Dirut: Tidak Ada Rekrutmen Pegawai

2 hari lalu

Terlibat Penyerobotan Lahan Warga Direktur CV Dzarrin Putra Utama Gresik Dijemput Paksa

2 hari lalu

Bupati Pamekasan: Besarnya Anggaran Desa Tak Menjamin Besarnya Manfaat

2 hari lalu

Cahaya Muda Pamekasan ke Final BRI Youth Championship League, Dapat Coaching Clinic dari Barca Academy

2 hari lalu

Tanpa Dukukungan Sultan, Kontestan DA8 dari Madura Sulit ke Grand Final

3 hari lalu

Kapolres Pamekasan Baru Perketat Penanganan Balap Liar

3 hari lalu

Akses Menuju Sekolah Rakyat di Pamekasan Diperlebar, 49 Warga Terdampak

5 hari lalu

Polisi Amankan 62 Motor di Jalan Kabupaten Pamekasan

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Agustus 13, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Pilihan

Takbir Keliling dengan Doorprize Dinilai Jadi Strategi Bangun Kesadaran Spiritual

Achmad Muhlis: pendekatan kultural jadi cara efektif di tengah distraksi modern

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
20 Maret 2026
in Pilihan
10 0
0

Diskusi kemasyarakatan Direktur IBS PKMKK Achmad Muhlis bersama Kepala Desa Lancar Mohammad Hosli dan tokoh sekitar, Jumat (20/3/2026).

0
SHARES
104
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Direktur IBS PKMKK, Achmad Muhlis, menilai kegiatan takbir keliling yang dikemas dengan doorprize hingga kembang api bukan sekadar seremonial.

Ia menyebut, cara tersebut merupakan strategi kultural untuk membangun kesadaran spiritual masyarakat, terutama di tengah derasnya pengaruh modernitas, Jumat (20/3/2026).

Menurut Muhlis, yang juga Guru Besar Sosiologi Islam UIN Madura, masyarakat saat ini menghadapi tantangan besar berupa distraksi digital, hiburan instan, hingga kecenderungan individualisme.

“Kesadaran spiritual tidak selalu muncul secara spontan. Karena itu, perlu pendekatan yang bisa ‘memaksa’ secara kultural, namun tetap persuasif,” ujarnya saat malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menjelaskan, takbir keliling yang melibatkan masyarakat secara langsung mampu menciptakan ruang religius bersama. Dalam kegiatan itu, warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam ekspresi keagamaan.

Dalam perspektif sosiologi, kata dia, aktivitas tersebut dapat memperkuat kesadaran kolektif. Lantunan takbir bersama menjadi medium yang menyatukan emosi, identitas, dan keyakinan dalam satu pengalaman bersama.

Muhlis juga menyoroti penggunaan doorprize sebagai strategi untuk menarik minat, khususnya kalangan remaja. Menurut dia, insentif tersebut menjadi pintu masuk untuk mendorong partisipasi.

“Awalnya mungkin karena hadiah, tetapi dari situ bisa tumbuh kesadaran yang lebih dalam,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, penutupan kegiatan dengan kembang api dinilai memiliki makna simbolik sebagai ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur setelah menjalani ibadah Ramadan.

”Namun, tidak menafikan adanya kritik terhadap pendekatan tersebut. Sebagian pihak menilai unsur hiburan berpotensi menggeser makna spiritual menjadi sekadar euforia,” terangnya.

Namun, Muhlis menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tetap diarahkan pada nilai keagamaan melalui tausiah yang disampaikan sebelum acara dimulai.

“Tausiah menjadi fondasi agar semua kegiatan tetap berada dalam kerangka ibadah dan syukur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kombinasi antara ceramah, aktivitas kolektif, dan elemen hiburan justru dapat menciptakan pengalaman yang lebih membekas bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, IBS PKMKK berupaya menjembatani antara pesan keagamaan dan realitas sosial saat ini.

“Dakwah harus adaptif. Yang penting substansinya tetap, yaitu mengajak masyarakat kembali mengingat Allah,” pungkas Muhlis.

Tags: Guru BesarIBS PKMKKpendidikanUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version