• Terkini
  • Trending
  • Semua

DPRD Soroti Belum Masuknya Berkas LP2B dari Dinas Pertanian

7 bulan lalu

MBG Running Kembali Harga Sayur Meroket

3 jam lalu

Lima Jabatan Eselon II Pemkab Pamekasan Dibuka Melalui Manajemen Talenta

23 jam lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

1 hari lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

2 hari lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

2 hari lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

2 hari lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

2 hari lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

2 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

3 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

3 hari lalu

UIN Madura Lahirkan Guru Besar Ilmu Falak

4 hari lalu

Ahli Waris Lahan MI dan TK Aisyiyah Bakal Datangi Polres Pamekasan Minta Kejelasan Pengaduan

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juli 17, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Pilihan

DPRD Soroti Belum Masuknya Berkas LP2B dari Dinas Pertanian

LP3 kritik alih fungsi sawah dilindungi untuk industri rokok

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
12 Desember 2025
in Pilihan
10 0
0

Moh Faridi ( tengah) berdiri bersama dua anggota DPRD Kabupaten Pamekasan lainnya.

0
SHARES
104
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Komisi II DPRD Pamekasan menyoroti lambannya Dinas Pertanian dalam menyerahkan dokumen terkait perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dokumen itu sebelumnya diminta dalam audiensi bersama DPRD dan Lembaga Pemuda Penggerak Perubahan (LP3) pekan lalu, Selasa (2/12/2025), menyusul munculnya dugaan alih fungsi sawah dilindungi menjadi kawasan industri.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Moh Faridi, menyebut Dinas Pertanian belum memenuhi kesepakatan yang disepakati secara resmi. Padahal, dokumen tersebut diperlukan untuk memastikan apakah terjadi pelanggaran tata ruang dan penyimpangan status LP2B maupun Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Harusnya mereka mengirim data ke Komisi II sesuai hasil audiensi. Sampai hari ini belum ada berkas yang masuk,” ujar Faridi di kantor DPRD Pamekasan, Jumat (12/12/2025).

Sebelumnya, LP3 melaporkan adanya dugaan alih fungsi sejumlah titik sawah berstatus LP2B dan LSD menjadi kawasan industri, termasuk lokasi pembangunan pabrik rokok.

LP2B merupakan lahan yang dilindungi ketat oleh UU No. 41 Tahun 2009, sehingga tidak boleh dialihkan tanpa mekanisme dan persetujuan sesuai aturan tata ruang.

Ketua LP3, Riyadlus Sholihin, menyebut kondisi itu sebagai bentuk kelalaian pemerintah daerah. Ia menilai Dinas Pertanian gagal menjalankan fungsi pengawasan yang menjadi kewenangannya.

“LP2B itu dilindungi undang-undang. Namun di Pamekasan, sawah produktif justru berubah jadi kawasan industri. Ini bukan pelanggaran teknis, tetapi kelalaian struktural,” kata Riyan.

LP3 menyebutkan bahwa hilangnya LP2B secara bertahap dapat menurunkan produksi pangan dan berdampak langsung pada kuota pupuk subsidi dari pemerintah pusat. Alokasi pupuk sangat bergantung pada luasan lahan pertanian yang tercatat resmi.

“Kalau LP2B hilang sedikit demi sedikit, pupuk juga otomatis berkurang. Petani makin berat, ketahanan pangan rapuh,” ujar Riyan.

Komisi II DPRD menegaskan bahwa dokumen yang diminta dari Dinas Pertanian diperlukan untuk menilai apakah perubahan fungsi lahan telah sesuai RTRW, RDTR, hingga regulasi zonasi yang berlaku. Tanpa dokumen tersebut, DPRD belum dapat menarik kesimpulan resmi.

LP3 mendorong agar pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh dan menindak tegas setiap pelanggaran tata ruang.

“Daerah lain menjaga sawahnya, tapi di Pamekasan justru ada kebocoran perlindungan. Kami meminta penegakan aturan, bukan formalitas rapat,” pungkas Riyan.

Tags: DPRD Kabupaten PamekasanGudang RokokKomisi IILP2BLP3LSD
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version