PAMEKASAN, MADURANET – Belum banyak yang tahu peran para ulama di Madura dalam menyelamatkan nasib petani tembakau. Mereka rela patungan modal untuk membeli tembakau petani dengan harga yang layak. Modal yang mereka keluarkan, beragam sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM), Khairul Umam menjelaskan, ada 350 ulama yang merelakan hartanya untuk menyelamatkan nasib petani tembakau Madura. Mereka patungan untuk diinvestasikan kepada pengusaha, agar bisa membeli tembakau dengan harga yang layak.
“Sudah puluhan tahun nasib petani tembakau Madura ini dijajah. Hasil pertanian mereka tidak dihargai karena mereka setelah panen, tembakaunya dibeli murah,” kata Khairul Umam, Ahad (17/8/2025).
Ikhtiyar para ulama itu mulai mendapatkan hasil. Selama 3 tahun terakhir, petani tembakau di Madura sudah bisa tersenyum. Sebab, tembakau mereka dibeli dengan harga yang layak. Dampaknya, petani tembakau derajat ekonominya meningkat. Mereka bisa membayar hutang, mereka bisa menyekolahkan anaknya, bisa menabung, bisa umroh dan bisa menyetor tabungan haji.
“Kita lihat sendiri, sekarang petani sudah banyak uangnya. Ini karena perjuangan para ulama,” imbuh pria yang akrab disapa Haji Her ini.
Meskipun sudah menampakkan hasil, namun Haji Her dan para ulama masih butuh dukungan dari pemerintah, khususnya pemerintah pusat. Intervensi pemerintah terhadap masalah tembakau masih sangat dibutuhkan. Pasalnya, rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada tembakau, jumlahnya mencapai 15 juta jiwa.
“Kami mengharap pemerintah hadir. Tolonglah Pak Presiden, bantu petani agar sejahtera. Kalau ingin membantu petani, ayo rembuk dengan saya, Jangan hanya mendengarkan bangs*t-bang*sat itu,” pungkas Haji Her.













