• Terkini
  • Trending
  • Semua

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

2 bulan lalu

Guru Honorer di Pamekasan Masih Dibayangi Ketidakpastian, Disdik Pastikan Pendataan Dapodik Sudah Tuntas

3 jam lalu

Gerakan Indonesia Asri di Pamekasan Diikuti Berbagai Instansi dan Pelajar

5 jam lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Ayah di Pamekasan Serahkan Anaknya Kecanduan Narkoba ke Polisi

23 jam lalu

27 Orang di Sampang Terlibat Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak

1 hari lalu

Enam Tahun Kasus Dugaan Penipuan Eks Pegawai BRI Pamekasan Masih Buram

1 hari lalu
Jurnalis Pamekasan Patungan Beli Air Bersih dan Tandon untuk Warga Kekeringan

338 Dusun se-Kabupaten Pamekasan Tahun 2026 Terdampak Kekeringan

1 hari lalu

Satlantas Polres Pamekasan dan Jasa Raharja Bagikan Coklat dan Suvenir Pada Pengendara

2 hari lalu

Tim Kementerian PU Survei Lahan Calon Sekolah Rakyat di Pamekasan

3 hari lalu

Pilkades Serentak di Pamekasan Berpotensi Digelar Akhir 2027

3 hari lalu

Kasus Suspek Campak di Pamekasan Turun Drastis, Dinkes: Mayoritas Pasien Belum Diimunisasi

4 hari lalu

Santri IBS PKMKK Dibekali Pendidikan Antiperundungan

4 hari lalu

Harga Telur Terjun Usai MBG Libur

1 minggu lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juli 10, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

Abdul Mu’ti menilai bahasa daerah penting dipertahankan karena menjadi fondasi pembelajaran dan identitas budaya bangsa.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
25 Mei 2026
in Pendidikan, Peristiwa
10 1
0

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam forum diskusi pendidikan peringatan Hardiknas 2026 di SDN Jalmak 1 Pamekasan, Ahad (24/5/2026).

0
SHARES
105
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong pelestarian Bahasa Madura, dalam forum diskusi pendidikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SDN Jalmak 1 Pamekasan, Ahad (24/5/2026).

Forum bertema “Pembelajaran Transformatif melalui Penguatan Keunggulan Lokal untuk Mewujudkan Masa Depan Inspiratif” itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahasa daerah memiliki peran penting dalam pembelajaran anak usia dini sekaligus menjaga identitas budaya bangsa.

“Program kami adalah utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing, dan lestarikan bahasa daerah,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, banyak penelitian menunjukkan anak-anak lebih mudah mempelajari bahasa Indonesia maupun bahasa asing apabila pada jenjang awal pendidikan menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar.

“Tidak apa-apa sebenarnya di tingkat TK dan SD kelas awal menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar,” katanya.

Menurut Abdul Mu’ti, Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang luar biasa dibanding negara lain. Ia menyebut jumlah bahasa daerah di Indonesia kini mencapai 729 bahasa.

“Tidak ada satu pun negara di dunia yang bahasa daerahnya sebanyak Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menyinggung kontribusi tokoh Madura terhadap sejarah bahasa Indonesia. Ia menyebut perumus konsep Bahasa Indonesia dalam Sumpah Pemuda berasal dari Madura, yakni M. Tabrani.

“Yang merumuskan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan adalah putra Madura,” katanya.

Ia berharap Bahasa Indonesia ke depan semakin diakui dunia internasional. Bahkan, ia menargetkan pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia tahun 2045, Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Bahasa Indonesia sekarang sudah menjadi bahasa resmi di UNESCO. Mudah-mudahan tahun 2045 menjadi bahasa resmi PBB,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura (UNIRA), Moh. Zayyadi, menyampaikan tujuh rekomendasi kepada Kemendikdasmen terkait pelestarian Bahasa Madura.

Salah satu rekomendasi tersebut adalah pengakuan status guru Bahasa Madura sebagai bagian resmi dalam sistem pendidikan.

“Kami berharap guru Bahasa Madura bisa diakui secara resmi,” ujar Zayyadi.

Ia juga mengungkapkan rencana UNIRA membuka program studi Bahasa Madura dan meminta dukungan pemerintah pusat agar program tersebut dapat direalisasikan.

Forum diskusi pendidikan tersebut juga dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Kadisdik Pamekasan, serta sejumlah guru.

Tags: Bupati Pamekasan KholilurrahmanDisdikbud PamekasanDiskusi pendidikanHardiknas 2026KemendikdasmenPemkab Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version