• Terkini
  • Trending
  • Semua

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

1 jam lalu

IBS PKMKK Gelar Manasik Haji untuk Bangun Kesadaran Spiritual Santri

9 jam lalu

Mendikdasmen Sebut Rekor MURI di Pamekasan Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Bermutu

16 jam lalu

Bolak-Balik Bupati Pamekasan Tinjau Persiapan Puncak Hardiknas 2026 Hingga Malam

1 hari lalu
Pameran Museum Temporer se-Madura Usung Tema “The Colonial”

Bupati Pamekasan Akan Isi Kekosongan Kepala Sekolah Usai Puncak Hardiknas

1 hari lalu

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

2 hari lalu
Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

3 hari lalu

Pemkab Pamekasan Gotong Royong Bersihkan Stadion Pamelingan Jelang Puncak Hardiknas 2026

3 hari lalu

Bus Tabrak Pemotor hingga Tewas Supir Bus Melarikan Diri

3 hari lalu

PC PMII Pamekasan Soroti Pembiaran Tambang Ilegal di Pamekasan

3 hari lalu

DPRD Pamekasan Upayakan Pembelajaran SMK Kesehatan Kembali Berjalan Normal

4 hari lalu

DPRD Pamekasan Temui GMNI Bahas Warga Belum Tercover BPJS Kesehatan

4 hari lalu

Bulog Madura Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Kembali Normal

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Mei 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

Abdul Mu’ti menilai bahasa daerah penting dipertahankan karena menjadi fondasi pembelajaran dan identitas budaya bangsa.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
25 Mei 2026
in Pendidikan, Peristiwa
10 0
0

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam forum diskusi pendidikan peringatan Hardiknas 2026 di SDN Jalmak 1 Pamekasan, Ahad (24/5/2026).

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong pelestarian Bahasa Madura, dalam forum diskusi pendidikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di SDN Jalmak 1 Pamekasan, Ahad (24/5/2026).

Forum bertema “Pembelajaran Transformatif melalui Penguatan Keunggulan Lokal untuk Mewujudkan Masa Depan Inspiratif” itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahasa daerah memiliki peran penting dalam pembelajaran anak usia dini sekaligus menjaga identitas budaya bangsa.

“Program kami adalah utamakan bahasa Indonesia, kuasai bahasa asing, dan lestarikan bahasa daerah,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menjelaskan, banyak penelitian menunjukkan anak-anak lebih mudah mempelajari bahasa Indonesia maupun bahasa asing apabila pada jenjang awal pendidikan menggunakan bahasa daerah sebagai pengantar.

“Tidak apa-apa sebenarnya di tingkat TK dan SD kelas awal menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar,” katanya.

Menurut Abdul Mu’ti, Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah yang luar biasa dibanding negara lain. Ia menyebut jumlah bahasa daerah di Indonesia kini mencapai 729 bahasa.

“Tidak ada satu pun negara di dunia yang bahasa daerahnya sebanyak Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menyinggung kontribusi tokoh Madura terhadap sejarah bahasa Indonesia. Ia menyebut perumus konsep Bahasa Indonesia dalam Sumpah Pemuda berasal dari Madura, yakni M. Tabrani.

“Yang merumuskan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan adalah putra Madura,” katanya.

Ia berharap Bahasa Indonesia ke depan semakin diakui dunia internasional. Bahkan, ia menargetkan pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia tahun 2045, Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Bahasa Indonesia sekarang sudah menjadi bahasa resmi di UNESCO. Mudah-mudahan tahun 2045 menjadi bahasa resmi PBB,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura (UNIRA), Moh. Zayyadi, menyampaikan tujuh rekomendasi kepada Kemendikdasmen terkait pelestarian Bahasa Madura.

Salah satu rekomendasi tersebut adalah pengakuan status guru Bahasa Madura sebagai bagian resmi dalam sistem pendidikan.

“Kami berharap guru Bahasa Madura bisa diakui secara resmi,” ujar Zayyadi.

Ia juga mengungkapkan rencana UNIRA membuka program studi Bahasa Madura dan meminta dukungan pemerintah pusat agar program tersebut dapat direalisasikan.

Forum diskusi pendidikan tersebut juga dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Kadisdik Pamekasan, serta sejumlah guru.

Tags: Bupati Pamekasan KholilurrahmanDisdikbud PamekasanDiskusi pendidikanHardiknas 2026KemendikdasmenPemkab Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version