PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, turut serta dalam menguji kemampuan santri Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan yang telah wisuda Maktab Nubdzatul Bayan angkatan XXII dan kelas Manhal angkatan IX, Ahad (31/8/2025).
Bupati menguji bacaan kitab kuning beberapa santri, yang diikuti dengan pertanyaan tentang nahwu dan sharraf dari bacaan tersebut. Para santri yang diuji, mampu melewati dengan cerdas dan tangkas, tanpa ada kesalahan sedikitpun.
“Alhamdulillah mereka para santri mampu menjawab semua pertanyaan. Kami bangga dengan kemampuan mereka,” ujar Bupati, sembari mengajak para undangan untuk tepuk tangan sebagai penghargaan.
Menurut Bupati, Pemkab Pamekasan memiliki komitmen besar untuk membangun pesantren. Bahkan komitmen itu dituangkan dalam program unggulan dalam pemerintahannya selama 5 tahun ke depan.
“Pemkab punya program khusus untuk pesantren yaitu, ECO Pesantren. Program ini untuk peningkatan sarana pengelolaan lingkungan yang sehat, nyaman, aman,” ujarnya.
Selain itu، program lainnya berupa pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi pesantren untuk menjaga
kesehatan warga pesantren agar efektif dalam proses belajar pembelajaran agama.
“Para santri yang berprestasi, kita akan dorong keberlanjutan pendidikannya melalui beasiswa,” imbuhnya.
Bupati mengungkapkan, pesantren tidak bisa dipandang sebelah mata dalam pembangunan sumber daya manusia di negeri ini. Bahkan, sejarah panjang telah mencatat bagaimana masyarakat pesantren telah sukses dalam pembangunan.
“SDM pesantren sudah terbukti dalam membangun negeri ini. Baik dalam struktur pemerintahan maupun di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Pesantren, kata Bupati, menjadi benteng kuat dalam menjaga etika dan mortalitas bangsa. Benteng tersebut sudah cukup teruji dari sebelum negeri ini merdeka, sampai saat ini.













