PAMEKASAN,MADURANET – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang tetap memprioritaskan sektor pendidikan di tengah wacana efisiensi energi.
Kepala Disdik Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, menegaskan bahwa kebijakan tersebut memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung secara tatap muka.
Pihaknya menegaskan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait sistem pembelajaran di sekolah.
“Kami menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Pembelajaran tetap tatap muka,” ujar Basri, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada ketentuan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait perubahan sistem belajar. Namun, seluruh satuan pendidikan di Pamekasan diminta tetap patuh terhadap kebijakan pusat.
“Kami pastikan semua instansi pendidikan di Pamekasan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah sempat mengkaji opsi pembelajaran daring atau hybrid sebagai bagian dari strategi penghematan energi. Namun, wacana tersebut tidak menjadi prioritas.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyatakan pembelajaran tatap muka harus tetap dijaga guna menghindari penurunan kualitas pendidikan.
“Proses pembelajaran harus optimal dan jangan sampai terjadi learning loss, sehingga tetap dilaksanakan secara luring,” ujarnya.
Menurut dia, hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Dengan keputusan tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah dipastikan tetap berlangsung normal secara tatap muka, meski pemerintah tengah mendorong efisiensi energi di berbagai sektor.













