• Terkini
  • Trending
  • Semua

Ulama Bassra Akan Temui BNN Jatim Bahas Zona Merah Narkoba di Proppo

2 bulan lalu

Harga Telur Terjun Usai MBG Libur

11 jam lalu

Bupati Pamekasan Fokus Optimalkan PAD agar Manfaat Lebih Dirasakan Masyarakat

15 jam lalu

Haji Her Minta Petani Madura Tetap Optimistis Hadapi Panen Raya Tembakau

1 hari lalu

Ribuan Warga Pamekasan Gelar Aksi Dukung MBG

1 hari lalu

RSUD Smart Pamekasan Bantah Isu Obat Fiktif Rp 2 Miliar, Tegaskan Informasi Viral di TikTok Hoaks

2 hari lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Terancam Digusur Pemilik Warung Nasi Syaiful Mengadu ke Kompolnas

2 hari lalu

DPRD Apresiasi Raihan WTP ke-12 Berturut-turut Kabupaten Pamekasan

2 hari lalu

DPRD Pamekasan Pastikan Solar untuk Nelayan Kembali Tersedia Setelah Keluhan Distribusi

2 hari lalu

Hasil Pertanian Ludes Terserap Program MBG

3 hari lalu

HUT Bhayangkara ke-80 Polres Pamekasan Tekankan Penguatan Pelayanan Publik

3 hari lalu

150 Stand Disiapkan saat Puncak Harkopnas di Pamekasan

3 hari lalu

Polres Pamekasan Ungkap 7 Kasus Pencurian dalam Sepekan

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Juli 4, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Ulama Bassra Akan Temui BNN Jatim Bahas Zona Merah Narkoba di Proppo

Bassra menyoroti Kecamatan Proppo, Pamekasan, yang masuk kawasan rawan narkoba dan meminta aparat memperkuat penanganan.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
19 Mei 2026
in Hukum
10 1
0

Dokumentasi Bassra.

0
SHARES
108
VIEWS

PAMEKASAN,MADURANET – Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) akan menemui Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur, guna membahas maraknya peredaran narkotika di wilayah Madura, termasuk Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, yang masuk zona merah narkoba.

Juru bicara Bassra, Muhdlar Abdullah mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil musyawarah ulama se-Madura yang digelar pada Sabtu (16/5/2026).

“Bassra prihatin terhadap zona merah di Pamekasan, khususnya Kecamatan Proppo. Hal itu lahir setelah dilakukan musyawarah antarulama Bassra se-Madura kemarin,” kata Muhdlar, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, para ulama menaruh perhatian serius terhadap persoalan narkotika yang dinilai semakin kompleks di Madura. Karena itu, Bassra memilih menempuh jalur koordinasi dengan lembaga penegak hukum dan instansi terkait.

Muhdlar menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan BNN Jawa Timur dan dijadwalkan bertemu pada Jumat pekan depan.

“Kami koordinasi dengan BNN Jatim dan diberi waktu Jumat depan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bassra akan menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait upaya penanggulangan masifnya peredaran narkotika di Madura.

Ia menilai persoalan narkoba tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa karena menyangkut persoalan sosial yang rumit dan kompleks.

“Karena permasalahan tentang narkotika sangat rumit dan kompleks, maka diperlukan cara yang elegan,” ucapnya.

Bassra, lanjut Muhdlar, tidak berada pada posisi sebagai eksekutor penindakan hukum. Namun, organisasi ulama tersebut akan terus memberikan tekanan moral melalui rekomendasi kepada aparat dan pemerintah.

“Kami menempuh jalan koordinasi dengan BNN Jatim dan Polda, karena kami bukan eksekutor dalam menyelesaikan ini. Namun desakan tetap akan kami lakukan melalui rekomendasi-rekomendasi,” katanya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi langkah aparat kepolisian dalam menangani kasus narkoba di Madura. Hanya saja, fenomena zona merah di Proppo disebut menjadi alarm bagi aparat agar meningkatkan intensitas penanganan.

“Kami mengapresiasi langkah kepolisian dalam penanganan narkoba. Namun fenomena zona merah Proppo menjadi alarm supaya aparat lebih mengintensifkan lagi penanganan narkoba,” ujar Muhdlar.

Ia juga menegaskan, Bassra akan terus menjaga komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Polda Jawa Timur hingga pemerintah pusat apabila diperlukan.

“Kalau perlu kami akan menghubungi Polda, bahkan Presiden. Kami biasa menyampaikan rekomendasi sampai Presiden,” katanya.

Muhdlar berharap langkah koordinasi yang ditempuh Bassra dapat menjadi solusi yang elegan dalam upaya penanganan narkotika, khususnya di Kabupaten Pamekasan dan Madura secara umum.

“Kami berharap hal ini bisa menjadi solusi yang paling elegan dalam penanganan narkotika di Pamekasan, disamping itu kami juga akan terus melakukan penguatan di pondok pesantren kami,” tandasnya.

Tags: BASSRABNNKapolda JatimMaduraNarkobaPamekasanPolda Jatimpolres Pamekasanzona merah
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version