• Terkini
  • Trending
  • Semua

KUHP Baru Penggerebekan Perzinahan Dilarang

3 bulan lalu

Disperindag Pamekasan Sidak Pasar Keppo, Pastikan Stok Sapi Jelang Idul Adha Aman

4 jam lalu

Peternak di Pamekasan Ungkap Keunggulan Daging Sapi Madura

10 jam lalu

Mantan Kades Pandan Galis Selewengkan Sewa Tanah Kas Desa Senilai Rp 1,5 Miliar

1 hari lalu

Rencana Bupati Jadikan Pamekasan Kabupaten Al Quran

1 hari lalu
Bupati Pamekasan Lepas Santri Darul Ulum Banyuanyar ke event International Qur’an di Turki

Bupati Pamekasan Lepas Santri Darul Ulum Banyuanyar ke event International Qur’an di Turki

2 hari lalu
Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

Ketika Kiai Kalebun dan Pengusaha Lebur dalam Tarian Saman dan Untaian Macapat

3 hari lalu

Kronologi Dugaan Penipuan 1 Miliar Eks Anggota DPRD Sumenep

3 hari lalu

Mantan Anggota DPRD Sumenep Ditahan di Pamekasan, Diduga Gelapkan Rp 1 Miliar

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Tinjau Pantai Jumiang, Siapkan Revitalisasi dengan Skema Kolaborasi

5 hari lalu
Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

5 hari lalu

BGN Tekankan Peran Daerah dan Kualitas Distribusi Program MBG di Madura

5 hari lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

7 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, April 21, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

KUHP Baru Penggerebekan Perzinahan Dilarang

Pasal perzinaan dan kohabitasi dibatasi pengaduan keluarga, warga diminta tak main hakim sendiri

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
13 Januari 2026
in Hukum
10 1
0

Suber foto dari Facebook Erie Hariyanto, Guru Besar Bidang Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

0
SHARES
108
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru sejak 2 Januari 2026 membawa konsekuensi hukum baru, termasuk terhadap praktik hidup bersama di luar perkawinan yang sah secara negara, seperti nikah siri.

Guru Besar Bidang Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Erie Hariyanto, mengatakan KUHP 2023 menegaskan batas peran negara dalam mengatur ruang privat warga, khususnya terkait perzinaan dan kohabitasi.

“Kita sekarang sudah tidak lagi menggunakan KUHAP warisan kolonial. Ada waktu sekitar tiga tahun yang disiapkan untuk sosialisasi agar masyarakat benar-benar memahami aturan baru ini,” kata Erie, Selasa (13/1/2026).

Menurut Erie, meskipun perzinaan dan hidup bersama di luar perkawinan tetap dikualifikasikan sebagai tindak pidana, penegakannya tidak bisa dilakukan secara serampangan. KUHP secara tegas menjadikan kedua perbuatan tersebut sebagai delik aduan.

Dalam konteks nikah siri, Erie menjelaskan bahwa hukum negara mensyaratkan perkawinan harus sah secara agama dan dicatatkan secara administratif. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, maka secara hukum negara statusnya tidak diakui.

“Dalam perspektif negara, nikah itu harus memenuhi dua unsur, sah secara agama dan tercatat secara negara. Ketika tidak dicatat, maka secara hukum negara dianggap tidak ada,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Erie, berpotensi menempatkan pasangan nikah siri dalam posisi rentan terhadap jerat Pasal 412 KUHP tentang kohabitasi, apabila terdapat pengaduan dari pihak keluarga yang berhak.

Namun demikian, Erie menegaskan bahwa penuntutan tidak bisa dilakukan begitu saja. Pasal 411 KUHP mengatur bahwa perkara perzinaan hanya dapat diproses atas pengaduan suami atau istri bagi yang terikat perkawinan, atau orang tua maupun anak bagi yang tidak terikat perkawinan. Ketentuan serupa juga berlaku pada Pasal 412 terkait kohabitasi.

“Karena pembuktiannya sulit dan menyangkut ruang privat, maka undang-undang membatasi siapa yang berhak mengadu. Negara tidak boleh masuk tanpa kehendak keluarga,” kata Erie.

Ia menekankan, masyarakat juga tidak dibenarkan melakukan penggerebekan sepihak atau main hakim sendiri terhadap dugaan perzinaan, kohabitasi, maupun praktik nikah siri.

“Tidak boleh asal menggerebek. Kalau ada persoalan di lingkungan, seharusnya ditempuh dulu jalur mediasi dengan RT, desa, atau aparat setempat,” ujarnya.

KUHP baru juga membuka ruang penyelesaian internal keluarga. Ia mengapresiasi peraturan tersebut, karen pengaduan dapat dicabut selama pemeriksaan di pengadilan belum dimulai. Jika pengaduan ditarik, maka proses hukum otomatis dihentikan.

“Ini menunjukkan bahwa hukum pidana ditempatkan sebagai ultimum remedium atau upaya terakhir. Negara hanya hadir ketika keluarga yang merasa dirugikan memang menghendaki proses hukum,” kata Erie.

Dengan konstruksi tersebut, Erie menilai KUHP 2023 berusaha menyeimbangkan antara penegakan norma hukum, nilai sosial, dan perlindungan ruang privat warga negara.

“Pesannya jelas, masyarakat harus taat regulasi, aparat tidak boleh berlebihan, dan hukum tidak boleh dijalankan dengan emosi atau vigilante justice,” pungkasnya.

Tags: APHDelik aduanKUHAP baruNikah siriUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version