• Terkini
  • Trending
  • Semua

BPP Tembakau Pamekasan 2026 Naik, Lahan Sawah Tertinggi 9,92 Persen

2 bulan lalu

74 Koperasi Merah Putih di Pamekasan Siap Beroperasi, 8 Titik Terkendala Lahan

6 jam lalu

Haji Her Tawarkan Diri Carikan Solusi Kasus Perusakan Indomaret di Palengaan

6 jam lalu

Pemkab Pamekasan Perluas Layanan Kependudukan, Warga Pegantenan Tak Perlu Lagi ke Kota

7 jam lalu

Bupati Pamekasan Tinjau Jembatan Swadaya, Dorong Peningkatan Status Jalan Desa

11 jam lalu

Pemkab Pamekasan Sebut TMMD Percepat Pembangunan Desa

1 hari lalu

Dinsos Pamekasan Optimalkan Pemutakhiran Data Bansos Lewat Desa dan Partisipasi Mandiri

1 hari lalu

TMMD ke-130 di Pamekasan Sasar Pembangunan Jalan hingga Bedah 10 Rumah Warga

2 hari lalu

DPO Kasus Dugaan Investasi Bodong di Pamekasan Ditangkap di Bojonegoro

2 hari lalu

UHC Prioritas di Pamekasan Kembali Aktif November 2026

2 hari lalu

Rivalitas Joki Sapi Karapan antara Guru dan Murid

3 hari lalu

Tak Mau Dimadu Melaju ke Final Karapan Sapi Piala Presiden 2026

3 hari lalu
AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

AJP dan Dewan Kesenian Pamekasan Akan Gelar Pekan Budaya

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Oktober 15, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

BPP Tembakau Pamekasan 2026 Naik, Lahan Sawah Tertinggi 9,92 Persen

Pemkab Pamekasan menetapkan BPP tembakau 2026 dengan kenaikan berbeda berdasarkan jenis lahan. Kenaikan terbesar terjadi pada lahan sawah.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
13 Agustus 2026
in Ekonomi
10 1
0

Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat menghadiri rapat final BPP Tembakau 2026 bersama para pengusaha dan perwakilan petani tembakau, Kamis (13/8/2026).

0
SHARES
105
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, menaikkan Biaya Pokok Produksi (BPP) tembakau 2026. Kenaikan tersebut disebut mencerminkan meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan petani selama proses produksi.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan BPP ditetapkan sebagai salah satu acuan agar transaksi tembakau berlangsung secara adil. Pemerintah daerah juga akan melakukan inspeksi mendadak secara berkala ke gudang-gudang pembelian tembakau.

“Tembakau itu menjadi identitas kita, sehingga dengan demikian kami berusaha semaksimal mungkin bagaimana kebijakan pemerintah itu mengarah kepada keuntungan petani,” kata Kholilurrahman saat menghadiri rapat final BPP di Pringgitan Dalam Pendopo Ronggosukowati, Kamis (13/8/2026).

Kholilurrahman berharap hubungan antara petani dan industri tembakau dapat berjalan secara seimbang.

“Simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara petani dan industri, dan itu merupakan tanggung jawab kami,” tuturnya

Ia menjelaskan, BPP tembakau yang ditetapkan ialah, lahan sawah ditetapkan Rp 52.415 per kilogram, naik 9,92 persen dibandingkan 2025 yang sebesar Rp 47.685. Untuk lahan tegal, BPP ditetapkan Rp 55.722 per kilogram atau naik 4,09 persen dari Rp 53.533.

“Sementara BPP tembakau lahan gunung ditetapkan Rp 66.547 per kilogram. Angka tersebut meningkat 3,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 64.000,” lanjut dia.

Sekretaris Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Se-Madura (P4TM) Abdul Aziz mengatakan, kenaikan BPP terutama dipengaruhi meningkatnya biaya tenaga kerja dan harga pupuk.

“Jadi kenaikan BPP ini karena biaya upah HOK (Hari Orang Kerja) naik, kemudian harga pupuk juga mengalami kenaikan,” kata Aziz.

Menurut Aziz, angka BPP tidak bisa dipandang sebagai harga keuntungan yang diterima petani. BPP merupakan biaya impas atau modal yang telah dikeluarkan petani untuk menghasilkan tembakau.

Karena itu, dia meminta perusahaan atau pabrikan membeli tembakau petani dengan harga di atas BPP. Dengan demikian, selisih harga pembelian dengan biaya produksi dapat menjadi keuntungan bagi petani.

“Jangan sampai BPP ini dianggap sebagai keuntungan petani. Ini biaya impas. Kalau ingin petani mendapatkan keuntungan yang adil, harga pembelian harus di atas BPP,” ujarnya.

Aziz juga menilai penetapan BPP tahun ini terlambat. Menurut dia, pembahasan dan penetapan BPP idealnya dilakukan sebelum petani memasuki masa tanam sehingga dapat menjadi acuan sejak awal produksi.

Tags: BPP 2026Bupati PamekasanDKPPHarga TembakauPertanianPetani Tembakau
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version