• Terkini
  • Trending
  • Semua

Pengusaha Usul BLT Buruh Rokok Dinaikkan, Bupati Pamekasan Akan Tinjau Ulang Perbub

10 bulan lalu

Haji Her Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Kontribusi bagi Petani Madura

2 hari lalu

PLN Minta Maaf atas Gangguan Listrik di Pamekasan, Sebut Penyebab Harus Dipastikan di Lokasi

2 hari lalu

Dua Guru MTs Kyai Mudrikah Pamekasan Raih Juara Kompetisi Inovasi Pembelajaran

2 hari lalu

Pamekasan Finalisasi Perencanaan Program LSDP, Siapkan Penanganan Sampah dari Hulu

2 hari lalu

Tegangan Listrik Tak Stabil, Warga Pamekasan Keluhkan AC hingga Kulkas Rusak

2 hari lalu

Polres Pamekasan Larang Pengisian BBM Subsidi Pakai Jerigen dengan Barcode Kendaraan

3 hari lalu

UHC Prioritas Pamekasan Sasar Warga Desil 1-7

3 hari lalu

Pamekasan Bentuk Tim Akselerasi PAD, Bidik Optimalisasi Pajak dan Retribusi

4 hari lalu

Pemkab Sisihkan APBD Demi Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Semua

4 hari lalu

Oréng Seppo Paḍâbuna, Oréng Ngodâ Panḍâbâna, Ketika Guru Kehilangan Kebijaksanaan dan Murid Kehilangan Kepercayaan Diri

4 hari lalu

Masyarakat Apresiasi Bupati Pamekasan, Malam Kemilau Madura Dinilai Hidupkan Budaya Lokal

5 hari lalu

Libatkan 84 Orang Binaan, Dinkes Pamekasan Gelar Festival Kesehatan Mental

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, November 9, 2026
27 °c
Pamekasan
30 ° Sen
29 ° Sel
29 ° Rab
30 ° Kam
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Pengusaha Usul BLT Buruh Rokok Dinaikkan, Bupati Pamekasan Akan Tinjau Ulang Perbub

DBHCHT dinilai lebih layak dinikmati buruh pabrik rokok

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
24 Januari 2026
in Ekonomi
10 1
0

Owner PR Cahaya Pro, Fathor Rosi, saat ditemui awak media usai agenda silaturahmi dengan Bupati Pamekasan, di Peringgitan luar Pendopo Ronggosukowati, Kamis (22/1/2026).

0
SHARES
106
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Pengusaha rokok di Pamekasan mengusulkan agar bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja pabrik rokok dinaikkan.

Usulan itu disampaikan Owner PR Cahaya Pro, Fathor Rosi, yang menilai besaran BLT yang diterima pekerja rokok saat ini masih terlalu rendah jika dibandingkan dengan kontribusi sektor industri rokok terhadap penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“BLT untuk pekerja rokok di pabrik-pabrik dirasa masih rendah. Padahal BLT itu bersumber dari DBHCHT. Mestinya yang paling menikmati adalah pekerja rokok,” ujar Fathor Rosi, Sabtu (24/1/2026).

Ia juga menyinggung adanya ketimpangan alokasi BLT antara buruh pabrik rokok dan petani tembakau.

“Sejauh ini BLT lebih tinggi untuk petani tembakau. Padahal DBHCHT itu dihasilkan dari rokok, bukan dari tembakau. Harusnya BLT pekerja rokok dinaikkan,” katanya.

Ia menjelaskan, perkembangan industri rokok di Madura, khususnya di Pamekasan, saat ini sangat pesat dan berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

“Di Madura, terkhusus Pamekasan, perkembangan industri rokok sangat luar biasa. Lapangan pekerjaan terbuka lebar dan itu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia menilai harga tembakau yang mulai stabil turut memperkuat ekosistem industri rokok lokal.

“Oleh karena itu, kami sangat mendukung adanya pemberlakuan cukai khusus itu,” ujarnya.

Fathor Rosi berharap seluruh elemen, mulai dari pemerintah, penegak hukum, hingga media, dapat bergerak bersama untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Semua elemen harus saling mendukung demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Usulan tersebut langsung mendapat respons cepat dari Bupati Pamekasan Kholilurrahman. Ia mengakui adanya ketimpangan besaran BLT di Pamekasan jika dibandingkan dengan daerah lain.

“BLT di Pamekasan ditetapkan Rp 600.000, sedangkan di luar Pamekasan ada yang sampai Rp 1 juta,” ujar Bupati Kholilurrahman.

Ia menegaskan, penyesuaian kebijakan BLT itu penting agar lebih adil dan relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya pekerja sektor industri rokok.

”Saya langsung perintahkan Sekda agar Perbub BLT diperbaharui dan disesuaikan dengan keadaan,” pungkas Bupati.

Tags: BLTBupati KholilurrahmanCahaya ProPamekasanPengusahaRokok
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Go to mobile version