• Terkini
  • Trending
  • Semua

Warga Miskin di Pamekasan Bingung dan Merasa Ditinggalkan Sistem

6 bulan lalu

65 Koperasi Desa Merah Putih di Pamekasan Akan Diresmikan Agustus

10 jam lalu

Reaktivasi Pasar Sapi Batubintang Retribusi Digratiskan Selama Empat Pasaran

1 hari lalu

Haji Her Gas Pol Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Pamekasan Tahun Ini

1 hari lalu

Khofifah Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pamekasan

1 hari lalu
Guru Besar UIN Madura Tawarkan Kurikulum Cinta Tekan Perundungan di Pesantren

Guru Besar UIN Madura Soroti Fenomena Kritik yang Krisis Moral dan Pengetahuan

1 hari lalu
Gubernur Khofifah Borong Produk Unggulan Koperasi IKAFA di Pamekasan

Gubernur Khofifah Borong Produk Unggulan Koperasi IKAFA di Pamekasan

2 hari lalu

Menkop: Pedagang Sate hingga Konten Kreator Bisa Bentuk Koperasi

2 hari lalu

Menteri Koperasi Akan Jadikan KDKMP Pusat Penyaluran Program Pemerintah

2 hari lalu

Pamekasan Sukses Gelar Puncak Harkop Jatim Ke-79

2 hari lalu
Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

Panitia Harkopnas Jatim Kekurangan Dana Haji Her Sumbang Rp 465 Juta

2 hari lalu

Sarasehan Harkopnas di Pamekasan Soroti Masa Depan Koperasi

3 hari lalu

Warga Palengaan Tolak Pembangunan Indomaret

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juli 23, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Warga Miskin di Pamekasan Bingung dan Merasa Ditinggalkan Sistem

Petugas desa sebut perubahan data rumit, warga diminta ajukan mandiri

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
14 Januari 2026
in Ekonomi
10 1
0

Ersam saat ditemui usai mencari rumput di ladang, Rabu (14/1/2026).

0
SHARES
105
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Seorang warga di Kabupaten Pamekasan mengaku kesulitan mengubah status desil kesejahteraan, bahkan diminta melakukannya secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos.

Hal tersebut dialami Ersam, warga Desa Tegangser Laok, Kecamatan Waru. Setelah mengetahui dirinya tercatat masuk kelompok desil 6–10 atau kategori mampu, Ersam melalui keluarganya mencoba melakukan pengajuan perubahan data ke pemerintah desa.

Namun, jawaban yang diterima justru di luar dugaan. “Katanya sulit, disuruh coba ubah sendiri lewat aplikasi,” ujar Ersam menirukan penjelasan petugas Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIGS-NG) desa, Rabu (14/1/2026).

Padahal, Ersam mengaku awam terhadap teknologi dan administrasi. Ia sehari-hari bekerja sebagai petani tembakau dan buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan status kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebelumnya, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pamekasan, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa warga yang masuk desil 6 hingga 10 secara sistem dikategorikan sebagai kelompok mampu dan otomatis tidak berhak menerima bantuan sosial.

“Penetapan desil itu berdasarkan survei 39 variabel. Kalau faktanya kurang mampu tapi masuk desil 6–10, bisa karena kesalahan manusia atau sistem,” kata Lukman.

Ia menyebut terdapat dua jalur pengajuan perubahan data, yakni melalui pemerintah desa atau secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos. Namun, perubahan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.

“Harus menunggu sekitar tiga bulan. Desa hanya mengajukan, keputusan tetap di pusat,” ujarnya.

Situasi ini memunculkan keresahan di masyarakat, terutama setelah banyak kepesertaan BPJS Kesehatan berubah menjadi nonaktif karena status desil.

Kepala Desa Tegangser Laok, Hamid, saat dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Rabu (14/1/2026), membenarkan adanya kebingungan di tingkat masyarakat.

“Kami siap melayani pengajuan perubahan data. Kadang memang ada salah paham antara perangkat dan warga,” kata Hamid.

Menurut dia, banyak warga berharap perubahan desil bisa dilakukan secara cepat, padahal terdapat tahapan dan prosedur yang harus dilalui.

“Setelah desa mengajukan, tetap harus menunggu sekitar tiga bulan. Desa tidak punya kewenangan memutuskan perubahan desil,” ujarnya.

Dirinya bercerita, ketidak sesuaian data sudah pernah ia tanyakan ke pihak PKH. Namun hal tersebut terjadi murni diluar dugaan petugas saat melakukan groundchek.

”Mereka bilang kalau saat mendata masih kurang mamapu, tapi setelah keluar hasil mereka sudah kaya,” ujarnya.

Hamid juga mengakui perubahan status BPJS ke nonprioritas menjadi persoalan serius di lapangan. Bahkan, ada warga yang terpaksa pulang saat hendak berobat ke puskesmas karena tidak mampu membayar biaya pelayanan.

“Pernah ada warga datang ke puskesmas, BPJS-nya mati, akhirnya pulang karena tidak kuat bayar Rp 100.000,” ungkapnya.

Tags: DinsosPamekasanPKHWarga MiskinWaru
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version