• Terkini
  • Trending
  • Semua

Alasan Sepi PKL Eks PJKA Pindah ke Pinggir Jalan Trunojoyo

5 bulan lalu
Jelang Kepulangan Jemaah Haji Pamekasan Ada yang Meninggal Dunia

Jelang Kepulangan Jemaah Haji Pamekasan Ada yang Meninggal Dunia

2 jam lalu
Harga Garam Naik 400 Ribu Tapi Petani Rugi

Petani Garam Minta HPP Garam Rp 1.700 Per Kilo

4 jam lalu

Bupati Sebut Pamekasan Economic Fest Jadi Model Kolaborasi Penggerak Ekonomi Masyarakat

9 jam lalu

Penyaluran Bantuan Pangan di Sumenep Capai 39,73 Persen, Bulog Kejar Sisa Target 200 Ribu Penerima

14 jam lalu

Pamekasan Raih Penghargaan dari BKN Terkait Digitalisasi Sistem Merit ASN

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Akan Ajukan Perda Halal-Tourism

2 hari lalu

Pamekasan Targetkan Produksi Tembakau Berkualitas di Musim 2026

2 hari lalu

Bupati Pamekasan Dorong Pantai Jumiang Jadi Destinasi Wisata Halal dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

2 hari lalu

Harga Beras dan Minyak Goreng di Pasar Kolpajung Ditemukan HET

2 hari lalu

Sebanyak 1.174 KK di Desa Ambat Tlanakan Terima Bantuan Pangan Bulog

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Optimistis Persepam Melaju Mulus di Liga 4

4 hari lalu

Tundukkan Persipuncak Persepam Kokoh di Puncak Grup O Liga 4 Piala Presiden

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Juni 10, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Alasan Sepi PKL Eks PJKA Pindah ke Pinggir Jalan Trunojoyo

Pedagang mengaku terdesak kebutuhan ekonomi di tengah penertiban dan lokasi relokasi yang dinilai sepi pembeli

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
7 Januari 2026
in Ekonomi, Pilihan
10 1
0

Lokasi UMKM di Eks PJKA Pamekasan di Jalan Trunojoyo.

0
SHARES
106
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tampak berbaris rapi di sepanjang Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Mereka menempati sisi barat jalan, tepat di tepi sungai, dengan lokasi berdekatan dengan Taman Potre Koning di bagian selatan.

Salah satu PKL, Titik (37), penjual minuman pinggir jalan, mengungkapkan keluh kesahnya setelah harus berpindah lokasi akibat penertiban. Ia mengaku sebelumnya berjualan di kawasan Tapsiun, namun kini pendapatannya menurun drastis.

“Saya awalnya berjualan di Tapsiun namun semenjak adanya penertiban saya pindah. Pengahasilan sebelum pindah sehari 300 ribu, sekarang untuk 100 ribu saja sulit,” ujar Titik saat ditemui, Rabu (7/1/2026).

Menurut Titik, para PKL di kawasan Jalan Trunojoyo sebenarnya sudah beberapa kali didatangi petugas Satpol PP. Namun, sejauh ini masih sebatas peringatan agar segera berpindah tempat.

“Sebenarnya kami PKL disini pernah juga di datengin Satpol pp. Katanya masih peringatan untuk esegera pindah, namun kita mau pindah kemana toh, di Eks PJKA saja sepi,” katanya.

Ia mengaku sudah memiliki lokasi berjualan di kawasan Eks PJKA, namun kondisi di sana tidak mendukung karena minimnya pembeli.

“Saya ada lokasi disana, tapi sepi,” ucapnya.

Titik menegaskan, para PKL bukan tidak mau menaati aturan. Namun, tekanan ekonomi membuat mereka bertahan di lokasi yang ramai pembeli.

“Kami bukan tidak mau patuh aturan, faktor ekonomi yang mendorong saya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kabupaten Pamekasan, Achmad Saifuddin, menyebut keberadaan PKL di sejumlah titik kota merupakan fenomena yang kerap terjadi.

“PKL di Pamekasan memang menjadi fenomena jamur di musim hujan,” kata Achmad Saifuddin.

Ia menjelaskan, ketika ada satu lokasi yang dinilai ramai pembeli, pedagang lain akan ikut berdatangan.

“Ketika ada yang coba jualan di suatu tempat dan rame. Maka penjual lain akan berdatangan. Mereka istilahnya mengejar pembeli atau jemput bola,” ujarnya.

Menurut dia, para PKL sering kali mengesampingkan aturan karena faktor kebutuhan hidup.

“Namun mereka tidak memperhatikan soal aturan dan regulasi, karena ini menyangkut masalah nafkah,” kata Achmad.

Achmad menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait area-area yang diperbolehkan untuk aktivitas PKL.

“Sebenarnya pemerintah sudah mengeluarkan SE perihal area mana saja yang boleh ditempati pkl,” ucapnya.

Sebagai upaya jangka panjang, Pemkab Pamekasan berencana melakukan revitalisasi sejumlah sentra PKL agar lebih menarik dan ramai pengunjung.

“Untuk mengatasi hal tersebut kami mengupayakan revitalisasi untuk sejumlah tempat pkl, diantaranya Sae Salera dan Food Colony. Itu nanti akan dibuat agar semenarik mungkin untuk menarik pembeli,” pungkasnya.

Tags: Diskop UMKMPamekasanPKLUMKM
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version