• Terkini
  • Trending
  • Semua

Lulusan Sarjana PAI Sulap Lahan Gersang Jadi Ladang Pertanian Produktif

7 bulan lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

1 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

1 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

2 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

2 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

3 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

3 hari lalu

Pengurus DKP Pamekasan 2025–2030 Dilantik, Fokus Pemajuan Kebudayaan hingga Desa

3 hari lalu

Truk Angkutan Galian C Masuk Kota Lindas Ibu Paru Baya di Dekat Arek Lancor

3 hari lalu

Ulama dan Petani Madura Bersatu Sambut Haji Her dan Gelar Istigasah Jelang Musim Tembakau

4 hari lalu

Kronologi Penangkapan Dua Perantara Sabu di Pademawu

4 hari lalu
Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

5 hari lalu

Jemaah Calon Haji Pamekasan 2026 Berangkat Sesuai Jadwal

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, April 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Lulusan Sarjana PAI Sulap Lahan Gersang Jadi Ladang Pertanian Produktif

Sakera Farm Pasean, Komunitas Petani yang Menjawab Tantangan Pantura

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
27 September 2025
in Ekonomi
24 1
0

Sutipyo bersama kepengurusan Sakera Farm saat panen 25 Agustus 2025.

0
SHARES
245
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Di ujung utara Pamekasan, hamparan cabai, semangka, dan melon memecah citra lama Pantura, gersang dan selalu kekurangan air. Di sela tanaman yang tumbuh rapi itulah, Sakera Farm bernaung, sebuah komunitas petani yang justru lahir di masa genting pandemi Covid-19, 2020 silam.

Sutipyo, 35 tahun, Ketua Sakera Farm, masih ingat saat pertama kali mencoba peruntungan dengan cabai besar pada 2017 di Desa Dempo Barat. Lingkungan sekitar tak memberi banyak dukungan.

“Pantura kan kering. Air terbatas. Mana mungkin berhasil? kata orang-orang. saya dicibir, bahkan dianggap nekat,” cerita Sutipyo, Sabtu (27/9/2025).

Tapi panen cabai besar justru membuka jalan. Dari situ, ia melanjutkan ke tomat, lalu semangka dan melon.

“Sedikit demi sedikit saya ingin membuktikan, tanah pantura bisa produktif kalau dikelola dengan tekun,” ujar Sutipyo.

Lima tahun berjalan, Sakera Farm bukan lagi sekadar komunitas tani biasa. Dari Juli hingga September 2025, komunitas ini berhasil memanen 27 ton semangka.

Bahkan lahan yang masih tahap tanam, berpotensi menambah panen 35 ton lagi. Sehingga total, Sakera Farm bisa menghasilkan 62 ton sampai Oktober depan.

”Hasil itu tak hanya memenuhi pasar lokal, tapi juga merambah Jawa Timur hingga Bali,” sahutnya.

Sutipyo sendiri sehari-hari juga menjabat Kepala Sekolah SMKS Al Falah Dempo Barat. Latar belakangnya bukan akademisi pertanian. Ia alumnus PAI Al-Khairat dan D1 Informatika Unira, program beasiswa operator sekolah.

Pengetahuannya ditempa dari lapangan, sekitar 2015-2017, ia belajar pada pegiat pertanian Hanif di Ganding Sumenep, lalu ikut komunitas tani di Kadur Pamekasan, hingga mengikuti field trip PT Asterindo di Ambulu, Jember.

“Ilmu itu bisa dicari, asal mau belajar dan terjun langsung,” katanya.

Kini, Sakera Farm beranggotakan 30 petani dari Dempo Timur, Dempo Barat, Sana Tengah, Sana Dejeh, hingga Tokerbuy. Bagi mereka, komunitas bukan sekadar wadah usaha, melainkan ruang kekeluargaan.

“Kalau ada anggota panen, kami jadikan ajang silaturahmi,” kata Sutipyo.

Untuk bekal pengetahuan, mereka rajin menggandeng perusahaan obat-obatan pertanian dan suplier. Model gotong royong dijaga, mulai dari proses tanam hingga distribusi hasil panen.

Kerja kolektif membawa hasil panen Sakera Farm menembus pasar besar. Cabai dikirim ke Bali, sementara semangka dan melon dipasarkan ke Malang dan Surabaya lewat perusahaan mitra.

Sejak ada program Makan Bergizi Gratis (MBG), hasil panen mereka juga terserap ke masyarakat sekitar.

“Jadi produk kami tidak hanya ke perusahaan luar Madura, tapi juga dinikmati langsung oleh warga sini,” ujar Sutipyo.

Pantura selama ini identik dengan lahan tembakau dan keterbatasan air. Tapi Sakera Farm membalikkan anggapan itu. Dari lahan kering, mereka menumbuhkan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Menurut Sutipyo, petani sebenarnya punya peluang besar. Hanya saja, keterbatasan akses pasar membuat banyak yang kehilangan motivasi untuk berinovasi.

“Kami ingin jadi teman yang memberi semangat. Di sini kami belajar, lahan gersang bukan alasan untuk berhenti. Justru tantangan untuk membuktikan kalau pertanian masih bisa jadi harapa,” katanya, sambil tersenyum lebar.

Adanya komunitas tersebut, mulai memotivasi para pemuda untuk mulai bertani. Tercatat, ada sekitar 15 pemuda ikut aktif dalam komunitas Sakera Farm.

Muhammad Haris (27), salah satu pemuda, anggota dari Dempo Timur, mengaku merasakan langsung dampaknya. Sekali panen, ia bisa mengantongi Rp45 juta dari modal Rp15 juta hanya dalam dua bulan.

”Alhamdulillah, ditengah sulitnya lapangan pekerjaan, dengan adanya komunitas ini saya bisa mandiri,” ucap haris dengan senyuman lebar.

Tags: Disperindag PamekasanDKPP PamekasanMBGPamekasanPertanianSakera Farm
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version