PAMEKASAN, MADURANET – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Pamekasan, Buna’i, menegaskan bahwa koperasi harus dijalankan sesuai asas kekeluargaan dan gotong royong, dengan prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.
Menurutnya, sumber dana koperasi idealnya berasal dari anggota, dikelola oleh anggota, dan hasilnya kembali kepada anggota.
“Begitu konsep yang harus diketahui masyarakat,” ujar Buna’i, Rabu (13/8/2025).
Ia yang juga merupakan wakil rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, mengingatkan, jika pemahaman anggota dan pengurus koperasi keliru, program Koperasi Merah Putih dikhawatirkan tidak efektif.
Salah satu kesalahpahaman yang kerap terjadi adalah anggapan bahwa dana hibah untuk koperasi merupakan bantuan langsung kepada masyarakat.
Buna’i menjelaskan, aturan telah mengatur bahwa sumber dana koperasi bisa berasal dari iuran anggota, hibah pemerintah, atau sistem pinjaman.
“Kalau ada pinjaman, harus dikembalikan,” tegasnya.
Koperasi Merah Putih, kata Buna’i, diharapkan menjadi solusi kesejahteraan warga karena anggota akan mengelola dana yang mereka tabung sendiri.
“Kalau masyarakat paham, sehingga bisa selaras dengan tujuan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan koperasi, bahkan berharap Pamekasan bisa menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 pada Juli 2026.
Kesiapan ini disampaikan langsung bupati saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Koperasi Masa Depan: Antara Harapan dan Tantangan” di Meeting Room PKPRI Pamekasan, Senin (4/8/2025).
Buna’i menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan tentang koperasi agar tujuan besar Koperasi Merah Putih dapat terwujud. “Krisis moneter pun dulu bisa kita hadapi berkat jasa Bung Hatta yang menggagas sistem koperasi di Indonesia,” pungkasnya.













