PAMEKASAN, MADURANET – Kepala Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Kusmawardi menanggapi video viral di media sosial yang menyoroti penanganan bencana angin kencang di wilayahnya.
Video berdurasi 2 menit 15 detik yang diunggah akun TikTok @abuyanewsofficial itu mempertanyakan tidak adanya tindakan dari pemerintah setempat setelah angin kencang merusak atap rumah warga.
Saat ditemui di kediamannya pada Minggu (8/3/2026), Kusmawardi menegaskan bahwa pemerintah desa telah turun langsung ke lokasi kejadian dan melaporkan peristiwa tersebut kepada dinas terkait.
Ia menjelaskan, peristiwa angin kencang terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Sekitar jam 16.00 kejadiannya. Karena bertepatan dengan waktu buka puasa, saya ke lokasi setelah buka puasa,” kata Kusmawardi.
Menurut dia, laporan resmi terkait kejadian tersebut sudah dikirimkan kepada dinas terkait pada malam hari di hari yang sama.
“Jam 19.00 laporan sudah masuk ke dinas,” ujarnya.
Dalam laporan yang disampaikan pemerintah desa, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sekitar pukul 16.20 WIB menyebabkan sejumlah atap rumah dan dapur warga mengalami kerusakan.
Dalam laporan tersebut, beberapa warga yang tercatat terdampak antara lain M Suja’i dan Jumaati yang tinggal di Dusun Tengah RT 003 RW 003. Selain itu, kerusakan juga dialami warga Dusun Gantongan, yakni Sutini (RT 003 RW 001) dan Subaidah (RT 001 RW 001).
Kusmawardi mengatakan data tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan masih bisa bertambah jika ditemukan kerusakan lain di kemudian hari.
Kusmawardi menuturkan penanganan bantuan bencana tidak selalu dapat diberikan secara langsung karena harus melalui proses pendataan dan koordinasi dengan instansi terkait.
“Karena ini bukan kejadian tunggal, jadi memang harus menunggu proses. Tidak bisa langsung saat itu juga,” katanya.
Ia menambahkan, pihak desa tetap berupaya mengawal proses penanganan agar warga terdampak dapat segera mendapatkan bantuan.
“Dengan beredarnya video itu, kami langsung menjelaskan bahwa kejadian tersebut sudah kami laporkan ke dinas terkait,” pungkasnya.













