PAMEKASAN, MADURANET – Pengurus Cabang PCNU Pamekasan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) 2026 di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Sumber Anom, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Minggu (15/2/2026).
Forum lima tahunan itu mengusung tema “Meneguhkan Kemandirian Jamiyah, Meningkatkan Kualitas SDM Jamaah” dan dihadiri jajaran PCNU se-Madura serta unsur pemerintah daerah.
Hadir dalam pembukaan tersebut Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, Jazuli Nur, koordinator PCNU se-Madura, Ketua Pengadilan Agama Pamekasan,Muhammad Najmi Fajri, Kepala Kantor Kementerian Haji Abdul Halim, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi ulama dan pemerintah dalam membangun daerah.
Ia berharap Konfercab tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan menjadi momentum melahirkan gagasan strategis bagi kemajuan jamiyah dan masyarakat.
“Mudah-mudahan konferensi ini dapat menentukan program-program unggulan yang akan dilaksanakan lima tahun ke depan, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang sesuai harapan kita bersama,” ujarnya.
Kholilurrahman menegaskan, NU tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan bangsa dan negara. Karena itu, menurutnya, sudah selayaknya pembangunan Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan melibatkan peran aktif jamiyah.
Ia juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan di Malang, bahwa ketika ulama dan pemerintah menyatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghambat persatuan tersebut.
“Kalau ulama dan umara bersatu, maka kekuatan lain tidak akan mampu menandingi,” katanya.
Bupati mencontohkan peran pesantren yang sejak awal berdiri di wilayah pedesaan dan pelosok sebagai pusat kemajuan masyarakat. Pesantren, menurut dia, menjadi motor pembangunan sosial dan pendidikan.
Ia mengibaratkan peran tersebut seperti hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah yang awalnya tidak dikenal, namun kemudian menjadi pusat peradaban.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Pamekasan yang masuk peringkat ke-25 terbaik nasional dari 416 kabupaten dan 98 kota, serta terbaik di Madura.
Sementara itu, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, Jazuli Nur, yang membuka konferensi, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan melalui forum lima tahunan tersebut.
“Kenapa harus ada konferensi lima tahun sekali? Untuk memberi semangat baru, agar diremajakan kembali,” ujarnya.
Namun ia mengingatkan, kepengurusan baru tetap harus menghormati dan merawat karya para perintis.
“Ada pepatah Arab, yang merintis lebih baik daripada yang meneruskan. Maka penerus harus bisa merawat dan menghormati karya-karya perintis,” katanya.
Ia pun menutup sambutannya dengan harapan, konferensi berjalan lancar dan mendapat ridha Allah SWT.













