• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kesulitan Solar Nelayan Pamekasan Curiga Ada Permainan SPBU

5 bulan lalu

Lima Jabatan Eselon II Pemkab Pamekasan Dibuka Melalui Manajemen Talenta

8 jam lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

13 jam lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

1 hari lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

1 hari lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

1 hari lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

1 hari lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

2 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

2 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

2 hari lalu

UIN Madura Lahirkan Guru Besar Ilmu Falak

3 hari lalu

Ahli Waris Lahan MI dan TK Aisyiyah Bakal Datangi Polres Pamekasan Minta Kejelasan Pengaduan

3 hari lalu
Konsep Otomatis

Inilah Profil Pemenang Duta Batik dan Kacong Cebbing Pamekasan 2026

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Juli 17, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Kesulitan Solar Nelayan Pamekasan Curiga Ada Permainan SPBU

Ratusan perahu bersandar di Dermaga Branta Pesisir, aktivitas tangkap ikan terhenti dan ekonomi warga lumpuh

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
5 Februari 2026
in Ekonomi, Peristiwa
11 0
0

Seorang nelayan Desa Branta Pesisir menunjukkan jerigen kosong di kapalnya, Kamis (5/2/206).

0
SHARES
109
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Puluhan perahu nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terlihat terparkir rapi di bibir pantai, Kamis (5/2/2026). Tak ada mesin perahu yang meraung atau aktivitas bongkar muat hasil tangkapan seperti biasanya.

Bukan karena gelombang tinggi atau cuaca buruk. Para nelayan terpaksa berhenti melaut akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari SPBU.

Ketua Nelayan Branta Pesisir, Warda, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurut dia, kesulitan solar sebenarnya sudah dirasakan sejak awal Desember 2025, namun hingga kini belum ada solusi nyata.

“Saya prihatin terhadap sulitnya solar ini. Nelayan tidak bisa bekerja, otomatis perekonomian lumpuh,” kata Warda.

Ia mengaku, sudah sepekan terakhir puluhan nelayan memilih menepi. Tanpa solar, kapal dan mesin penangkap ikan tak bisa dioperasikan.

Ia meminta pemerintah membagi kuota solar secara adil antara kebutuhan darat dan laut. Sebab, sektor perikanan sangat bergantung pada pasokan BBM tersebut.

“Pemerintah harus adil, membagi kebutuhan solar ini, darat berapa dan laut berapa. Dengan kelangkaan ini timbul pertanyaan, benar enggak jatah solar untuk laut ini disalurkan 100 persen,” ujarnya.

Warda juga menyinggung kemungkinan adanya permainan dalam distribusi. Ia berharap ada transparansi agar nelayan tidak terus dirugikan.

“Bisa saja jatah seminggu 1.000 liter disalurkan 700 liter. Nah ini siapa yang bermain harus dipastikan. Nelayan yang jadi korban,” ucapnya.

Akibat tak melaut, penghasilan nelayan nyaris nol. Padahal, hasil tangkapan harian menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut Warda, selama masa sulit seperti pandemi Covid-19 pun nelayan masih bisa bekerja. Namun kali ini, aktivitas benar-benar terhenti karena persoalan distribusi BBM.

“Nelayan itu masyarakat mandiri. Saat Covid saja kami tetap bekerja. Kalau bicara swasembada pangan, sektor perikanan yang paling terdepan,” katanya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pasokan solar kembali normal. Mereka ingin kembali melaut tanpa dihantui kekhawatiran kehabisan bahan bakar.

Selama solar masih langka, tutup Warda, dermaga Branta Pesisir kemungkinan akan tetap dipenuhi perahu-perahu yang menganggur, sementara roda ekonomi pesisir ikut tersendat.

Terdampak kelangkaan tersebut, sebagian nelayan terlihat mengisi waktu dengan memperbaiki jaring, menambal perahu, hingga membersihkan alat tangkap. Ratusan meter jaring terlihat dihampar di dermaga tersebut.

Tags: BBMBranta pesisirKelangkaan SolarMaduraNelayanPamekasanSolar
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version