• Terkini
  • Trending
  • Semua
Pengerukan Sungai di Desa Lembung Merusak Ekosistem Mangrove

Pengerukan Sungai di Desa Lembung Merusak Ekosistem Mangrove

12 bulan lalu

Peringati Tahun Baru Islam Bupati Pamekasan Ajak Warga Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

4 jam lalu

PMII Desak Penutupan Tambang Galian C Ilegal di Pamekasan

9 jam lalu

RSUD Smart Pamekasan Bangun Ruang Operasi Baru dan Tambah 10 Unit Hemodialisis

1 hari lalu

Investor Asal Yordania Tertarik Kembangkan Kerja Sama Pendidikan dan Wisata di IBS PKMKK Pamekasan

2 hari lalu

Guru di Pamekasan Boleh Libur tapi Wajib Piket Bergantian

2 hari lalu

Pemkab Pamekasan Kebut Penetapan 121 Kepala Sekolah Definitif

2 hari lalu

Demam Piala Dunia 2026 Menjalar ke Pesisir Pamekasan Madura

3 hari lalu

9 Kapus di Pamekasan Masih Berstatus Plt, Pemkab Targetkan Tahun Ini Definitif

3 hari lalu

Bupati Sidak RSUD Smart, Nilai Pelayanan Sudah Baik dan Minta Evaluasi Dilakukan Berkala

3 hari lalu

1.384 Jemaah Pamekasan Raih Predikat Haji Pemkab Ajak Mereka Jadi Teladan Masyarakat

5 hari lalu

DBHCHT Pamekasan Turun 50 Persen, BLT 2026 Hanya Cukup untuk Buruh Rokok

5 hari lalu

Guru ASN Tetap Masuk Meskipun Liburan

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juni 25, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa

Pengerukan Sungai di Desa Lembung Merusak Ekosistem Mangrove

Sumber penghidupan warga terancam berkurang setelah rusaknya ekosistem mangrove

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
7 Juli 2025
in Peristiwa
24 1
0
Pengerukan Sungai di Desa Lembung Merusak Ekosistem Mangrove
0
SHARES
245
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Kerusakan ekosistem mangrove terjadi di bantaran sungai yang menghubungkan air laut menuju kawasan tambak garam di Desa Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Warga menyebut, kerusakan ini akibat pengerukan sungai menggunakan alat berat.

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengatakan, kerusakan mulai tampak sejak alat berat masuk beberapa waktu terakhir. Pohon-pohon mangrove yang tumbuh di sepanjang bantaran sungai, rusak parah. Banyak yang tercabut sampai ke akar, bahkan sebagian batangnya patah.

“Mangrove di sini sudah banyak yang rusak. Ada yang tercabut, ada yang patah. Gara-gara alat berat masuk untuk pengerukan sungai ini,” kata Jhoni Pranata, ujar salah seorang warga Desa Lembung, Ahad (6/7/2025).

Jhoni menambahkan, kerusakan itu bukan sekadar mangrove namun juga mengancam terhadap hilangnya biota laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

“Biasanya di sini banyak kepiting sama ikan-ikan kecil. Kami biasa cari buat makan atau dijual. Tapi sekarang tempatnya sudah rusak semua,” tambahnya.

Mangrove di kawasan itu, ujar warga, selama ini dikenal sebagai benteng alami tambak garam dari abrasi dan gelombang air laut. Sekaligus tempat mencari ikan dan kepiting bagi warga sekitar.

Warga tersebut juga menegaskan, fungsi mangrove lebih dari sekadar pohon di pinggir sungai. Mangrove membantu menahan sedimentasi dan abrasi untuk mencegah pendangkalan sungai.

“Kalau mangrove rusak, sungai bisa makin cepat dangkal. Lumpur gampang hanyut, air makin keruh. Mangrove ini yang menahan lumpur di sini,” ujar warga.

Meski mengakui pengerukan sungai memang perlu, warga berharap ada cara yang lebih ramah lingkungan.

“Sungai ini memang butuh pengerukan. Tapi jangan sampai merusak mangrove. Harusnya ada langkah yang lebih bijak, seperti melakukan penanaman kembali” tandas warga.

Saat dikonfirmasi soal kerusakan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pamekasan, Fatah, mengaku tak bisa memberikan komentar. Ia menyarankan wartawan MaduraNet untuk menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan.

“Kalo hal itu bukan wilayah kami, silahkan konfirmasi ke DLH saja,” tegasnya Jhoni.

Sementara itu, Kepala DLH Pamekasan, Supriyanto, mengaku belum mengetahui adanya aktivitas pengerukan menggunakan alat berat di sungai tersebut. Mereka berjanji akan turun langsung ke lokasi.

“Kami belum tahu soal aktivitas itu. Besok kami cek ke lokasi,” terangnya saat dikonfirmasi.

Tags: Desa LembungEkosistemMangroveRusak
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version