• Terkini
  • Trending
  • Semua
Demonstrasi Penolakan Tambang Ilegal Aktivis PMII Pamekasan Bentrok Hingga Berdarah

Demonstrasi Penolakan Tambang Ilegal Aktivis PMII Pamekasan Bentrok Hingga Berdarah

6 tahun lalu

Sumur Bor Pertanian di Pamekasan Keluarkan Gas hingga Semburkan Api saat Disulut Korek

8 jam lalu

15.000 Masyarakat Tutup Rangkaian Harkopnas ke-79 Jatim di Pamekasan

12 jam lalu

Tersangka Kasus Investasi Bodong BRI Pamekasan Rp 7,8 Miliar Diciduk Polisi

14 jam lalu

Dekopinda Persiapkan Kedatangan Gubernur dan Wagub Jatim di Penutupan Harkopnas

1 hari lalu

Bupati Kholilurrahman dan Achmad Syafii Bernostalgia di HUT Ke-85 SMPN 1 Pamekasan

2 hari lalu

DKP Pamekasan Bentuk Ruang Baru Seniman dan Generasi Z Berkarya

2 hari lalu

Menteri Koperasi Dorong Pembangunan SPBUN di Pamekasan, Pemkab Siap Permudah Perizinan

2 hari lalu

Bazar Harkopnas Jatim di Pamekasan Jadi Ajang Promosi Identitas Gebang Salam. 

3 hari lalu
Kerusakan SDN 4 Teja, Dusun Jalan Tinggi, Teha Timur, Pamekasan, akibat kebakaran.

Kondisi Ratusan Gedung SD di Pamekasan Rusak

3 hari lalu

65 Koperasi Desa Merah Putih di Pamekasan Akan Diresmikan Agustus

4 hari lalu

Reaktivasi Pasar Sapi Batubintang Retribusi Digratiskan Selama Empat Pasaran

4 hari lalu

Haji Her Gas Pol Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tembakau Pamekasan Tahun Ini

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Juli 27, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Demonstrasi Penolakan Tambang Ilegal Aktivis PMII Pamekasan Bentrok Hingga Berdarah

Bentrokan mahasiswa dengan polisi menyebabkan beberapa mahasiswa terluka hingga berdarah

oleh Hasbi Amrullah
25 Juni 2020
in Pendidikan, Peristiwa
16 0
0
Demonstrasi Penolakan Tambang Ilegal Aktivis PMII Pamekasan Bentrok Hingga Berdarah

Polisi menginjak-injak mahasiswa dalam aksi demonstrasi penolakan tambang galian C

5
SHARES
163
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan, diwarnai dengan bentrokan dengan polisi di depan rumah dinas Bupati Pamekasan, Baddrud Tamam, Kamis (25/6/2020). Pemicu bentrokan karena mahasiswa tidak ditemui oleh satupun pejabat yang mereka minta, mulai dari bupati, ketua DPRD Pamekasan hingga dinas perijinan.

Akibat bentrokan ini, satu mahasiswa mengalami luka di kepala karena terkena pukulan polisi yang mengadang mahasiswa.

Sebelum terjadi bentrokan, orasi secara bergantiab dilakukan oleh mahasiswa di depan kantor bupati. Isu yang mereka usung tentang penambangan ilegal berupa galian C yang marak terjadi di Pamekasan. Tambang ilegal tersebut, sudah meresahkan masyarakat karena merusak lingkungan.

“Sudah lama penambangan galian C secara ilegal dibiarkan oleh pemerintah. Akibatnya, kerusakan lingkungan banyak terjadi di Pamekasan,” ujar Moh. Lutfi, Ketua PMII Cabang Pamekasan.

Penambangan tersebut, imbuh Lutfi, dilakukan dengan tiga cara. Pertama dengan cara tradisional menggunakan peralatan seadanya. Kedua dengan cara menggunakan bahan peledak. Ketiga menggunakan alat-alat berat seperti eskavator.

“Tambang ilegal ini perlu ditutup karena dilarang oleh undang-undang, merusak lingkungan dan menyengsarakan rakyat,” ungkap Lutfi.

Orasi selama dua jam tak kunjung ditemui, mahasiswa kemudian mengalihkan tempat demonstrasi ke rumah dinas bupati di seberang jalan kantor bupati. Ratusan mahasiswa memanjat pagar untuk masuk ke halaman rumah dinas. Segelintir polisi dan polisi pamong praja tak mampu mengadang mahasiswa.

Tiba di depan pagar rumah dinas, mahasiswa diadang lagi oleh polisi. Tiba-tiba aksi saling pukul terjadi antara mahasiswa dan polisi. Satu mahasiswa roboh terkena pukulan polisi. Dari kepalanya keluar darah. Namun aksi baku pukul tak kunjung reda.

Giliran Ketua PMII Lutfi yang tersungkur setelah dikeroyok polisi. Namun Lutfi berhasil diselamatkan setelah datang bantuan dari mahasiswa lainnya.

Bentrokan kemudian reda. Namun, Bupati Baddrud Tamam tidak kunjung menemui mahasiswa. Beberapa saat kemudian, salah satu asisten menemui mahasiswa. Namun ditolak karena kedatangannya tidak sesuai permintaan.

“Kami kecewa dengan bupati, dengan dewan karena persoalan serius yang kami bawa tidak ditemui. Lebih kecewa lagi karena ada mahasiswa yang terluka karena bentrokan,” terang Lutfi.

Mahasiswa kemudian membubarkan diri. Namun, mereka berjanji akan menggelar demonstrasi lagi sampai ditemui bupati dan tambang ilegal di Pamekasan ditutup permanen.

Tags: baddrud TamamDPRD PamekasanGalian CPamekasanPamekasan HebatPMIITambang
Share5TweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version