PAMEKASAN, MADURANET – Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX, prestasi olahraga para atlit Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan, tidak mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan Porprov sebelumnya. Bahkan perolehan medali jika dibandingka dengan Porprov sebelumnya, tahun turun.
Tahun ini, kontingen KONI Pamekasan finish di peringkat 25 dengan perolehan 12 medali emas, 10 perak dan 19 perunggu. Sedangkan tahun sebelumnya, kontingen Pamekasan finish di peringkat 24 dengan perolehan 13 medai emas 11 perak dan 17 perunggu.
Ketua KONI Pamekasan, Djohan Susanto menyadari kondisi kontingen tahun ini tidak sesuai ekspektasi. Target KONI tidak muluk-muluk, yakni naik 1 strip dibandingkan dengan sebelumnya. Namun faktanya, justru melorot satu strip dan perolehan medalinya turut berkurang.
“Minimal kami bertahan di posisi kemarin. Namun kenyatannya justru di luar ekspektasi karena harus melorot 1 strip,” uajr Djohan, Selasa (8/7/2025).
Djohan menambahkan, meskipun prestasi Porpov tahun ini melorot, pihaknya menghargai kerja keras para atlit yang sudah berjuang sekuat tenaga untuk meraih prestasi di masing-masing cabang olahraga. Perjuangan mereka sudah luar biasa di tengah keterbatasan finansial yang ada.
“Saya apresiasi prestai para atlet yang sudah berjuang keras. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Qomarul Wahyudi menilai, melorotnya prestasi KONI Pamekasan harus dievaluasi. Sebab, KONI juga menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD. Oleh sebab itu, pemanfaatan APBD seharusnya berbanding lurus dengan prestasi yang harus diberikan oleh KONI.
“Kalau prestasinya melorot, maka ada problem di tubuh KONI sendiri. Maka saya minta agar Bupati Pamekasan mengevaluasi, termasuk penggunaan anggaran yang sudah dihabiskan selama ini,” kata politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini.













