• Terkini
  • Trending
  • Semua
Bukit Dibelah Bencana Mengintai

Bukit Dibelah Bencana Mengintai

11 bulan lalu
Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

4 jam lalu

Bupati Pamekasan Kholilurrahman: Santri Harus Paham Politik

4 jam lalu

14 Siswa Pamekasan Raih Juara Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Timur 2026

1 hari lalu

Guru MDT di Sumenep Mengaku Insentif Rp 1,48 Juta Dipotong, Kepala Madrasah Janji Kembalikan

1 hari lalu

Dari Jihad Kemerdekaan Menuju Jihad Digital

1 hari lalu

BULOG Madura Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Dua Kabupaten

1 hari lalu

Hadapi Kemarau Ekstrim Santri IBS PKMKK Menggelar Salat Istisqa

1 hari lalu

Polisi dan Satpol PP Pamekasan Patroli Enam Tempat Karaoke, Segel Masih Utuh

2 hari lalu

IBS PKMKK Pamekasan Kembangkan Kurikulum Al-Muwahhid, Padukan Tauhid dan Teknologi

2 hari lalu
Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

2 hari lalu

Warung Makan di Lahan KAI Pamekasan Hanya Ditutup Sementara

2 hari lalu

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Bupati Pamekasan Minta Pembangunan Daerah Jadi Perhatian

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Oktober 23, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Daras

Bukit Dibelah Bencana Mengintai

Sepanjang tahun 2025 sampai November, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sebanyak 2.726 bencana hidrometeorologi terjadi dengan korban mencapai 400 jiwa.

oleh Taufiqur Rahman
2 Desember 2025
in Daras
14 0
0
Bukit Dibelah Bencana Mengintai

Taufiqur Rahman Khafi, Pemimpin Redaksi media online Maduranet.com

0
SHARES
142
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Deru mesin escavator di sepanjang Jalan Trunojoyo Kabupaten Pamekasan, telah berhasil mengais lumpur sungai. Lumpur yang menyebabkan sungai-sungai mengami pendangkalan, kini telah bersih. Proyek normalisasi ini, dimulai sejak Mei 2025. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turun meninjau langsung mesin-mesin membelah sungai.

Kini sungai-sungai yang ada di dalam kota Pamekasan, telah dinormalkan. Namun, banjir tetap mengintai Pamekasan. Tanggal 6 November 2025 kemarin, warga Kelurahan Gladak Anyar dan Kelurahan Patemon, masih belum terbebas dari banjir. Padahal, sungai di dua kelurahan itu sudah dibersihkan.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan sibuk menangani masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan darurat berupa makanan dan evakuasi warga, menjadi aktivitas rutin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Alhasil, normalisasi sungai dalam kota, belum menjadi solusi pengentasan banjir tahunan di Pamekasan. Ratusan juta yang digelontorkan pemerintah untuk membersihkan sungai, meskipun dikata tidak sia-sia, namun masih menyimpan bara api yang bisa membakar usaha yang sudah dilakukan selama ini.

Persoalan fundamental dalam setiap peristiwa banjir, bukanlah pada dangkalnya sungai. Namun pada pembiaran penambangan di hulu yang tidak pernah berhenti meskipun sinyal bencana alam sudah dibunyikan dimana-mana.

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatra Utara dan Aceh pada di penghujung November kemarin, belum menyadarkan masyarakat di Pamekasan. Ratusan desa terendam, infastruktur vital hancur, bukti-bukit runtuh, dan ratusan jiwa menjadi korban. Sepanjang tahun 2025 sampai November, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sebanyak 2.726 bencana hidrometeorologi terjadi dengan korban mencapai 400 jiwa.

Curah hujan yang cukup tinggi dan cuaca ekstrem selalu menjadi yang tertuduh sebagai penyebab terjadinya banjir dan bencana. Bahkan, kayu-kayu yang terbawa banjir, menghantam bangunan dan infrastrtuktur vital, dianggap tumbang karena faktor alam. Kerusakan ekosistem tidak menjadi arus utama narasi ketika bencana alam terjadi.

Di Pamekasan, eksploitasi alam sampai detik ini masih terus berlangsung. Penambangan galian C tidak pernah ada penindakan dari aparat penegak hukum. Data yang diungkap Pemerintah Kabupaten Pamekasan sampai tahun 2025 ini, 160 titik tambang galian C masih beroperasi. Hanya ada 23 perusahaan yang mengantongi ijin resmi. Sisanya, ilegal.

Ketika kita melihat menggunakan peta satelit, betapa kerusakan alam di Pamekasan begitu mengerikan. Satu titik tambang luasnya mencapai 50 hektar lebih. Hilir mudik teruk, menembus jalanan desa dan perkotaan.

Penggundulan sekaligus pengerukan bukit-bukit sebagai penahan air agar tak mengalir jauh sampai ke kota, kini air bebas tanpa hambatan sampai ke sungai-sungai. Penduduk di hilir paling terkena dampaknya, sedangkan pemilik tambang, duduk manis menikmati kekayaan.

Bahkan, uang-uang tambang ini, mengalir jauh ke beberapa kantong. Seperti kantong aparat, kantong pejabat, hingga ke kantong anak yatim dan beasiswa pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

Aparat di Pamekasan, selalu berdalih soal kewenangan. Penindakan terhadap pelanggaran undang-undang, selalu saling lempar kewenangan. Regulasi sudah tidak ada marwahnya lagi.

Fenomena di negeri ini, lebih asyik menangani bencana daripada mengantisipasi bencana. Perusakan lingkungan, tidak sebanding dengan perbaikan lingkungan. Isu perbaikan lingkungan, belum menjadi arus utama di lembaga pendidikan sebagai pengetahuan dan praktik. Oleh sebab itu, kesadaran tentang perbaikan lingkungan bagi generasi muda sudah wajib.

Sedangkan bagi pelaku perusakan lingkungan, aparat penegak hukum, aparat pemerintah, sudah waktunya melakukan pertobatan sebelum alam murka mengubur rumah-rumah, fasilitas umum dan tempat ibadah.

Tags: AcehBanjirBanjir BandangBencana AlamGempa BumiLongsorNormalisasi SungaiPamekasanSumatera BaratSumatera Utara
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version