PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan mengusulkan pencak silat, yang diiringi musik tradisional gul-gul dan can-macanan, sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, pencak silat di Pamekasan bukan sekadar olahraga, tetapi juga memiliki nilai budaya melalui iringan musik tradisional yang khas.
“Pencak silat Pamekasan mempunyai kekhasan tersendiri, yaitu diiringi musik gul-gul dan can-macanan yang mungkin tidak ditemukan di daerah lain,” kata Basri, Kamis (29/10/2026).
Menurut dia, pendaftaran ke Kementerian Kebudayaan, menjadi bagian dari upaya melindungi dan melestarikan budaya lokal di tengah masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar.
”Jika tidak dirawat, musik pengiring tersebut berisiko ditinggalkan generasi berikutnya,” tambah Basri.
Pihaknya juga menilai, pelestarian perlu dilakukan melalui regenerasi sejak usia sekolah. Karena itu, Disdikbud menggelar lomba pencak silat untuk peserta didik tingkat SD dan SMP, dengan melibatkan 16 perguruan silat di Pamekasan.
Basri menyebutkan, lomba tahun ini diikuti 58 peserta, terdiri dari 33 peserta jenjang SD dan 25 peserta jenjang SMP atau sederajat.
”Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaring atlet potensial, membentuk kedisiplinan, serta menanamkan sportivitas dan kecintaan terhadap tanah air,” tegasnya.
Sekretaris Daerah Pamekasan, Taufikurrachman, mendukung upaya pendaftaran tersebut. Ia berharap pencak silat dengan iringan gul-gul dan can-macanan, dapat tercatat sebagai warisan budaya takbenda, sekaligus memiliki kriteria baku untuk menjaga keasliannya.
“Semacam kriteria, potret gul-gul yang standar seperti apa, sehingga tidak gampang diakui oleh daerah-daerah lain atau komunitas-komunitas lain di luar yang sudah kita terapkan itu,” ujar Taufikurrachman.
Ia mengatakan, pemerintah daerah akan mengupayakan pendataan dan pengusulan berbagai kekayaan budaya Pamekasan. Namun, proses penetapan sebagai warisan budaya takbenda harus memenuhi persyaratan yang berlaku.
Taufikurrachman juga berharap, pencak silat Pamekasan terus berkembang, sebagai tradisi sekaligus wadah pembinaan atlet muda. Menurut dia, banyak peserta pencak silat saat ini masih berada di jenjang SD dan SMP, sehingga pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi olahraga.












