• Terkini
  • Trending
  • Semua

Rencana Penggunaan Bahasa Daerah dan Batik di Pamekasan Disambut Positif Pegiat Budaya

12 bulan lalu

Dari Buruh Plafon ke Mimbar Doktor, Perjalanan Elman Duro Melawan Keterbatasan

6 jam lalu

Bupati Minta Pamekasan Tidak Bergantung Pemain Bon-bonan

6 jam lalu
Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

Nilai SPI Pamekasan 79,4, Inspektorat Soroti Pengawasan Internal dan Sosialisasi Antikorupsi

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Kholilurrahman: Santri Harus Paham Politik

1 hari lalu

14 Siswa Pamekasan Raih Juara Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Timur 2026

2 hari lalu

Guru MDT di Sumenep Mengaku Insentif Rp 1,48 Juta Dipotong, Kepala Madrasah Janji Kembalikan

2 hari lalu

Dari Jihad Kemerdekaan Menuju Jihad Digital

2 hari lalu

BULOG Madura Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Dua Kabupaten

2 hari lalu

Hadapi Kemarau Ekstrim Santri IBS PKMKK Menggelar Salat Istisqa

2 hari lalu

Polisi dan Satpol PP Pamekasan Patroli Enam Tempat Karaoke, Segel Masih Utuh

3 hari lalu

IBS PKMKK Pamekasan Kembangkan Kurikulum Al-Muwahhid, Padukan Tauhid dan Teknologi

3 hari lalu
Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Sabtu, Oktober 24, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Rencana Penggunaan Bahasa Daerah dan Batik di Pamekasan Disambut Positif Pegiat Budaya

Pengajar soroti kompetensi guru, perajin harap industri batik bangkit

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
6 November 2025
in Budaya
12 1
0

Ilustrasi

0
SHARES
127
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Rencana Pemerintah Kabupaten Pamekasan menerapkan penggunaan bahasa daerah dan seragam batik khas Pamekasan bagi pejabat maupun pelajar mendapat respons positif dari pegiat bahasa dan perajin batik, Rabu (5/11/2025).

Mereka menilai, kebijakan ini berpotensi memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi lokal, tetapi masih membutuhkan kesiapan teknis agar dapat berjalan efektif.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan menegaskan bahwa regulasi terkait kebijakan tersebut tengah dikaji agar selaras dengan aturan pemerintah pusat.

“Mekanisme pelaksanaannya masih perlu dikaji. Kita harus tahu apakah sudah ada aturan dari pusat atau belum,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, rencana pelaksanaan meliputi penetapan hari berbahasa daerah serta hari wajib batik Pamekasan bagi ASN dan pelajar.

Ketua Yayasan Pakem Maddhu, Hafid Effendy, menyampaikan bahwa ketentuan pembelajaran bahasa Madura sudah tercantum dalam Pergub Jatim No. 19/2014, yang menjadikannya muatan lokal wajib di sekolah.

“Rencana Pemkab sejalan dengan upaya pelestarian budaya yang telah diatur secara formal,“ ujarnya.

Namun, Dosen Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri (UIN) Madura ini menekankan bahwa praktik pembelajaran tidak boleh hanya bersifat seremonial. Kompetensi guru harus dipastikan agar nilai bahasa Madura benar-benar tersampaikan.

“Kepakeman guru sangat penting,” tegas Hafid.

Hafid mengungkapkan bahwa Yayasan Pakem Maddhu sebenarnya telah merancang program pelatihan guru bahasa Madura. Akan tetapi, program tersebut belum dapat berjalan lantaran terbatasnya anggaran.

“Kami membutuhkan dana hibah dari Pemkab untuk pembiayaannya,” tambahnya.

Di sisi lain, kebijakan penggunaan batik khas Pamekasan juga disambut antusias para perajin. Hamim, perajin Batik Toket dengan brand Batik Kholifah, mengaku optimistis kebijakan ini dapat menghidupkan kembali gairah batik lokal yang beberapa tahun terakhir menurun.

“Kebijakan ini tentu akan mendongkrak ekonomi Pamekasan, dan menambah peluang kerja untuk Pamekasan,” ucapnya.

Hamim mengatakan bahwa kejayaan batik lokal sempat membuat banyak perajin mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Namun ketika minat pasar turun, sejumlah usaha terpaksa melakukan PHK.

Ia berharap, jika kebijakan wajib batik lokal diterapkan, industri batik Pamekasan kembali bergerak dan lapangan kerja terbuka lebih luas.

“Kalau semua kantor menggunakan batik lokal, bukan batik luar atau batik print, pasti akan mendongkrak ekonomi. Kami juga harus nambah karyawan lagi seperti masa jaya batik tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Tags: Bahasa MaduraBatik kholifahBatik PamekasanBupati KholilurrahmanUIN Madura
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version