• Terkini
  • Trending
  • Semua
Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

1 tahun lalu

Pemilik Warung Nasi di Pamekasan Kecewa PT KAI, Penutupan Tanpa Berita Acara

2 jam lalu

Pemkab Pamekasan Akan Arahkan Pengusaha Hiburan Agar Patuh Aturan

5 jam lalu
Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

Jurnalis Senior AJP Rekomendasikan Nama Tokoh Pamekasan Jadi Nama Fasilitas Umum

8 jam lalu

Kasus Dugaan Pengancaman dan Perusakan di Plakpak Pamekasan Naik ke Penyidikan

11 jam lalu

Pemuda Pamekasan Titip Aspirasi: Tambah Mesin Cuci Darah hingga Festival Budaya Tahunan

13 jam lalu

Pensiunan Guru di Pamekasan Diamankan Polisi Usai Live Tiktok Injak Al-Qur’an

18 jam lalu

Bupati Pamekasan: Petik Laut Jadi Wujud Syukur Nelayan dan Penguat Persaudaraan

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Temui Warga yang Bangun Jalan Swadaya

1 hari lalu

UIN Madura Jadi Satu-satunya PTKIN Peraih Mandaya Awards 2026

1 hari lalu

Pamekasan Usulkan Pencak Silat Iringan Musik Gul-gul dan Can-Macanan Jadi Warisan Budaya Takbend

1 hari lalu

Mobil Daihatsu Zebra Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Pamekasan, Kerugian Rp 30 Juta

1 hari lalu

APBD Perubahan 2026 Pamekasan Ditetapkan, DPRD Minta Proyek Libatkan Tenaga Lokal

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, Oktober 30, 2026
28 °c
Pamekasan
30 ° Sab
30 ° Ming
30 ° Sen
30 ° Sel
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Persyaratan secara administratif sudah lengkap tinggal menungu sidang ketiga dengan agenda penetapan.

oleh Taufiqur Rahman
26 September 2025
in Budaya
17 1
0
Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sudirman, satu-satunya dalang berbahasa Madura saat pementasan di Lapangan Sedandang, Pamekasan. Wayang kulit Madura diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kemndikbud RI

0
SHARES
179
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, mengajukan dua kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dua budaya itu berupa Wayang Kulit dan Tari Ronding.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Pamekasan, Siti Fatimah menjelaskan, dua kebudayaan yang diajukan ke Kemendikbud, secara administratif sudah lengkap. Tahapan selanjutnya tinggal menunggu sidang penetapan di Jakarta.

“Pada tahap seleksi administrasi, ada beberapa poin yang direvisi agar dilengkapi. Namun, secara keseluruhan kedua kebudayaan yang kami ajukan tinggal menunggu penetapan,” terang Siti Fatimah, Jumat (26/9/2025).

Perempuan yang akrab disapa Fatim ini menambahkan, Tari Ronding merupakan kebudayaan asli Pamekasan. Seni pertunjukan ini sampai saat ini masih eksis dan dalam setiap kegiatan resmi Pemkab Pamekasan, selalu ditampilkan.

Tari Ronding merupakan tarian khas Pamekasan yang lahir pada awal abad 19 sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan di Kabupaten Pamekasan. Tari Ronding diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kemendikbud

Yang mengkawatirkan yaitu kondisi Wayang Kulit. Wayang kulit satu-satunya di Madura ini, merupakan koleksi pribadi Kosala Mahinda, penjaga Vihara Avalokitesvara Dusun Candi Utara, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Jumlah wayang milik Kosala itu, ada yang usianya lebih dari 3 abad dan masih tersimpan rapi dalam peti kayu.

“Ada wayang kullit yang berusia ratusan tahun dan ada pula yang baru. Kondisinya bisa punah jika tidak kita rawat bersama-sama,” imbuh Fatim.

Jumlah dalang wayang yang ada di Pamekasan, dikatakan Fatim, sudah semakin sedikit. Bahkan hanya tinggal seorang saja, dimana setiap pementasan hanya satu dalang.

“Sudah ada regenerasi dalang wayang kulit asli Madura dengan mendalang bahasa Madura. Makanya, kami lestarikan dengan pementasan rutin di Vihara tiap bulan agar generasinya jalan,” ungkapnya.

Tags: DisdikbudKabupaten PameksanKemendikbud RITari RondingVihara AvalokitesvaraWarisan Budaya Tak BendaWayang Kulit MaduraWBTBI
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Not enough quota to unlock this post
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version