• Terkini
  • Trending
  • Semua
Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

7 bulan lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

2 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

2 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

2 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

2 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

3 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

3 hari lalu

Pengurus DKP Pamekasan 2025–2030 Dilantik, Fokus Pemajuan Kebudayaan hingga Desa

3 hari lalu

Truk Angkutan Galian C Masuk Kota Lindas Ibu Paru Baya di Dekat Arek Lancor

4 hari lalu

Ulama dan Petani Madura Bersatu Sambut Haji Her dan Gelar Istigasah Jelang Musim Tembakau

4 hari lalu

Kronologi Penangkapan Dua Perantara Sabu di Pademawu

4 hari lalu
Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

5 hari lalu

Jemaah Calon Haji Pamekasan 2026 Berangkat Sesuai Jadwal

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, April 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Persyaratan secara administratif sudah lengkap tinggal menungu sidang ketiga dengan agenda penetapan.

oleh Taufiqur Rahman
26 September 2025
in Budaya
17 1
0
Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sudirman, satu-satunya dalang berbahasa Madura saat pementasan di Lapangan Sedandang, Pamekasan. Wayang kulit Madura diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kemndikbud RI

0
SHARES
175
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, mengajukan dua kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dua budaya itu berupa Wayang Kulit dan Tari Ronding.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Pamekasan, Siti Fatimah menjelaskan, dua kebudayaan yang diajukan ke Kemendikbud, secara administratif sudah lengkap. Tahapan selanjutnya tinggal menunggu sidang penetapan di Jakarta.

“Pada tahap seleksi administrasi, ada beberapa poin yang direvisi agar dilengkapi. Namun, secara keseluruhan kedua kebudayaan yang kami ajukan tinggal menunggu penetapan,” terang Siti Fatimah, Jumat (26/9/2025).

Perempuan yang akrab disapa Fatim ini menambahkan, Tari Ronding merupakan kebudayaan asli Pamekasan. Seni pertunjukan ini sampai saat ini masih eksis dan dalam setiap kegiatan resmi Pemkab Pamekasan, selalu ditampilkan.

Tari Ronding merupakan tarian khas Pamekasan yang lahir pada awal abad 19 sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan di Kabupaten Pamekasan. Tari Ronding diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kemendikbud

Yang mengkawatirkan yaitu kondisi Wayang Kulit. Wayang kulit satu-satunya di Madura ini, merupakan koleksi pribadi Kosala Mahinda, penjaga Vihara Avalokitesvara Dusun Candi Utara, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Jumlah wayang milik Kosala itu, ada yang usianya lebih dari 3 abad dan masih tersimpan rapi dalam peti kayu.

“Ada wayang kullit yang berusia ratusan tahun dan ada pula yang baru. Kondisinya bisa punah jika tidak kita rawat bersama-sama,” imbuh Fatim.

Jumlah dalang wayang yang ada di Pamekasan, dikatakan Fatim, sudah semakin sedikit. Bahkan hanya tinggal seorang saja, dimana setiap pementasan hanya satu dalang.

“Sudah ada regenerasi dalang wayang kulit asli Madura dengan mendalang bahasa Madura. Makanya, kami lestarikan dengan pementasan rutin di Vihara tiap bulan agar generasinya jalan,” ungkapnya.

Tags: DisdikbudKabupaten PameksanKemendikbud RITari RondingVihara AvalokitesvaraWarisan Budaya Tak BendaWayang Kulit MaduraWBTBI
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version