• Terkini
  • Trending
  • Semua
Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

12 bulan lalu

Kegemaran Membaca di Pamekasan Peringkat 4 Terbawah se-Jatim

7 jam lalu

Pamekasan Dorong Pembayaran PBB-P2 Beralih ke Digital, Transaksi Pajak Dipantau Real Time

8 jam lalu

Pertamina Patraniaga Akui Ada Pengurangan Pertalite 6,8 Persen untuk Pamekasan

1 hari lalu

Warga Mengaku Korban Investasi Bodong Jarah Warung di Pamekasan

1 hari lalu
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Perketat Penggunaan Biosolar di Madura

DPRD Sebut Kuota Pertalite Pamekasan Dipangkas 6,8 Persen, Pemkab Bantah ada Pengurangan

2 hari lalu

Terungkap! Istri Kuli Bangunan asal Batumatmar Kabur dengan Seseorang

2 hari lalu

ICONIS ke-10 Angkat Jejak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk Rawat Tradisi Keagamaan Madura

2 hari lalu

Tarik Ulur Legislatif Eksekutif Pamekasan soal Raperda Pemerintahan Desa

2 hari lalu

13 Orang Pamekasan Jadi Korban Investasi Emas Bodong dan Laba Uang Tunai

3 hari lalu

Pesantren Syekh Abdurrahman Rabah Pamekasan Borong 3 Juara Nasional Bahasa Mandarin

3 hari lalu

Tidak Etis Anggota F-PPP Tinggalkan Forum Tanpa Izin dalam Sidang Paripurna DPRD Pamekasan

4 hari lalu

Peresmian Kopdes Merah Putih di Pamekasan Masih Terkatung-katung

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Jumat, September 11, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Budaya

Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Persyaratan secara administratif sudah lengkap tinggal menungu sidang ketiga dengan agenda penetapan.

oleh Taufiqur Rahman
26 September 2025
in Budaya
17 1
0
Wayang Kulit Madura dan Tari Ronding Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Sudirman, satu-satunya dalang berbahasa Madura saat pementasan di Lapangan Sedandang, Pamekasan. Wayang kulit Madura diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kemndikbud RI

0
SHARES
178
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, mengajukan dua kebudayaan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dua budaya itu berupa Wayang Kulit dan Tari Ronding.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Pamekasan, Siti Fatimah menjelaskan, dua kebudayaan yang diajukan ke Kemendikbud, secara administratif sudah lengkap. Tahapan selanjutnya tinggal menunggu sidang penetapan di Jakarta.

“Pada tahap seleksi administrasi, ada beberapa poin yang direvisi agar dilengkapi. Namun, secara keseluruhan kedua kebudayaan yang kami ajukan tinggal menunggu penetapan,” terang Siti Fatimah, Jumat (26/9/2025).

Perempuan yang akrab disapa Fatim ini menambahkan, Tari Ronding merupakan kebudayaan asli Pamekasan. Seni pertunjukan ini sampai saat ini masih eksis dan dalam setiap kegiatan resmi Pemkab Pamekasan, selalu ditampilkan.

Tari Ronding merupakan tarian khas Pamekasan yang lahir pada awal abad 19 sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan di Kabupaten Pamekasan. Tari Ronding diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) ke Kemendikbud

Yang mengkawatirkan yaitu kondisi Wayang Kulit. Wayang kulit satu-satunya di Madura ini, merupakan koleksi pribadi Kosala Mahinda, penjaga Vihara Avalokitesvara Dusun Candi Utara, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Jumlah wayang milik Kosala itu, ada yang usianya lebih dari 3 abad dan masih tersimpan rapi dalam peti kayu.

“Ada wayang kullit yang berusia ratusan tahun dan ada pula yang baru. Kondisinya bisa punah jika tidak kita rawat bersama-sama,” imbuh Fatim.

Jumlah dalang wayang yang ada di Pamekasan, dikatakan Fatim, sudah semakin sedikit. Bahkan hanya tinggal seorang saja, dimana setiap pementasan hanya satu dalang.

“Sudah ada regenerasi dalang wayang kulit asli Madura dengan mendalang bahasa Madura. Makanya, kami lestarikan dengan pementasan rutin di Vihara tiap bulan agar generasinya jalan,” ungkapnya.

Tags: DisdikbudKabupaten PameksanKemendikbud RITari RondingVihara AvalokitesvaraWarisan Budaya Tak BendaWayang Kulit MaduraWBTBI
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version