PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengaku bersyukur Pondok Pesantren Matsaratul Huda yang diasuhnya ditunjuk sebagai lokasi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.
Pelantikan PCNU Pamekasan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) di Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Jalan Kangenan, Pamekasan.
Mantan DPR RI tersebut mengatakan, penunjukan lokasi pelantikan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena diyakini membawa keberkahan dengan hadirnya para kiai dan pengurus besar Nahdlatul Ulama (NU).
“Saya bersyukur dengan hal ini. Artinya kita kebagian berokah karena saya yakin dengan berkumpulnya para kiai di sini akan membawa berkah,” kata Kholilurrahman saat ditemui di kediamannya disela-sela memantau persiapan pelantikan, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, penunjukan lokasi pelantikan dilakukan langsung dalam rapat internal panitia tanpa adanya permintaan dari pihak pesantren.
“Untuk tempat, kami tidak meminta atau diminta, tetapi langsung ditunjuk dalam rapat,” ujarnya.
Menurut dia, pelantikan tersebut rencananya juga akan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Selain itu, lanjut dia, Rois Syuriah PBNU asal Sumenep, Abd A’la, beserta sejumlah pengurus PBNU lainnya juga dijadwalkan hadir.
Kholilurrahman berharap momentum pelantikan tersebut dapat memperkuat peran NU di tengah masyarakat Pamekasan.
Ia menilai NU memiliki tantangan besar di Pamekasan sehingga membutuhkan pendekatan yang inklusif agar diterima seluruh kalangan masyarakat.
“Di Pamekasan tantangan untuk NU sangat berat, sehingga betul-betul tepat guna menentukan tips dan trik untuk diterima di seluruh kalangan,” katanya.
Menurut dia, perjuangan NU ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga harus mampu hadir dalam persoalan sosial masyarakat.
“Kita sebagaimana mungkin menghidupkan NU dan meratakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, NU sebagai organisasi sosial diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“NU dikenal sebagai organisasi sosial. Bagaimana bisa ikut bagian dalam perjuangan bangsa dan meratakan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.













