PAMEKASAN, MADURANET — Suasana Pringgitan Dalam Pendopo Ronggo Sukowati berubah hening dan tegang pada Selasa (18/11/2025). Pada pagi itu, Bupati Pamekasan dijadwalkan melantik sekaligus memutasi sejumlah pejabat tinggi pratama (JPT) atau eselon II dalam rotasi besar yang sejak beberapa hari terakhir ramai dibicarakan di internal birokrasi.
Sebelum acara dimulai, ketegangan terasa jelas. Tidak ada percakapan lantang terdenga, hanya bisik-bisik lirih yang saling berkelindan di antara kursi-kursi tamu.
Para pejabat eselon II yang hadir tampak duduk rapat, mengenakan setelan jas hitam yang seragam, berdiri kaku setiap kali protokol memberi arahan.
Wajah-wajah mereka tampak menahan ekspresi, seolah sedang menghitung kemungkinan posisi yang akan mereka tempati setelah pelantikan.
Di sisi lain ruangan, sejumlah wartawan menempati sudut-sudut strategis, kamera digantungkan di leher, bolpoin-siaga menunggu sambutan resmi.
Mereka sama diamnya dengan para pejabat, bukan karena tidak ingin berbicara, melainkan karena atmosfer pendopo benar-benar menekan ruang gerak.
Di depan, podium pelantikan telah disiapkan menghadap jajaran pejabat. Bendera Merah Putih serta panji Kabupaten Pamekasan berdiri berdampingan.
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah Bupati Pamekasan untuk melakukan penyegaran organisasi. Proses rotasi eselon II biasanya menyentuh jabatan-jabatan strategis yang menentukan arah kebijakan daerah, sehingga tidak mengherankan jika suasana hari ini penuh antisipasi dan kehati-hatian.
Hingga acara dimulai, ketegangan tetap menguasai ruangan. Semua mata tertuju ke depan. Semua menunggu nama-nama yang disebut. Dan semua memahami bahwa hari ini akan mengubah peta birokrasi Pamekasan.













