• Terkini
  • Trending
  • Semua
Kisah Kiai As’ad Selamatkan Diri dari Belanda Bertapa 2 Bulan di Gunung Kadur Pamekasan

Kisah Kiai As’ad Selamatkan Diri dari Belanda Bertapa 2 Bulan di Gunung Kadur Pamekasan

4 tahun lalu
Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

Bupati Pamekasan Rencanakan Penataan Wisata Sunset Capak Galis

9 jam lalu

BGN Tekankan Peran Daerah dan Kualitas Distribusi Program MBG di Madura

10 jam lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

2 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

2 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

2 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

2 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

3 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

3 hari lalu

Pengurus DKP Pamekasan 2025–2030 Dilantik, Fokus Pemajuan Kebudayaan hingga Desa

3 hari lalu

Truk Angkutan Galian C Masuk Kota Lindas Ibu Paru Baya di Dekat Arek Lancor

4 hari lalu

Ulama dan Petani Madura Bersatu Sambut Haji Her dan Gelar Istigasah Jelang Musim Tembakau

4 hari lalu

Kronologi Penangkapan Dua Perantara Sabu di Pademawu

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, April 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa

Kisah Kiai As’ad Selamatkan Diri dari Belanda Bertapa 2 Bulan di Gunung Kadur Pamekasan

Dalam pelariannya ke Madura, Kiai As'ad dikejar-kejar Belanda dan dikhianati oleh mata-mata Belanda

oleh Hasbi Amrullah
11 Agustus 2022
in Peristiwa
107 6
0
Kisah Kiai As’ad Selamatkan Diri dari Belanda Bertapa 2 Bulan di Gunung Kadur Pamekasan

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo KHR. Azaim Ibrahimy didampingi Banser NU saat napak tilas perjuangan KHR. As'ad Syamsul Arifin, Rabu (10/8/2022).

0
SHARES
1.1k
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET | Setahun menjelang kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1944,pahlawan nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin menjadi target penangkapan Belanda karena kemampuannya menggerakkan perlawanan melawan Belanda, terutama di wilayah Karesidenan Besuki, Jawa Timur dan sekitarnya. Di Karesidenan Besuki, Kiai As’ad memimpin pasukan militan Sabilillah.

Karena jadi target penangkapan, Kiai As’ad memilih menyelamatkan diri ke Madura. Tepatnya ke Pondok Pesantren Sumber Gayam, Kadur, Kabupaten Pamekasan. Di pesantren ini, Kiai As’ad bergabung dengan komandan laskar Sabilillah Madura, KH. Thoha Jamaluddin.

Namun, keberadaan Kiai As’ad di Sumber Gayam, masih terendus Belanda. Atas saran Kiai Thoha, Kiai As’ad menyingkir ke sebuah lokasi di Pancoran, Desa Kadur untuk meloloskan diri dari penangkapan Belanda. Belum tiba di Pancoran, pesantren Sumber Gayam sudah dibom Belanda. Beruntung bom itu tidak meledak.

Bom berkekuatan besar yang gagal meledak itu, kini dibuat bel sebagai penanda kegiatan pesantren sehari-hari.

Belanda masih penasaran karena belum bisa menangkap Kiai As’ad. Melalui mata-mata yang disebarkan, Belanda mengendus keberadaan Kiai As’ad di Pancoran. Di Pancoran ini, Kiai As’ad juga membawa 2 putri Kiai Thoha agar tidak dibunuh Belanda. Bergegaslah pasukan Belanda ke Pancoran. Namun Kiai As’ad kembali harus pergi menyelamatkan diri ke wilayah Kadur Atas.

“Dalam pelarian ke Kadur Atas, 2 putri Kiai Thoha yang dibawa Kiai As’ad dititipkan di Pancoran. Kiai As’ad melanjutkan pelariannya ke Kadur Atas karena terus didesak Belanda,” kata Fudholi, pengurus Ikatan Santri Salafiyah Syafiiyah Sukorejo (IKSASS) Pamekasan.

Napak tilas perjuangan Kiai As’ad Syamsul Arifin dilakukan oleh KHR. Azaim Ibrahimy bersama ribuan santri dan masyarakat.


Di Kadur Atas, Kiai As’ad memilih bertapa selama kurang lebih 2 bulan. Kiai As’ad tidak sendiri dalam pertapaannya, melainkan ditemani seorang pria bernama Soleh.

Di sela-sela pertapaannya, Kiai As’ad pernah menunjuk ke arah timur kepada Soleh yang kondisinya gelap. Kiai As’ad meminta Soleh untuk memasang lampu di tempat gelap itu.

Isyarat lampu itu di kemudian diterjemahkan menjadi sebuah pelita bernama lembaga pendidikan Riyadus Sholihin, tempat dimana Kiai Soleh saat ini tinggal.

Di tengah pelariannya ke Madura, Laskar Sabilillah di Besuki terus melakukan perlawanan kepada Belanda. Namun mereka lemah karena tidak adanya Kiai As’ad sebagai komandan. Banyak anggota laskar Sabilillah yang ditangkap dan dipenjara oleh Belanda.

Kondisi ini kemudian sampai kepada Kiai As’ad. Bahkan, keluarga Kiai As’ad di Pondok Pesantren Sukorejo, juga terancam keselamatannya oleh Belanda.

Melihat kondisi tersebut, Komandan Pusat Laskar Sabilillah KH. Wahab Chasbullah, meminta kepada Kiai Thoha agar Kiai As’ad menyerahkan diri terlebih dahulu kepada Belanda demi keselamatan pesantren dan laskar Sabilillah yang lebih dulu sudah ditangkap.

Akhirnya, Kiai As’ad menyerahkan diri dan ditahan oleh Belanda di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Jalan perjuangan itu kemudian direfleksikan oleh ribuan santri dengan napak tilas pada Rabu (10/8/2022). Napak tilas dimulai dari Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kadur, dan finish di lembaga pendidikan Riyadus Sholihin Kadur Atas.

Napak tilas dipimpin langsung cucu Kiai As’ad, KH. Azaim Ibrahimy yang kini meneruskan perjuangan Kiai As’ad sebagai pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kiai Azaim dalam keterangannya menjelaskannya, napak tilas digelar dalam rangka meneladani perjuangan Kiai As’ad untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia sejak Kiai As’ad menjadi ketua Laskar Sabilillah wilayah Keresidenan Besuki, Jawa Timur tahun 1943.

Dijelaskan Kiai Azaim, saat di Jawa, Kiai As’ad bersama dengan pelopor perjuangan Sabilillah yang dibentuknya, gigih berperang melawan Belanda. Karena kegigihannya, Kiai As’ad menjadi target Belanda untuk dipenjarakan.

“Kiai As’ad gigih sekali dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Maka patut kita meneladani patriotisme dan nasionalisme Kiai As’ad, terutama saat menjelang HUT RI ke-77 tahun ini,” terang Kiai Azaim.

Napak tilas perjuangan Kiai As’ad juga pernah dilakukan pada November 2016 lalu dengan rute perbatasan Kabupaten Bondowoso menuju Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Dalam kisahnya, sekitar September 1945,Kiai As’ad bersama Laskar Sabilillah hendak menyerbu markas Jepang di daerah Grahab, Kabupaten Jember. Dalam misi penyerbuan itu, Kiai As’ad berhasil melucuti senjata Jepang tanpa pertempuran dan negosiasi yang alot hingga Jepang terusir dari Jember dan Indonesia. Bahkan senjata Jepang dikuasai oleh rakyat.

Tags: Al FalahHUT RIKiai As'adSitubondoSukorejoSumber Gayam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version