PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai menyiapkan distribusi air bersih untuk menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Sebanyak tiga armada tangki air disiagakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan kesiapan armada dilakukan lebih awal mengingat musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi memperluas wilayah terdampak kekeringan.
“Karena ada fenomena ini, kemungkinan wilayah yang terdampak bertambah itu ada. Namun, untuk saat ini yang terdampak masih relatif sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Dhofir, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, BPBD tidak hanya mengandalkan armada milik pemerintah daerah. Jika jumlah desa terdampak meningkat, distribusi air bersih juga akan melibatkan pihak ketiga, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kami sudah menyiapkan tiga armada tangki air. Nanti juga akan bekerja sama dengan pihak lain dan menyesuaikan dengan jumlah desa penerima bantuan,” ujarnya.
Meski armada telah disiapkan, BPBD masih menunggu hasil verifikasi usulan desa yang berpotensi mengalami kekeringan. Saat ini proses pendataan masih berlangsung di tingkat kecamatan.
Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan Surat Keputusan (SK) Bupati yang memuat daftar desa beserta jumlah dusun terdampak. Dalam SK itu juga akan dicantumkan kategori wilayah, yakni kering langka atau kering kritis, sebagai dasar penyaluran bantuan air bersih.
Dhofir menjelaskan, fenomena El Nino diperkirakan membuat jumlah desa penerima bantuan bertambah dibandingkan tahun lalu. Berbeda dengan 2025 yang dipengaruhi La Nina atau kemarau basah, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering sehingga berpotensi memunculkan usulan desa-desa baru yang membutuhkan distribusi air bersih.
“Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Karena itu, kami melakukan persiapan lebih awal agar distribusi air bersih dapat segera dilakukan setelah data desa terdampak ditetapkan,” katanya.
Tahun ini, BPBD Pamekasan memprediksi potensi kekeringan terjadi di seluruh kecamatan di Pamekasan, kecuali Kecamatan Pakong. Sedangkan 12 kecamatan lainnya, berpotensi mengalami kekeringan. Empat kecamatan paling parah yakni Kecamatan Batumarmar dengan 11 desa terdampak. Kecamatan Waru dengan 11, Kecamatan Palengaan dengan 10 desa terdampak, dan Kecamatan Tlanakan dengan 10 desa terdampak.
Sedangkan Kecamatan Pamekasan, yang sebelumnya tidak pernah merasakan dampak kekeringan, tahun ini diprediksi ada satu desa dengan 3 dusun yang akan terdampak.
Secara keseluruhan, desa yang diprediksi terdampak kekeringan tahun ini, berjumlah 85 desa yang terbagi ke dalam 338 dusun se-Kabupaten Pamekasan.













