• Terkini
  • Trending
  • Semua

Demam Piala Dunia 2026 Menjalar ke Pesisir Pamekasan Madura

3 jam lalu

9 Kapus di Pamekasan Masih Berstatus Plt, Pemkab Targetkan Tahun Ini Definitif

4 jam lalu

Bupati Sidak RSUD Smart, Nilai Pelayanan Sudah Baik dan Minta Evaluasi Dilakukan Berkala

7 jam lalu

1.384 Jemaah Pamekasan Raih Predikat Haji Pemkab Ajak Mereka Jadi Teladan Masyarakat

2 hari lalu

DBHCHT Pamekasan Turun 50 Persen, BLT 2026 Hanya Cukup untuk Buruh Rokok

2 hari lalu

Guru ASN Tetap Masuk Meskipun Liburan

3 hari lalu

Setengah Ons Narkoba Jerat Tiga Tersangka di Pamekasan

3 hari lalu

Pamekasan Raih Penghargaan SDM Kesehatan Terbaik se-Jawa Timur, Geser Surabaya dari Posisi Puncak

3 hari lalu

Program Rutin Pamekasan Bersih Bakal Diperluas ke Seluruh Kecamatan

4 hari lalu

Sistem Buka Tutup Jalan Raya Tangkel Berakhir Hingga Minggu Depan

4 hari lalu

IBS PKMKK dan Desa Lancar Mulai Survei Calon Lahan Wisata Edukatif-Religius

4 hari lalu

Polemik PT KAI dengan Pemilik Warung Makan di Pamekasan akan Berlanjut ke Polda Jatim

4 hari lalu

PCNU Pamekasan: Penggunaan APBN untuk Kurban Dibolehkan, Asal Tak Ganggu Kepentingan Publik

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Juni 22, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Olahraga Bola

Demam Piala Dunia 2026 Menjalar ke Pesisir Pamekasan Madura

Euforia FIFA World Cup 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko terasa hingga pelosok pesisir Madura. Puluhan warga Desa Branta Pesisir, Pamekasan, turun ke jalan melakukan konvoi sambil mengenakan atribut tim nasional Argentina, Senin (22/6/2026).

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
22 Juni 2026
in Bola, Olahraga
10 0
0

Potret semangat fans Argentina asal Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan di Pildun 2026, Senin, (22/6/2026).

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Gemuruh pesta sepak bola dunia tak hanya terasa di stadion-stadion megah Amerika Utara. Di sudut pesisir Madura, tepatnya di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, semangat FIFA World Cup 2026 menjelma menjadi perayaan rakyat yang penuh warna.

Senin (22/6/2026) sore, lebih dari 50 warga yang didominasi kalangan pemuda dan anak-anak turun ke jalan melakukan konvoi keliling kampung. Dengan mengenakan jersey khas Argentina national football team, membawa bendera hingga berbagai atribut sepak bola, mereka mengitari desa sebelum akhirnya berkumpul di kawasan Dermaga Branta Pesisir yang menjadi pusat perayaan.

Bagi warga setempat, momentum empat tahunan itu bukan sekadar menonton pertandingan sepak bola dunia. Ada semangat kebersamaan yang sengaja dibangun agar euforia Piala Dunia menjadi ruang mempererat solidaritas sosial masyarakat.

Ka Zen, warga Branta Pesisir yang dikenal sebagai salah satu penggila sepak bola sekaligus inisiator “kampung Piala Dunia” di wilayah tersebut, mengatakan tradisi menyambut Piala Dunia di kampungnya sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

“Ini berawal dari arak-arakan kecil pada 2016 lalu. Sejak itu, setiap ada Piala Dunia, masyarakat selalu menyambut dengan cara seperti ini,” kata Ka Zen.

Menurut dia, seluruh atribut yang digunakan dalam perayaan tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat. Mulai dari dekorasi kampung, bendera, atribut negara peserta, hingga berbagai ornamen sepak bola yang dipasang di rumah-rumah warga. Bahkan rumah miliknya kini dipenuhi berbagai foto pemain dunia dan pernak-pernik bertema Piala Dunia.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dibangun untuk mengarahkan antusiasme anak muda ke aktivitas positif, sekaligus menjauhkan masyarakat dari praktik perjudian yang kerap muncul saat perhelatan sepak bola internasional berlangsung.

“Kami ingin anak-anak muda menikmati Piala Dunia tanpa judi. Ini cara kami menumbuhkan solidaritas, kebersamaan, dan membuat masyarakat punya kegiatan positif bersama,” ujarnya.

Tak berhenti pada konvoi, warga juga rutin menggelar nonton bareng setiap pertandingan berlangsung. Antusiasme itu bahkan terasa begitu kuat ketika Argentina bertanding, tim favorit mayoritas warga setempat.

“Kalau Argentina main, nelayan saja banyak yang tidak melaut demi nonton bareng,” kata Zen sambil tertawa.

Ka Zen menambahkan, konvoi kali ini menjadi yang kedua selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung. Sebelumnya, saat pembukaan turnamen, warga juga menggelar parade serupa dengan melibatkan pendukung berbagai negara peserta.

“Kalau pembukaan kemarin semua fans dari berbagai negara ikut. Sekarang khusus Argentina,” ucapnya.

Di tengah keramaian itu, perhatian warga tertuju pada sosok Safik, seorang suporter yang rela mengecat hampir seluruh tubuhnya dengan warna biru-putih khas Argentina. Penampilannya membuat ia dijuluki maskot tak resmi dalam konvoi tersebut.

Safik mengaku sengaja melakukan hal itu sebagai bentuk dukungan sekaligus pesan bagi generasi muda agar tetap menjaga persatuan melalui momentum olahraga dunia.

“Ini saya lakukan untuk kemajuan generasi ke generasi. Agar mereka bisa kompak dan tetap menjaga persatuan. Mari getarkan batiniah kita, jangan sia-siakan momen empat tahun sekali ini,” kata Safik.

Semangat serupa juga datang dari kalangan perempuan. Sultonah dan Sandra, dua warga yang ikut mengenakan atribut Argentina, mengaku sengaja ikut turun ke jalan demi menjaga kekompakan masyarakat.

“Demi kekompakan, meski perempuan kami juga harus ikut memeriahkan. Apalagi kami memang suka Argentina,” kata mereka.

Keduanya juga mengapresiasi dukungan aparat keamanan setempat yang memberikan izin sehingga kegiatan berjalan lancar dan tertib.

Di sisi lain, kemeriahan konvoi ternyata membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil di sekitar dermaga. Puluhan lapak UMKM terlihat dipadati warga yang berkumpul usai konvoi berlangsung.

Ahmadi, salah satu pedagang pentol di lokasi, mengaku dagangannya laris manis sejak sore hari. Ia berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan karena memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat kecil.

“Alhamdulillah ramai sekali hari ini. Dagangan cepat habis. Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan jadi berkah untuk semua,” tutup Ahmadi.

Kampung Piala Dunia yang Redup

Puluhan tahun, Desa Tentenan Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, selalu menyandang status sebagai kampung piala dunia. Rumah-rumah warga dicat sesuai dengan warna negara favorit dan pemain andalannya, jalan kampung penuh dengan mural pemain figur dan bendera kontestan piala dunia, pernak-pernik piala dunia begitu ramai, lokasi nonton bareng selalu ramai meskipun dini hari.

Namun, situasi itu sudah tak tampak lagi. Gambar-gambar mural sudah pudar karena bekas lukisan lima tahun yang lalu. Sebagian gambar-gambar di tembok, sudah diganti dengan banner.

Pudarnya kemeriahan piala dunia di desa ini, disebabkan syndrom timnas Argentina yang sudah juara dunia 2021 lalu. Mayoritas, penduduk desa Tentenan Timur adalah pendukung Timnas Argentina. Saat Argentina juara, desa ini menggelar pesta meriah. Para pendukungnya konvoi keliling antar desa, dengan membentangkan bendera raksasa dan menyalakan kembang api beserta flare.

Moh. Lutfi, salah satu warga Tentenan Timur mengatakan, antusiasme masyarakat menurun karena jagoan mereka Timnas Argentina sudah juara untuk yang ketiga kalinya. Oleh sebab itu, para pendukungnya sudah merasa puas.

”Beberapa kali Argentina melaju ke final, namun tahun 2021 kemarin baru angkat piala setelah menang adu pinalti melawan Prancis,” ujar Lutfi.

Selain karena syndrome, jam pertandingan banyak yang bersamaan dengan jam kerja. Mayoritas masyarakat Tentenan Timur bekerja di pagi sampai siang sehingga mereka sibuk di tempat kerja masing-masing.

“Masyarakat lebih fokus ke urusan kerja sehingga nontonnya di tempat kerja masing-masing,” ungkap Lutfi.

Tags: ArgentinaBranta pesisirFifa World Cup 2026OlahragaPiala Dunia 2026Sepak BolaWarga Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version