PAMEKASAN, MADURANET – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan berencana melakukan inspeksi langsung ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia makanan dalam program tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, yang dimandatkan sebagai Ketua Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke dapur-dapur SPPG untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar.
“Kedepan, terkait permasalahan SPPG dan MBG ini akan segera kami tindak lanjuti agar pelaksanaannya ke depan berjalan lebih baik,” kata Sukriyanto, Jumat (13/3/2026).
Ia menegaskan, Satgas tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran serius, terutama yang berpotensi membahayakan penerima manfaat program.
“Kami dari Satgas akan menindak tegas apabila ada temuan, seperti keracunan atau hal lain yang membahayakan,” ujarnya.
Sukriyanto menjelaskan, dalam sidak tersebut tim Satgas akan memeriksa sejumlah aspek penting dalam operasional dapur SPPG.
Beberapa di antaranya meliputi kelayakan menu makanan, perizinan operasional, hingga keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurut dia, pemeriksaan menyeluruh diperlukan agar standar kesehatan dan keamanan dalam program MBG benar-benar terpenuhi.
Wakil Bupati Pamekasan tersebut mengatakan, inspeksi tersebut rencananya akan dilaksanakan setelah perayaan Idul Fitri.
Sebelum sidak dilakukan, Satgas MBG akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
”Nanti saya akan panggil Korwil BGN Pamekasan untuk membahas ini,” lanjutnya.
Ia menambahkan, Pertemuan tersebut juga akan melibatkan Sekretaris Daerah serta OPD terkait, di lingkungan kerja Kabupaten Pamekasan.
“Selasa depan kami akan bertemu dengan Sekda dan OPD terkait untuk membahas jadwal turun lapangan itu. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukriyanto juga mengungkapkan bahwa Satgas MBG telah memberikan teguran tertulis kepada salah satu dapur penyedia makanan di wilayah Kota Pamekasan.
Teguran itu diberikan setelah ditemukan ketidaksesuaian dalam proses operasional dapur.
Ia menegaskan, Satgas tidak akan ragu menutup sementara dapur yang tidak kooperatif atau tidak bersedia mengikuti pembinaan.
“Sementara ini ada satu dapur yang mendapatkan teguran tertulis,” pungkas Sukriyanto.













