PAMEKASAN, MADURANET – Sarasehan Budaya dan Temu Tokoh Pemuda serta Budayawan Madura, menjadi ruang bagi pemuda Pamekasan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Mulai dari penambahan fasilitas cuci darah bagi pasien gagal ginjal, hingga usulan menjadikan festival budaya sebagai agenda tahunan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan bertema ’Dari M. Tabrani untuk Indonesia’ di kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang digelar Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), dan KNPI Pamekasan itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.
Ketua AJP Khairul Umam mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk menghidupkan kembali semangat kebudayaan sekaligus mengenang M. Tabrani, tokoh asal Pamekasan yang dikenal sebagai penggagas nama Bahasa Indonesia.
”Tabrani juga memiliki latar belakang sebagai jurnalis dengan idealisme kuat,” Mas Irul, Jumat (30/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Khairul juga menitipkan sejumlah aspirasi, termasuk penambahan fasilitas hemodialisis bagi ratusan pasien gagal ginjal, yang masih mengantre layanan di Pamekasan.
”Kami juga mengusulkan, agar sarasehan budaya dan festival tradisional Pamekasan, masuk kalender kegiatan tahunan,” katanya.
Tidak kalah penting, kata Irul dihadapkan perwakilan Pemprov Jatim, agar sejumlah masjid di Surabaya dibuka hingga malam untuk memudahkan warga yang membutuhkan tempat beribadah.
Ketua DKP Pamekasan Arif Wibisono menilai, Pamekasan memiliki posisi penting dalam sejarah kebangsaan karena menjadi tanah kelahiran M. Tabrani.
”Mari jadikan kebudayaan sebagai kekuatan pemersatu, sekaligus menjaga kesenian tradisional, seperti musik daul, pencak silat, dan sastra lokal,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Pamekasan Haidar Ansori mengajak pemuda tidak berhenti mengenang sejarah, tetapi mengambil peran dalam membangun masa depan.
Ia mendorong generasi muda mengembangkan wirausaha dengan mengolah potensi lokal, seperti batik dan kuliner, menjadi produk bernilai ekonomi melalui pemanfaatan teknologi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyatakan dukungan, apabila sarasehan dan festival kebudayaan dijadikan agenda rutin tahunan.
Menurut dia, kegiatan semacam itu dapat menjadi ruang menjaga persatuan, sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Terkait kebutuhan layanan cuci darah, Kholilurrahman menyampaikan bahwa rumah sakit daerah telah menyiapkan penambahan 11 mesin hemodialisis. Saat ini, fasilitas tersebut sedang dalam tahap penyiapan operator dan petugas agar dapat segera dioperasikan.
”Komitmen kami bagaimana mengembangkan tiga bidang, yakni olahraga, kesenian, dan kebudayaan,” paparnya.
Pengembangan olahraga, kata dia, termasuk membuka ruang bagi cabang baru seperti berkuda dan kickboxing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur Imam Hidayat yang mewakili gubernur, jajaran Forkopimda, tokoh agama, budayawan, serta tokoh pemuda Madura.
Selain sarasehan, acara diisi dengan penampilan musik daul, pencak silat, pemutaran dokumenter sejarah Pamekasan dan M. Tabrani, santunan anak yatim dan kaum dhuafa, serta pembacaan puisi. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyalaan obor kebudayaan, dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda bersama ribuan pemuda di kawasan Arek Lancor.













