PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman, mengajak masyarakat pesisir mempertahankan tradisi petik laut, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkuat persaudaraan antarnelayan. Tradisi tersebut juga dinilai penting, untuk menjaga semangat generasi muda agar tidak meninggalkan profesi nelayan.
Hal itu disampaikan Kholilurrahman dalam Resepsi Petik Laut dan Pelepasan Gitek di Desa Pagagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (29/10/2026).
Ia mengatakan, pekerjaan nelayan memiliki risiko besar sehingga perlu diiringi doa dan rasa syukur agar aktivitas melaut membawa keselamatan serta kesejahteraan.
“Acara petik laut ini bentuk syukur sekaligus selamatan warga nelayan. Kita tahu pekerjaan nelayan penuh tantangan dan risiko. Karena itu, kita memohon kepada Allah agar pekerjaan nelayan membawa keselamatan dan kemakmuran,” ujarnya.
Menurut Kholilurrahman, nelayan memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama protein dari hasil laut. Karena itu, ia meminta para nelayan tidak merasa rendah diri terhadap profesinya, dan berharap pemerintah memberi perhatian terhadap kebutuhan mereka.
Ia juga menyoroti kecenderungan generasi muda yang mulai enggan melaut karena menganggap profesi nelayan kurang bergengsi. Padahal, menurut dia, pekerjaan tersebut memiliki nilai ekonomi dan peran penting bagi masyarakat. Ia mengajak keluarga nelayan tetap bersyukur serta berbagi rezeki dengan anak yatim dan lembaga pendidikan.
Selain menjadi tradisi budaya, petik laut dinilai dapat mempererat hubungan nelayan lintas desa hingga kabupaten. Pertemuan dan silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan tersebut, diharapkan mengurangi potensi perselisihan saat melaut.
Kepala Desa Pagagan Mohammad Huri mengatakan, petik laut telah menarik pengunjung dari luar desa dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Menurut dia, sekitar 200 pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan tersebut, bahkan sebagian mulai membuka usaha sejak sekitar setengah bulan sebelum acara puncak.
Huri berharap, tradisi petik laut terus dipertahankan karena manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan budaya dan hiburan, tetapi juga memperkuat persaudaraan serta menggerakkan ekonomi warga pesisir.
”Mari jaga kebersamaan dan kebanggaan terhadap profesi sebagai nelayan,” pungkasnya.












