PAMEKASAN, MADURANET – Rencana sejumlah pabrik asal China akan dipindah ke Kawasan Industri Madura, di Bangkalan, merupakan angin segar bagi warga Madura. Sebab adanya pabrik yang bergerak di sektor padat karya ini, akan menyerap ribuan tenaga kerja.
Hanya saja, sebelum pabrik itu dipindah ke Madura, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena ini penting menyangkut Madura kedepan. Sebab dikhawatirkan bisa membawa dampak kurang baik bagi kondisi Madura.
Ketua Lembaga Pusat Penelitian Pengembangan Madura (LP3M) Pamekasan, Suroso, menyatakan pihaknya mendukung adanya industri di Madura. Hanya saja perlu keterlibatan ulama dan parah tokoh Madura. Khususnya dalam proses perencanaan dan pengawasan, agar keberadaannya tidak merusak tatanan dan akar budaya Madura.
“Dengan adanya industri di Madura, pasti banyak tenaga kerja dari luar Madura. Apalagi jika tenaga kerja yang didatangkan dari luar negeri hanya sebagai pekerja kasar. Sehingga membanjirnya tenaga asing, di kawasan industri dengan latar budaya dan norma sosial yang berbeda-beda, bila tidak dilakukan pengawasan, akan berdampak negatif terhadap tatanan dan akar budaya Madura,” ujar Suroso, kepada Maduranet, Kamis (13/8/2026).
Suroso, mantan konsultan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur mempertanyakan,
apakah Bangkalan yang dijadikan tempat pindahan pabrik-pabrik China sudah dilakukan kajian hal azas manfaat dan mudaratnya bagi sosial, ekonomi dan politis masyarakat Madura.
Kemudian jika sudah dilakukan, apakah melibatkan akademisi, tokoh dan ulama Madura, lalu bagaimana hasilnya. Dan begitu juga dengan mesin-mesin serta peralatan akan digunakan barang bekas atau sudah kadaluarsa. Kemudian, bagaimana dengan regulasi yang mengatur penggunaan tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal yang maksimal.
“Lalu, apakah para ulama dan tokoh-tokoh Madura mendukung dan setuju terhadap rencana pemindahan pabrik China ke Madura. Begitu pula bagaimana sistem pengawasan terhadap tenaga kerja asing yang dipekerjakan di pabrik itu,” pungkas Suroso.
Sekadar diketahui, industri yang disiapkan mempunyai karakter manufaktur dan pengolahan yang cukup beragam. Di antaranya pabrik plastik, pabrik benang, furniture, cokelat, matras, pengalengan ikan, kemasan makanan, semuanya diperuntukkan untuk ekspor.
Dan rencana pemindahan pabrik asal China ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kawasan Industri di Guangdong, China dengan Wiraraja Madura Industrial Park. Kerja sama itu menjadi bagian dari skema Two Countries Twin Park antara Indonesia dan China.













