PAMEKASAN, MADURANET – Nilai dalam Surat Ali Imran ayat 134 menjadi pesan utama dalam khutbah Idul Fitri di Masjid Jamik Nurul Hidayah Kembang Kuning, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.
Mohammad Holis, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pamekasan saat mengisi khutbah Idul Fitri menjelaskan, ayat tersebut menjelaskan ciri orang bertakwa, yakni mampu menahan amarah, memaafkan sesama, serta gemar berbagi dalam kondisi apa pun.
“Keberhasilan puasa bukan pada selesainya Ramadan, tetapi pada perubahan sikap setelahnya,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia menekankan, Idul Fitri seharusnya menjadi momentum refleksi atas hasil ibadah selama sebulan penuh. Nilai puasa harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Menurut mantan Kepala MTs Negeri Sumber Bungur Pakong ini, kemampuan mengendalikan emosi menjadi kunci penting dalam kehidupan sosial. Sikap saling memaafkan juga dinilai dapat memperkuat hubungan antarindividu.
Dalam khutbah tersebut, kata Holis, puasa dipahami sebagai latihan pengendalian diri. Hasilnya tidak hanya berdampak pada aspek spiritual, tetapi juga pada keseimbangan emosional.
“Orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan akan lebih stabil secara emosional dan sosial,” tuturnya.
Wakil Direktur Islamic Boarding School Padepokan Kiyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) ini menambahkan, nilai berbagi yang terkandung dalam ayat tersebut juga menjadi fondasi kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Hal ini relevan di tengah kondisi sosial yang kerap diwarnai konflik. Penguatan nilai pengendalian diri dan empati diharapkan mampu menjaga keharmonisan,” tegasnya.
Dengan demikian, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi sebagai awal untuk menjaga karakter yang telah dibentuk selama Ramadan.













