PAMEKASAN, MADURANET – Tahun ini, Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK), Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, telah menetaskan lulusan angkatan pertama untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ada 9 siswi yang telah dinyatakan lulus.
Proses lepas pisah dilaksanakan di halaman gedung IBS PKMKK, Rabu (4/6/2025). Sembilan siswi terharu dengan lepas pisah yang dimpimpin oleh Nyai Hj Wiqoyah. Satu persatu, siswi tak mampu menahan air mata karena, setelah 3 tahun mereka bersama-sama mengenang perjalanan menjadi siswi perintis di IBS PKMKK.
Direktur IBS PKMKK Dr. KH. Ahmad Muhlis mengatakan, 9 siswi yang lulus itu merupakan generasi yang membanggakan. Awalnya, mereka berjumlah 11 orang. Namun di tengah perjalanan, ada yang terseleksi secara alamiah sehingga menyisakan 9 orang.
“Mereka inilah para siswi yang membanggakan. Saya pastikan mereka bisa baca kitab kuning, minimal Safinatun Najah dan Fathur Qorib secara makna, maksud bacaan dan i’robnya, karena saya langsung yang membimbing mereka di kelas akhir di samping ustad-ustad yang lain di pelajaran Nahwu dan Shorrofnya,” ujar Kiai Muhlis.
Dosen Universitas Negeri Madura ini menambahkan, selain mereka sudah bisa baca kitab kuning, hafalan Al Qur’an dan hafalan Hadisnya cukup bagus. Ada yang sudah 7 juz dan puluhan hadis. Saya berharap hafalan mereka terus dijaga, dilanjutkan dan ditingkatkan.
“Mereka juga memproduk berbagai karya visula yang jumlahnya ratusan, menulis buku dan artikel yang cukup bagus. Semoga ilmu mereka barokah,” imbuhnya.
Dari 9 siswi yang lulus itu, 3 di antaranya memilih tidak melanjutkan ke jenjang Madrasah Aliyah di IBS PKMKK yang baru dirintis tahun ini. Mereka ada yang melanjutkan ke pesantren lain, seperti ke Pondok Pesantren Darul Lughah Kraksaan Probolinggo dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo.
“Tahun ini keluar 3 dari IBS PKMKK, tapi yang masuk 84 orang. Santri yang masih ingin masuk ke IBS PKMKK masih banyak. Saya hitung lebih dari 30 orang, tapi pendaftaran sudah ditutup sejak 3 bulan yang lalu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MTs N 3 Pamekasan, Agus Budi Heriyanto menjelaskan, MTs di IBS PKMKK berinduk ke MTs N 3 Pamekasan. Namun meskipun IBS PKMKK merupakan cabang, ternyata banyak kelebihannya dibanding induknya. Misalnya, dari kurikulum, di IBS PKMKK bisa mengintegrasikan dengan pelajaran pesantren.
“Di IBS PKMKK tidak ada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Ahlak, Fiqih. Yang pelajaran umum hanya Matematika, IPS, IPA, Bahasa Inggris dan Olahraga. Namun output dan outcome-nya bagus dan kami di MTs N 3 Pamekasan telah mengadopsinya,” kata Agus.
Selain itu, MTs di IBS PKMKK berbeda dengan madrasah lainnya. Seperti 1 anak satu perangkat digital laptop. Bahkan, para siswa dan siswi di IBS PKMKK memiliki kontribusi besar dalam pencapaian prestasi di MTs 3 Pamekasan. Sepanjang tahun 2024, sudah ada 1.127 kejuaraan yang diperoleh dan IBS PKMM termasuk menyumbang piala yang cukup banyak.
“Dalam ajang OSN, kita ikutkan 9 anak. 5 orang dari mereka dari IBS PKMKK. Secara kauantitatif dengan jumlah siswa 800 orang, madrash induk menyumbang 4 siswa dan IBS PKMKK dengan jumlah sisa 80 orang, menyumbang 5 siswa, menandakan bahwa IBS PKMKK memiliki standar dan jaminan mutu yang baik,” ungkapnya.
Agus mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada direktur IBS PKMKK, serta para guru, ustad dan ustadzah sudah membimbing anak-anak mencapai prestasi sampai pada puncak kelulusan.














Comments 1