• Terkini
  • Trending
  • Semua
Kiprah Kiai Muhamad Thoha Mendirikan NU di Pamekasan hingga Jadi Anggota Konstituante

Kiprah Kiai Muhamad Thoha Mendirikan NU di Pamekasan hingga Jadi Anggota Konstituante

5 tahun lalu

PCNU Pamekasan Desak Pemerintah Segera Berlakukan Cukai Golongan III di Madura

1 hari lalu

Harga Plastik Global Naik, Pedagang Garam di Pamekasan Tertekan Biaya Produksi

2 hari lalu

Kapolres Pamekasan Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima saat Kunker

2 hari lalu

BGN Pamekasan Ingatkan Warga Waspada Dugaan Penipuan Program MBG

2 hari lalu

KONI Pamekasan Minta Perbaikan Fasilitas Olahraga Jelang Porprov

3 hari lalu
Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

Wujud Peduli Lingkungan AJP Tanam Mangrove dan Lepas Burung ke Udara

3 hari lalu

Pengurus DKP Pamekasan 2025–2030 Dilantik, Fokus Pemajuan Kebudayaan hingga Desa

3 hari lalu

Truk Angkutan Galian C Masuk Kota Lindas Ibu Paru Baya di Dekat Arek Lancor

4 hari lalu

Ulama dan Petani Madura Bersatu Sambut Haji Her dan Gelar Istigasah Jelang Musim Tembakau

4 hari lalu

Kronologi Penangkapan Dua Perantara Sabu di Pademawu

4 hari lalu
Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

Pemerhati Tembakau Soroti Maraknya Rokok Tanpa Cukai Akibat Kebijakan Pemerintah Tak Populis

5 hari lalu

Jemaah Calon Haji Pamekasan 2026 Berangkat Sesuai Jadwal

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, April 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

Kiprah Kiai Muhamad Thoha Mendirikan NU di Pamekasan hingga Jadi Anggota Konstituante

Waktu mendirikan NU bersama dengan ulama yang lain, KH. Muhammad Thoha masih berusia 26 tahun dan sudah mendirikan pesantren.

oleh Taufiqur Rahman
17 November 2020
in Pendidikan
151 6
0
Kiprah Kiai Muhamad Thoha Mendirikan NU di Pamekasan hingga Jadi Anggota Konstituante

KH. Afifuddin Thoha, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan

0
SHARES
1.6k
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – KH. Muhammad Thoha bin KH. Jamaluddin, pendiri Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, Kadur, Pamekasan memiliki peran besar terhadap lahirnya Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pamekasan. Ia bersama-sama dengan ulama yang lain, memprakarsai kelahiran organisasi Ahlussunnah wal Jamaah pada tahun 1928 silam.

Kiprah Kiai Thoha dalam kelahiran NU, diungkap oleh Rois PCNU Pamekasan, KH. Afifuddin Thoha, dalam sambutan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Al Falah, Sumber Gayam, Senin (16/11/2020) di hadapan para alumni dan simpatisan di halaman pondok pesantren.

Kiai Afifuddin menjelaskan, tahun 1928 Kiai Thoha diundang oleh KH. Siradj, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet untuk mendirikan NU. Ulama yang lain yang ikut diundang yaitu KH. Badruddin Panyepen, KH. Zayyadi Padukoan, KH. Mudhar Sumber Nangka atas permintaan dari Hadratus Syaikh KH. Wahab Chasbullah Tambak Beras, Jombang.

“Kiai Siradj Bettet masih bersahabat dengan Kiai Wahab Chasbullah waktu mondok di Makkah. Maka pendirian NU di Pamekasan diterima oleh para ulama Pamekasan yang di dalam pendiriannya, termasuk Kiai Thoha di dalamnya. Sejarah ini sudah berdasarkan penelitian,” ujar Kiai Afifuddin.

Pada awal pendirian NU, masyarakat mengenalnya dengan istilah Nahdlah. Setiap ada kegiatan pengajian di tengah-tengah masyarakat, selalu disebut dengan pengajian nahdlah. Saat NU didirikan di Pamekasan, usia NU sudah 2 tahun sejak dilahirkan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Jadi, yang melekat di masyarakat adalah istilah nahdlah.

“Setelah NU didirikan di Pamekasan, kiprah Kiai Thoha dalam pendidikan di pesantren dan masyarakat sudah berjalan. Sehingga, pondok pesantren Sumber Gayam kemungkinan lahir sebelum tahun tahun 1928,” imbuh Kiai Afifuddin yang juga putra Kiai Thoha.

Kiai Afifuddin mengungkap sejarah dan kiprah Kiai Thoha dalam NU dan pendidikan itu, agar alumni bisa mengambil hikmah sekaligus bisa membangun kesadaran ruhani dan hubungan ruhani, bahwa perjuangan Kiai Thoha perlu diteladani. Hubungan ruhani tersebut secara terus menerus dibangun dengan doa dan fatihah serta amalan lainnya.

“Sedikit pengetahuan dan ilmu yang sudah kita peroleh dari orang tua ruhani kita, maka perlu kita amalkan agar ruhani kita tetap bersambung dengan muassis pesantren dan NU,” ungkap Kiai Afifuddin.

Selain membangun kesadaran ruhani, Kiai Afif yang juga ketua Yayasan Al Falah ini mengajak agar alumni memiliki bukti nyata dalam meneruskan perjuangan dan hikmah Kiai Thoha terhadap agama dan umat. Caranya, dengan menjaga warisan pondok pesantren dan NU yang sudah dirintis oleh Kiai Thoha.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh alumni dan simpatisan yang turut menjaga, merawat dan membangun pesantren Sumber Gayam dengan segala kemampuannya. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang berlipat,” harapnya.

Alumni Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Pondok Pesantren Al Falah

Kiprah lain tentang Kiai Thoha, seperti ditulis di situs konstituante.net, KH. Muhammad Thoha menjadi anggota Konstituante dengan nomor anggota 143 dari Partai Nahdlatul Ulama. Tercatat, Kiai Thoha lahir pada tanggal 5 April 1902.

Profil pendidikan Kiai Thoha, tahun 1909-1911 menimba ilmu di Karai Sumenep sambil sekolah ELS/SR. Setelah mondok di Karai, Kiai Thoha kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Charirijah Makkah tahun 1911-1921. Kemudian di tahun 1914-1921 Kiai Thoha mondok ke Bangkalan tepatnya ke Syaikhona Kholil bin Abdul Latif. Usai dari pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Thoha kembali lagi memperdalam ilmunya ke Makkah di Madrasah Sulatijah selama 8 tahun, dari 1923-1931.

Usai dari Makkah, Kiai Thoha memimpin pesantren Al Falah Sumber Gayam. Dari tahun 1947-1948 menjadi pimpinan staf pembela barisan Sabilillah untuk seluruh Madura di Pamekasan. Tahun 1948-1949 menjalankan perjuangan bawah tanah sekaligus membentuk organisasi PAUM (Persatuan Ulama Madura). PAUM dibubarkan setelah Masjumi terbentuk kembali.

Tanggal 15 Mei 1950, Kiai Thoha diangkat menjadi Kepala Kantor Agama Karesidenan Madura. Tahun 1951 berubah menjadi kantor koordinator urusan agama daerah Madura. Kiprah Kiai Thoha dalam politik, menjadi anggota Konstituante dari tanggal 9 November 1956 sampai 5 Juli 1959.

Tags: KadurKH. Muhammad ThohaKonstituanteNahdlatul UlamaPesantrenSumber GayamSyaikhona Kholil
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Taufiqur Rahman

Taufiqur Rahman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version