• Terkini
  • Trending
  • Semua
Jaksa Ditanya Santri Soal Hukum yang Sering Berpihak ke Rakyat Kecil

Jaksa Ditanya Santri Soal Hukum yang Sering Berpihak ke Rakyat Kecil

4 tahun lalu
Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

Jualan Sabu di Warung Warga Sampang Diciduk Satresnarkoba Pamekasan

17 jam lalu

Kompak bersama DPRD Predikat WTP ke-12 Dipertahankan Pemkab Pamekasan

1 hari lalu

Pemkab Pamekasan Bantu 250 Drum Aspal untuk Jalan Swadaya

2 hari lalu

Empat Lokasi Masuk Kandidat Lahan Sekolah Rakyat Pamekasan

2 hari lalu

Bupati Desak Disdikbud Pamekasan Gerak Cepat

3 hari lalu

BLT DBHCHT 2026 Pamekasan Hanya untuk Buruh Pabrik Rokok

4 hari lalu

Polres Pamekasan Jaring 16 Motor Modifikasi Drag di Malam Takbiran 

4 hari lalu

MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning Resmi Berdiri, Usung Konsep Madrasah Ramah Anak 

5 hari lalu

Tergiur Umrah Murah Rp 18,5 Juta, Belasan Calon Jemaah di Pamekasan Gagal Berangkat 

5 hari lalu

Pengusaha Rokok Madura Tolak SKM Layer 3 Berlaku Nasional, Bupati Siapkan Tim Perumus ke Jakarta

5 hari lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

6 hari lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

6 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Minggu, Mei 31, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Jaksa Ditanya Santri Soal Hukum yang Sering Berpihak ke Rakyat Kecil

Blusukan Jaksa dan Jurnalis ke pesantren tentang hukum akan dilaksanakan selama 4 kali setahun

oleh Hasbi Amrullah
10 Maret 2022
in Hukum, Peristiwa
23 1
0
Jaksa Ditanya Santri Soal Hukum yang Sering Berpihak ke Rakyat Kecil
0
SHARES
239
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Zainal, salah satu santri pondok pesantren Darul Ahlaq, Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan menanyakan kepada Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Pamekasan, Ardian Junaidi terkait dengan seringnya kasus hukum yang berpihak kepada rakyat kecil dan sering memenangkan orang kaya atau orang berpangkat. Pertanyaan itu disampaikan Zainal saat kegiatan penyuluhan hukum ke santri yang dilaksanakan oleh Kejari Pamekasan, Kamis (10/3/2022).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ardian menjelaskan bahwa proses penanganan hukum saat ini di Indonesia sudah transparan. Masyarakat sudah bisa memantau secara langsung melalui saluran internet. Seperti di Kejari Pamekasan, penanganan kasus bisa dilihat di website dan akun resmi media sosial Kejari Pamekasan.

“Bagus sekali pertanyaan santri itu, kritis. Tapi pertanyaan itu barangkali kondisi penanganan hukum tempo dulu sebelum era keterbukaan publik berlaku,” jawab Ardian. 

Kasi intel Kejari Pamekasan Ardian Junaidi memberikan penyuluhan hukum kepada santri Darul Ahlaq Kowel, Kamis (10/3/2022).


Ardian mengaku bahwa santri ternyata memiliki nalar kritis terhadap hukum. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan tambahan pemahaman hukum kepada mereka yang masih remaja. Penyuluhan hukum kepada santri itu meliputi bahaya narkoba, kenakalan remaja, penggunaan internet dan media sosial serta materi tentang radikalisme.

“Dengan penyuluhan hukum ini, santri bisa mengerti hukum dan bagaimana sanksi jika terjadi pelanggaran hukum,” ungkap Ardian.

Dalam penyuluhan hukum ini, Kejari Pamekasan kerjasama dengan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Taufiqur Rahman Khafi, narasumber dari AJP mengatakan, saat ini jumlah generasi Y dan generasi Z di Indonesia mendominasi populasi penduduk Indonesia yang mencapai 16,51 persen. Jika mereka tidak memiliki kesadaran hukum dan terbawa informasi yang negatif di internet, maka masa depan Indonesia akan buram. Apalagi saat ini, radikalisme mengancam mereka.

“Generasi millenial dan generasi Z harus waspada dengan perang asimetris saat ini. Makanya santri yang memiliki pondasi kuat teologi, moralitas dan intelektualitas, sangat tepat jika ditopang dengan pemahaman hukum dan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik,” terang Taufiq.

Kejari Pamekasan memberikan bantuan kepada pengasuh pokdok pesantren usai acara penyuluhan hukum


Pria yang juga wartawan Kompas.com dan dosen komunikasi di IAIN Madura ini mengajak santri agar jangan lelah berjuang menebarkan kebaikan, terutama di dunia internet. Jangan sampai internet diisi dengan konten negatif dan intoleransi.

Penyuluhan hukum kepada santri ini, akan digelar selama 4 kali dalam setahun. Kejari Pamekasan bersama dengan AJP akan blusukan ke pesantren dengan jadwal dan pesantren yang sudah ditentukan.

Tags: AJPJurnalisKejari PamekasanPenyuluhan hukumPesantrenSantri
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Hasbi Amrullah

Hasbi Amrullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version