• Terkini
  • Trending
  • Semua

Serapan Garam Pamekasan Baru 54 Persen, Stok 9.310 Ton Masih Tersimpan

2 jam lalu

MTQ XXXII Pamekasan Resmi Dibuka, Bupati: Al-Qur’an Harus Hadir dalam Kehidupan

3 jam lalu

Sepak Bola Bupati Cup Pamekasan Siap Digelar 30 September

18 jam lalu

P-APBD Pamekasan 2026: Pendapatan Naik Rp 63,8 Miliar, Defisit Tinggal 48 Persen

21 jam lalu

Haji Her Serap Garam Petani Madura

1 hari lalu

MTS Kyai Mudrikah Kembang Kuning Reformulasi Kurikulum

2 hari lalu

Petani Garam Pamekasan Tahan Stok, Harga Diprediksi Naik Menjelang Akhir Musim

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Minta 103 Pejabat Baru Tak Sekadar Ganti Posisi, tetapi Ubah Cara Kerja

3 hari lalu

Mutasi Gelombang III Bupati Pamekasan Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

3 hari lalu

Daging Beras dan Cabai Jadi Penyumbang Utama Perubahan Harga di Kabupaten Pamekasan

4 hari lalu
Sangat Merugikan, Potongan Tembakau Petani oleh Bandol Mencapai 5 Kilo

Sangat Merugikan, Potongan Tembakau Petani oleh Bandol Mencapai 5 Kilo

4 hari lalu

Empat Dekade “Sarmalem” di Kabupaten Pamekasan

5 hari lalu

BLT DBHCHT untuk Buruh Tani Pamekasan Dapat Tambahan Lagi

5 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, September 22, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Serapan Garam Pamekasan Baru 54 Persen, Stok 9.310 Ton Masih Tersimpan

Data hingga 31 Agustus mencatat produksi 20.217 ton dari tiga kecamatan, dengan 9.310 ton di antaranya masih menjadi stok.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
22 September 2026
in Ekonomi
10 0
0

Garam Madura, hasil tambak masyarakat Lembung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, berkualitas premium.

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Serapan garam rakyat di Kabupaten Pamekasan tahun ini, masih menyisakan stok 9.310 ton, dari total produksi yang tercatat sebanyak 20.217 ton, per-31 Agustus.

Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Abd Fata, berdasarkan laporan petugas statistik garam rakyat. Ia menerangkan, data itu mencakup produksi di tiga kecamatan, yakni Galis, Pademawu, dan Tlanakan.

Fata menjelaskan, dari angka tersebut, produksi yang sudah terserap atau keluar dari stok, sekitar 10.907 ton. Jika dihitung dari produksi yang tercatat, serapannya sekitar 54 persen.

Namun, lanjut dia, angka tersebut merupakan selisih antara produksi dan stok berdasarkan laporan statistik, bukan data pembelian yang dihimpun dari seluruh perusahaan penyerap.

“Stok garam sesuai laporan petugas statistik garam rakyat 9.310 ton, dari jumlah produksi 20.217 ton di tiga kecamatan,” kata Fata, Selasa (22/9/2026).

Dari total stok tersebut, Kecamatan Galis menjadi wilayah dengan stok garam terbesar, yakni 5.632 ton. Sementara stok di Kecamatan Pademawu tercatat 3.678 ton. Adapun produksi di Kecamatan Tlanakan mencapai 220 ton dan dalam laporan tersebut tidak tercatat stok garam.

Secara keseluruhan, produksi yang tercatat terdiri dari 9.844 ton di Galis, 10.153 ton di Pademawu, dan 220 ton di Tlanakan.

Fata memaparkan, produksi garam masih terus berjalan. Karena itu, angka produksi dan stok akan berubah seiring berlangsungnya musim produksi, pada September hingga Desember.

“Kami optimistis produksi tahun ini dapat mencapai target, karena kondisi kemarau yang relatif panjang dan kering,” ungkapnya.

Ia membeberkan sejumlah perusahaan, yang saat ini disebut menyerap garam Pamekasan, antara lain, PT Budiono Bangun Persada, PT Unichem Candi Indonesia, PT Garindo, PT Susanti Megah, dan PT Reka Cipta Garam Subsidiary Bawang Mas Group.

Selain perusahaan, kata Fata, Koperasi Setia Mitra Bhakti Lembung juga melakukan pembelian garam rakyat. Namun, Dinas Perikanan Pamekasan belum memiliki data kapasitas serapan masing-masing perusahaan.

“Dinas Perikanan tidak memiliki akses untuk mengetahui data serapan garam rakyat dari masing-masing perusahaan tersebut,” ujar Fata.

Sementara itu, Koperasi Setia Mitra Bhakti Lembung, telah membeli sekitar 1.500 ton garam rakyat, dengan harga Rp1.350 per kilogram, berdasarkan data per 17 September 2026.

Untuk terget penyerapan, Fata mengatakan pemerintah daerah, tidak memiliki regulasi yang menetapkan target pembelian garam oleh perusahaan. Kondisi itu membuat pemerintah kesulitan memastikan kebutuhan pembelian masing-masing perusahaan, dan membandingkannya dengan produksi petani.

“Kesulitan mengetahui akses kebutuhan pembelian perusahaan,” katanya.

Untuk harga sendiri, Dinas Perikanan mencatat, harga garam di tingkat petambak saat ini, berada di kisaran Rp1.350 per kilogram untuk kualitas KW 1, dan Rp1.100 per kilogram untuk KW 2.

Fata turut memaparkan tindakan petambak, yang mulai menyimpan garam di gudang masing-masing, sejak Agustus dan September. Mereka memilih menahan stok dengan harapan harga meningkat pada Desember hingga Januari.

Menurut Fata, pemerintah pemkab sendiri tidak bisa leluasa dalam soal garam. Itu dikarenakan, intervensi Pemkab Pamekasan dalam urusan pergaraman terbatas pembagian kewenangan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia menjelaskan, kewenangan wilayah pergaraman berada pada pemerintah provinsi. Sementara Pemkab Pamekasan berperan dalam pembinaan Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR).

“Pemkab hanya pembinaan kelembagaan KUGAR, memfasilitasi pengajuan bantuan sarana dan prasarana kepada pemerintah provinsi, maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta membantu fasilitasi perizinan pengolahan garam krosok menjadi garam konsumsi saja,” tegasnya.

Meski demikian, Fata mengatakan, pemerintah juga terus memantau perkembangan produksi dan stok garam rakyat. Dengan produksi yang masih berjalan hingga akhir tahun, angka stok 9.310 ton tersebut masih berpotensi berubah. Pemerintah berharap peningkatan permintaan dan harga pada akhir tahun dapat mendorong petani melepas stok yang saat ini masih disimpan.

Tags: Diskan PamekasanGaram PamekasanHarga garam September 2026Pengusaha garamPetani garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version