PAMEKASAN, MADURANET – Warga Kabupaten Pamekasan mengeluhkan tegangan listrik yang tidak stabil, hingga menyebabkan peralatan elektronik rumah tangga diduga mengalami kerusakan. Gangguan berupa tegangan rendah, dan listrik yang berulang kali padam-hidup itu dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.
Salah satu keluhan datang dari warga Dusun Kertek, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Alif Aniskurillah. Dia mengatakan, tegangan listrik di wilayahnya kerap turun, terutama pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Kondisi tersebut membuat sejumlah peralatan elektronik tidak berfungsi normal.
“AC tidak kuat menyala, kipas tidak berputar, dan lampu-lampu redup. Rata-rata tegangan dari pukul 18.00 sampai 22.00 WIB masih sekitar 171 volt. Setelah pukul 22.00 WIB baru naik ke kisaran 180 volt,” kata Alif, Jumat (6/11/2026).
Menurut Alif, gangguan tersebut semakin terasa dalam sekitar dua pekan terakhir. Sejumlah warga juga mengeluhkan kerusakan perangkat elektronik, seperti AC dan kulkas.
Ia menjelaskan, meski sudah dilakukan pemasangan trafo tambahan guna menstabilkan tegangan, masalah tersebut masih tetap masyarakat rasakan. Alif menduga, kapasitas trafo yang melayani banyak rumah, sudah tidak mencukupi kebutuhan pelanggan.
Dirinya mengaku telah melaporkan persoalan itu kepada PLN. Petugas disebut sudah datang untuk memeriksa jalur jaringan, sementara pihak manajemen PLN juga telah dihubungi.
”Informasinya manajer telah mengajukan penambahan trafo ke PLN UP3. Namun, hingga kini trafo tambahan yang diharapkan belum terpasang,” terang Alif.
Keluhan serupa muncul di Perumahan Graha, Kecamatan Tlanakan. Dalam video yang diunggah akun TikTok Arya Kamandanu sekitar 15 jam sebelum informasi ini disampaikan, warga mengeluhkan listrik yang padam, dan kembali menyala dalam waktu singkat.
Video berdurasi 1 menit 40 detik itu, juga memperlihatkan petugas PLN yang sedang beristirahat, setelah melakukan pemasangan trafo tambahan untuk menstabilkan tegangan.
“Padam, dua menit hidup. Kalau mati hidup seperti ini merusak alat rumah tangga,” ujar Arya Kamandanu dalam video tersebut.
Menanggapi keluhan itu, Ketua Pemuda Pengawal Keadilan, Basri, mendesak agar pelayanan PLN di Madura dievaluasi.
Ia menyebut, masyarakat dirugikan akibat gangguan listrik yang berulang dan tegangan yang tidak stabil, terutama karena berisiko terhadap peralatan rumah tangga.
“Kami masyarakat Pamekasan merasa dirugikan dengan kondisi PLN yang sering mati. Rata-rata alat rumah tangga, kulkas, AC, dan lainnya rusak karena tegangan listrik tidak stabil,” kata Basri.
Basri juga menyoroti kewajiban pelanggan yang tetap harus dipenuhi meskipun pelayanan listrik dinilai belum normal. Ia menegaskan, masyarakat tidak pernah menunggak pembayaran listrik, termasuk pelanggan prabayar yang selalu membeli token sesuai kebutuhan.
“Ketika token kami habis, kami tidak pernah ngutang kepada PLN. Tetapi listrik yang kami terima tidak normal,” ujarnya.













