• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

12 bulan lalu

Alami Gangguan Jiwa Ibu Kandung Habisi Nyawa Anaknya

20 jam lalu

Bupati Pamekasan Mengajak Isi Kemerdekaan dengan Persatuan dalam Pembangunan

1 hari lalu
Setengah Merdeka

Setengah Merdeka

1 hari lalu

Inilah Daftar Harga Tembakau di Gudang Haji Her di Hari Pertama Buka

2 hari lalu
Teknologi di IBS PKMKK Berhasil Dorong Nalar Kritis Santri

Membuat Web Kebangsaan Jadi Cara Santri di Pamekasan Rayakan HUT ke-81 RI

2 hari lalu

Kukuhkan Paskibraka Pamekasan, Bupati Ingatkan Ancaman Lunturnya Nasionalisme

3 hari lalu

Bupati Pamekasan Kunjungi Warga Perbaiki Jalan Swadaya di Proppo

3 hari lalu
Pedagang Rela Antri  4 Hari Demi Jual Tembakau ke Bawang Mas

Pedagang Rela Antri  4 Hari Demi Jual Tembakau ke Bawang Mas

3 hari lalu

Warga Lawangan Daya Isap Sabu di Rumah Kosong

3 hari lalu

Berstatus Saksi Direktur CV Dzarrin Dipulangkan Usai Diperiksa Polres Pamekasan

4 hari lalu

Ketua DPRD dan Bupati Pamekasan Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

4 hari lalu

Dua Kampung Nelayan Merah Putih di Pamekasan Mulai Dibangun

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Agustus 18, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

Ketidak pastian harga membuat petani gamang dan mudah dipermainkan tengkulak.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
28 Agustus 2025
in Ekonomi
14 1
0
Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani
0
SHARES
146
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Garam, yang selama ini identik dengan Madura, kembali menjadi perbincangan. Di tengah hujan yang sempat mengguyur empat kabupaten, harga garam di Pamekasan memang naik. Namun, kenaikan ini tak membawa senyum lebar bagi petani.

“Hanya seratus ribu kenaikan harga garam,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Abdul Fata, Kamis (28/8/2025).

Kenaikan yang dimaksud, naik 100 ribu per ton. Kenaikan ini terjadi sejak 20 Agustus 2025 lalu. Tetapi, angka ini dianggap jauh dari harapan petani, jika dibandingkan situasi dua tahun lalu.

“Kondisi sekarang sebenarnya mirip dengan tahun 2023. Waktu itu cuaca juga sempat ekstrem, tetapi harga garam mencapai Rp5,5 juta per ton,” ujar Fata.

Pada 2023, produksi garam Pamekasan mencapai 100.024 ton. Stok melimpah, namun harga tetap tinggi. Ironisnya, kini produksi justru rendah karena panen baru berlangsung tiga sampai empat kali sebelum hujan turun.

“Kenaikan harga sekarang tidak signifikan. Kasihan petani, mereka berharap ini jadi momentum perbaikan bagi ekonomi mereka,” imbuhnya.

Menurut Fata, ketidak pastian harga membuat petani gamang. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang berpihak.

“Harus ada penetapan harga pokok garam agar stabil. Jangan sampai Madura yang disebut Pulau Garam, tapi petaninya tak ada yang memperhatikan kesejahteraannya,” tegasnya.

Fata mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DKP Jawa Timur dan pusat untuk membahas solusi jangka panjang. Salah satunya, menetapkan harga dasar garam.

“Pemerintah harus membuat kajian serius. Kalau tidak, setiap tahun cerita ini akan berulang,” ujarnya.

Mohammad Dikrih, petani garam asal Desa Lembung, Galis, mengaku sempat rugi karena jelang panen,  garamnya terguyur hujan. Meski kini harga saat ini ada sedikit kenaikan. Beban biaya produksi tak ikut turun.

“Kami senang ada kenaikan, tapi seharusnya bisa lebih. Kami hanya ingin cuaca stabil dan harga pantas,” katanya.

Julukan Pulau Garam seakan kontras dengan realitas di lapangan. Petani tetap harus berjibaku dengan cuaca, modal, dan pasar yang tak menentu.

“Konsentrasi kami memang ke petani, karena mereka ujung tombak. Tapi tanpa regulasi yang jelas, percuma,” ucap Fata.

Madura punya sejarah panjang sebagai penghasil garam. Namun, hingga kini, mereka masih menunggu satu hal, yaitu kepastian yang bisa menjamin kesejahteraan.

“Garam ini sudah jadi identitas. Tapi jangan hanya jadi identitas, harus bisa jadi sumber hidup layak,” pungkasnya.

Tags: DKPGaramharga naikHarga PokokKabupeten PamekasanPetani garamPulau Garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version