• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

1 tahun lalu
Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

Haji Her Terpana Puisi Siswi SDN Kowel 3 hingga Berbuah Sumbangan Pembangunan Gedung

3 jam lalu

Warung Makan di Lahan KAI Pamekasan Hanya Ditutup Sementara

4 jam lalu

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Bupati Pamekasan Minta Pembangunan Daerah Jadi Perhatian

6 jam lalu

Pemkab Pamekasan Menggelar Doa Bersana untuk Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

18 jam lalu

Beras Medium di Sumenep Dijual di Bawah HET

22 jam lalu

Ngumpet di Tempat Kos Pengedar Sabu asal Proppo Diciduk Polisi

23 jam lalu

Proyek LSDP Pengolahan Sampah Hilir Pamekasan Baru Dimulai 2029

1 hari lalu

Bupati Pamekasan Imbau ASN dan Pelajar Berbusana Santri Selama Tiga Hari

1 hari lalu

Pahlawan Nasional M. Tabrani Jadi Inspirasi Dewan Kesenian Pamekasan Gagas Event Kebudayaan

2 hari lalu

Belanja P-APBD Pamekasan Molor Akibat Evaluasi Gubernur Tak Kunjung Rampung

2 hari lalu

Tersangka Narkoba yang Kabur Saat Penggerebekan di Proppo Belum Tertangkap

2 hari lalu

Mekanik Nasional Puji Gelaran Drag Bike Bupati Cup Pamekasan

2 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Rabu, Oktober 21, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

Ketidak pastian harga membuat petani gamang dan mudah dipermainkan tengkulak.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
28 Agustus 2025
in Ekonomi
14 1
0
Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani
0
SHARES
146
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Garam, yang selama ini identik dengan Madura, kembali menjadi perbincangan. Di tengah hujan yang sempat mengguyur empat kabupaten, harga garam di Pamekasan memang naik. Namun, kenaikan ini tak membawa senyum lebar bagi petani.

“Hanya seratus ribu kenaikan harga garam,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Abdul Fata, Kamis (28/8/2025).

Kenaikan yang dimaksud, naik 100 ribu per ton. Kenaikan ini terjadi sejak 20 Agustus 2025 lalu. Tetapi, angka ini dianggap jauh dari harapan petani, jika dibandingkan situasi dua tahun lalu.

“Kondisi sekarang sebenarnya mirip dengan tahun 2023. Waktu itu cuaca juga sempat ekstrem, tetapi harga garam mencapai Rp5,5 juta per ton,” ujar Fata.

Pada 2023, produksi garam Pamekasan mencapai 100.024 ton. Stok melimpah, namun harga tetap tinggi. Ironisnya, kini produksi justru rendah karena panen baru berlangsung tiga sampai empat kali sebelum hujan turun.

“Kenaikan harga sekarang tidak signifikan. Kasihan petani, mereka berharap ini jadi momentum perbaikan bagi ekonomi mereka,” imbuhnya.

Menurut Fata, ketidak pastian harga membuat petani gamang. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang berpihak.

“Harus ada penetapan harga pokok garam agar stabil. Jangan sampai Madura yang disebut Pulau Garam, tapi petaninya tak ada yang memperhatikan kesejahteraannya,” tegasnya.

Fata mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DKP Jawa Timur dan pusat untuk membahas solusi jangka panjang. Salah satunya, menetapkan harga dasar garam.

“Pemerintah harus membuat kajian serius. Kalau tidak, setiap tahun cerita ini akan berulang,” ujarnya.

Mohammad Dikrih, petani garam asal Desa Lembung, Galis, mengaku sempat rugi karena jelang panen,  garamnya terguyur hujan. Meski kini harga saat ini ada sedikit kenaikan. Beban biaya produksi tak ikut turun.

“Kami senang ada kenaikan, tapi seharusnya bisa lebih. Kami hanya ingin cuaca stabil dan harga pantas,” katanya.

Julukan Pulau Garam seakan kontras dengan realitas di lapangan. Petani tetap harus berjibaku dengan cuaca, modal, dan pasar yang tak menentu.

“Konsentrasi kami memang ke petani, karena mereka ujung tombak. Tapi tanpa regulasi yang jelas, percuma,” ucap Fata.

Madura punya sejarah panjang sebagai penghasil garam. Namun, hingga kini, mereka masih menunggu satu hal, yaitu kepastian yang bisa menjamin kesejahteraan.

“Garam ini sudah jadi identitas. Tapi jangan hanya jadi identitas, harus bisa jadi sumber hidup layak,” pungkasnya.

Tags: DKPGaramharga naikHarga PokokKabupeten PamekasanPetani garamPulau Garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version