• Terkini
  • Trending
  • Semua
Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

11 bulan lalu

Pendaftar Bazar Harkop Membludak Dekopinda Pamekasan Terapkan Satu Stan untuk Dua UMKM

26 menit lalu

Nelayan asal Pasean Hilang saat Melaut

17 jam lalu
PT Bawang Mas Start Beli Tembakau Usai Upacara 17 Agustus

Haji Her Singgung Uang Negara yang Dikorupsi Agar Dibelikan Tembakau

21 jam lalu

Bulog Madura Serap 5.100 Ton Gabah hingga Pertengahan Juli

23 jam lalu
Tempati Lahan KAI Pemilik Warung di Tlanakan Diusir

Mabes Polri Janji Tangani Keluhan Pemilik Warung di Atas Lahan PJKA

23 jam lalu
Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

Obesitas dan Prehipertensi Jadi Temuan Terbanyak di Pamekasan

1 hari lalu

Polsek Larangan Siapkan Pengamanan Haul Akbar Masyayikh Kembang Kuning

2 hari lalu

Bulog Madura Sasar Pasar Murah hingga Kecamatan

2 hari lalu

UIN Madura Lahirkan Guru Besar Ilmu Falak

3 hari lalu

Ahli Waris Lahan MI dan TK Aisyiyah Bakal Datangi Polres Pamekasan Minta Kejelasan Pengaduan

3 hari lalu
Konsep Otomatis

Inilah Profil Pemenang Duta Batik dan Kacong Cebbing Pamekasan 2026

4 hari lalu
ASN Pemkab Pamekasan Sumbang 372 Juta untuk Aceh

Bupati Pamekasan Minta BPBD Kaji Ulang Data Potensi Kekeringan 2026

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Juli 16, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Ekonomi

Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani

Ketidak pastian harga membuat petani gamang dan mudah dipermainkan tengkulak.

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
28 Agustus 2025
in Ekonomi
14 1
0
Dibutuhkan Regulasi Harga Pokok Garam untuk Melindungi Petani
0
SHARES
146
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Garam, yang selama ini identik dengan Madura, kembali menjadi perbincangan. Di tengah hujan yang sempat mengguyur empat kabupaten, harga garam di Pamekasan memang naik. Namun, kenaikan ini tak membawa senyum lebar bagi petani.

“Hanya seratus ribu kenaikan harga garam,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan, Abdul Fata, Kamis (28/8/2025).

Kenaikan yang dimaksud, naik 100 ribu per ton. Kenaikan ini terjadi sejak 20 Agustus 2025 lalu. Tetapi, angka ini dianggap jauh dari harapan petani, jika dibandingkan situasi dua tahun lalu.

“Kondisi sekarang sebenarnya mirip dengan tahun 2023. Waktu itu cuaca juga sempat ekstrem, tetapi harga garam mencapai Rp5,5 juta per ton,” ujar Fata.

Pada 2023, produksi garam Pamekasan mencapai 100.024 ton. Stok melimpah, namun harga tetap tinggi. Ironisnya, kini produksi justru rendah karena panen baru berlangsung tiga sampai empat kali sebelum hujan turun.

“Kenaikan harga sekarang tidak signifikan. Kasihan petani, mereka berharap ini jadi momentum perbaikan bagi ekonomi mereka,” imbuhnya.

Menurut Fata, ketidak pastian harga membuat petani gamang. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang berpihak.

“Harus ada penetapan harga pokok garam agar stabil. Jangan sampai Madura yang disebut Pulau Garam, tapi petaninya tak ada yang memperhatikan kesejahteraannya,” tegasnya.

Fata mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DKP Jawa Timur dan pusat untuk membahas solusi jangka panjang. Salah satunya, menetapkan harga dasar garam.

“Pemerintah harus membuat kajian serius. Kalau tidak, setiap tahun cerita ini akan berulang,” ujarnya.

Mohammad Dikrih, petani garam asal Desa Lembung, Galis, mengaku sempat rugi karena jelang panen,  garamnya terguyur hujan. Meski kini harga saat ini ada sedikit kenaikan. Beban biaya produksi tak ikut turun.

“Kami senang ada kenaikan, tapi seharusnya bisa lebih. Kami hanya ingin cuaca stabil dan harga pantas,” katanya.

Julukan Pulau Garam seakan kontras dengan realitas di lapangan. Petani tetap harus berjibaku dengan cuaca, modal, dan pasar yang tak menentu.

“Konsentrasi kami memang ke petani, karena mereka ujung tombak. Tapi tanpa regulasi yang jelas, percuma,” ucap Fata.

Madura punya sejarah panjang sebagai penghasil garam. Namun, hingga kini, mereka masih menunggu satu hal, yaitu kepastian yang bisa menjamin kesejahteraan.

“Garam ini sudah jadi identitas. Tapi jangan hanya jadi identitas, harus bisa jadi sumber hidup layak,” pungkasnya.

Tags: DKPGaramharga naikHarga PokokKabupeten PamekasanPetani garamPulau Garam
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version