• Terkini
  • Trending
  • Semua
PTI Pamekasan Bocorkan Teknik Polinasi Manual Semangka Non Biji untuk Panen Optimal

PTI Pamekasan Bocorkan Teknik Polinasi Manual Semangka Non Biji untuk Panen Optimal

9 bulan lalu

Kabur ke NTB Pelaku Pencurian Emas di Toko Jakarta Diringkus Polisi

9 jam lalu

Ulama dan Pemuda Desak Polres Pamekasan Tangkap Bandar Narkoba

13 jam lalu

Parkir Liar Semakin Marak Dishub Akan Lapor Pimpinan

14 jam lalu

Mahasiswa PBA UIN Madura Belajar Pembuatan Kamus

2 hari lalu

Inilah Nasib 7 TKSK Absen Saat Kunjungan Menteri Sosial RI ke Pamekasan

2 hari lalu

PKH Pamekasan Akui Sekitar 10 Persen Bansos Masih Tak Tepat Sasaran

2 hari lalu

Terlapor Kasus Dugaan Penipuan Modus Dapur MBG Dipanggil Polisi

3 hari lalu

582 Motor Terjaring Polres Pamekasan saat Operasi Balap Liar

3 hari lalu

Gus Ipul Minta Data Anak Miskin Dimutakhirkan untuk Program Sekolah Rakyat

4 hari lalu

Bupati Pamekasan Titip Doa ke Jemaah Calon Haji agar Pembangunan Pamekasan Lancar

4 hari lalu

Polres Selidiki Pencurian Gelang Emas Rp 25 Juta di Toko Emas Jakarta

4 hari lalu

BPS Pamekasan Imbau Warga Jujur Saat Sensus Ekonomi 2026

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Kamis, Mei 14, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Pendidikan

PTI Pamekasan Bocorkan Teknik Polinasi Manual Semangka Non Biji untuk Panen Optimal

Budidaya modern untuk panen serempak dan optimal

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
18 Agustus 2025
in Ekonomi
14 0
0
PTI Pamekasan Bocorkan Teknik Polinasi Manual Semangka Non Biji untuk Panen Optimal
0
SHARES
144
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET– Pemuda Tani Indonesia (PTI) Pamekasan terus berupaya meningkatkan kualitas pertanian lokal.

Pada Senin pagi (18/8/2025), PTI memberikan edukasi langsung tentang polinasi manual semangka non biji dengan praktik di lahan percontohan, Jalan Basar, Jungcangcang, Pamekasan, yang kini menanam 1.800 pohon semangka non biji. Edukasi dipandu langsung oleh koordinator PTI, Ketua DPC PTI Pamekasan Noer Kholis.

Menurutnya, polinasi atau pengawinan semangka penting agar panen bisa serempak, seragam, dan tepat waktu. Hal ini sekaligus menjawab persoalan yang kerap dialami petani tingkat penyerbukan alami yang rendah.

“Kalau mengandalkan polinasi alami, persentasenya kurang dari 10 persen. Jadi solusinya memang harus manual,” jelas Kholis.

Pandangan itu sejalan dengan Ilham Wahyudi, anggota PTI, yang menyebut polinasi manual dilakukan karena penyerbukan alami jarang berhasil. Menurutnya, tanaman semangka berbunga pada umur 25–35 hari setelah tanam (hst), dengan waktu optimal polinasi pada umur 28–32 hst.

Polinasi terbaik dilakukan pagi hari, antara 04.30–09.00 WIB, saat bunga sudah mekar dan serbuk sari masih segar. Karena jika terlalu siang serbuk sari jantan akan cepat layu.

Langkah teknisnya sederhana, beber Ilham, petani cukup mengambil bunga jantan segar dari tanaman berbeda, lalu mengoleskannya ke bunga betina yang sedang mekar.

“Kebutuhan bunga jantan sekitar 10 persen dari total populasi, dan boleh dari jenis semangka berbiji apa saja. Sedangkan bunga betina sebaiknya dari jenis premium,” terang Ilham.

Ia menambahkan, perbandingan bunga jantan dan betina idealnya 1 banding 1 hingga 1 banding 3 agar peluang keberhasilan polinasi semakin tinggi.

Polinasi manual biasanya dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Penting bagi petani untuk mencatat waktu kawin, karena itu menentukan prediksi panen.

“Acuan panen serempak mengikuti tanaman yang dikawinkan pada hari ke-3. Kalau lebih dari 35 hari setelah polinasi, daging buah bisa berongga dan mutunya menurun,” kata Ilham.

Dengan polinasi yang disiplin, semangka bisa dipanen pada umur 30–35 hari setelah polinasi dengan kualitas buah lebih baik, manis, dan padat.

Ilham Wahyudi menegaskan bahwa edukasi yang diberikan PTI bukan sekadar teori.

“Kami praktek langsung di lahan, supaya petani benar-benar paham tekniknya. Harapannya nanti mereka bisa menerapkan metode ini,” ujarnya.

Selain polinasi, PTI juga membimbing perawatan semangka seperti penyiraman rutin, pemupukan berimbang, serta pemangkasan untuk memastikan nutrisi terfokus ke buah utama.

“Dengan pola ini, petani bisa lebih terjamin hasilnya. Polinasi manual bukan hanya meningkatkan produksi, tapi juga membantu panen lebih serempak sehingga lebih mudah dipasarkan,” tambah Ilham.

Tags: PamekasanPolinasiPTISemangka Non biji
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version