PAMEKASAN, MADURANET – PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pamekasan, meminta maaf atas gangguan listrik yang dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten setempat.
Manajer ULP PLN Pamekasan Muhammad Andrian Wijaya mengatakan, gangguan listrik dapat disebabkan sejumlah faktor, di antaranya beban listrik yang besar dan kerusakan material pada gardu.
“Untuk penyebabnya harus dipastikan di lokasi. Namun, biasanya penyebabnya beban yang besar dan kerusakan di material gardu, seperti kabel lengket,” kata Andrian, Sabtu (7/11/2026).
Saat dikonfirmasi terkait gangguan listrik di Perumahan Graha, Kecamatan Tlanakan, dan Pademawu Barat, Andrian menyampaikan permohonan maaf kepada warga. Dia juga menjelaskan, selama penanganan dengan genset, PLN akan melakukan penyesuaian aliran listrik sementara, secara terbatas di wilayah tersebut.
“Dalam rangka menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan keandalan pelayanan, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya.
Keluhan gangguan listrik sebelumnya disampaikan warga Dusun Kertek, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu. Salah seorang warga, Alif Aniskurillah, mengatakan tegangan listrik di wilayahnya kerap turun, terutama pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Kondisi itu membuat sejumlah peralatan elektronik tidak berfungsi normal. Tegangan listrik disebut berada di kisaran 171 volt pada malam hari, dan baru meningkat menjadi sekitar 180 volt setelah pukul 22.00 WIB.
“AC tidak kuat menyala, kipas tidak berputar, dan lampu-lampu redup,” kata Alif, Jumat (6/11/2026).
Menurut dia, gangguan semakin terasa dalam sekitar dua pekan terakhir. Sejumlah warga juga mengeluhkan kerusakan perangkat elektronik, seperti AC dan kulkas. Alif menduga kapasitas trafo yang melayani banyak rumah tidak lagi mencukupi kebutuhan pelanggan.
Alif mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada PLN. Petugas disebut sudah memeriksa jaringan, sedangkan pihak manajemen PLN menyampaikan rencana pengajuan penambahan trafo ke PLN UP3. Namun, hingga Jumat (6/11/2026), penambahan trafo yang diharapkan warga belum terealisasi.













