• Terkini
  • Trending
  • Semua

Korban Penipuan Emas Berbuka dan Sahur di Emperan Pegadaian Pamekasan

3 bulan lalu

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan Nasional dari Kemendikdasmen

11 jam lalu

Pamekasan Dapat Jatah 20 Revitalisasi Sekolah dari Kemendikdasmen

18 jam lalu

Pemkab Pamekasan Susun Strategi Menuju UHC Prioritas 2027

19 jam lalu

Mendikdasmen Dorong Pelestarian Bahasa Madura

1 hari lalu

IBS PKMKK Gelar Manasik Haji untuk Bangun Kesadaran Spiritual Santri

2 hari lalu

Mendikdasmen Sebut Rekor MURI di Pamekasan Jadi Bukti Komitmen Pendidikan Bermutu

2 hari lalu

Bolak-Balik Bupati Pamekasan Tinjau Persiapan Puncak Hardiknas 2026 Hingga Malam

2 hari lalu
Pameran Museum Temporer se-Madura Usung Tema “The Colonial”

Bupati Pamekasan Akan Isi Kekosongan Kepala Sekolah Usai Puncak Hardiknas

3 hari lalu

Kisah Budi 12 Tahun Urus Jenazah dan Orang Sakit

3 hari lalu
Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

Guru Itu Telah Pergi, tetapi Cahayanya Tetap Menyala

4 hari lalu

Pemkab Pamekasan Gotong Royong Bersihkan Stadion Pamelingan Jelang Puncak Hardiknas 2026

4 hari lalu

Bus Tabrak Pemotor hingga Tewas Supir Bus Melarikan Diri

4 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Mei 26, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Bola
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
  • Agama
  • Olahraga
  • Daras
  • Gaya
  • Plesir
  • Kulinari
  • Editorial
Home Peristiwa Hukum

Korban Penipuan Emas Berbuka dan Sahur di Emperan Pegadaian Pamekasan

Sudah tiga hari menduduki kantor, 47 korban menuntut kepastian pengembalian kerugian dan berharap Pegadaian segera menemui mereka

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
7 Maret 2026
in Hukum, Peristiwa
10 1
0

Tampak tiga korban investasi bodong di emperan kantor PT Pegadaian Cabang Pamekasan, Sabtu (7/3/2026).

0
SHARES
106
VIEWS

PAMEKASAN,MADURANET – Menjelang waktu sahur, tikar-tikar digelar di emperan kantor PT Pegadaian Cabang Pamekasan. Di sana, puluhan ibu-ibu duduk berkelompok sambil menunggu imsak, Sabtu (7/3/2026).

Ada yang membawa nasi bungkus, ada pula yang hanya memegang air mineral. Tempat ini bukan rumah mereka. Namun selama tiga hari terakhir, di situlah mereka bertahan.

Sebanyak 47 emak-emak korban dugaan investasi emas bodong menduduki kantor Pegadaian sejak Kamis (5/3/2026). Pada hari kedua, sebagian dari mereka bahkan berbuka puasa di depan kantor.

Di antara mereka ada Rizkiana yang akrab disapa Ana. Ia masih mengingat betul bagaimana semuanya bermula.

Menurut Ana, perempuan bernama H., yang diduga menjadi pelaku penipuan, awalnya dikenal sebagai sosok yang sangat dipercaya warga di Kecamatan Palengaan.

“Dia dikenal dermawan dan royal. Kalau ada kegiatan, sering membantu. Orang-orang jadi cepat percaya,” kata Ana saat ditemui di lokasi.

Kepercayaan itu semakin kuat karena H. memiliki toko pakaian di Palengaan. Dari toko itulah ia sering berinteraksi dengan para ibu rumah tangga yang datang berbelanja.

Hubungan yang awalnya sekadar pelanggan dan pemilik toko perlahan berubah menjadi kedekatan.

“Kalau sudah akrab, baru dia mulai menawarkan investasi emas,” ujar Ana.

Modusnya beragam. Kepada sebagian orang, H. mengaku membutuhkan emas untuk mengejar target kerja di Pegadaian. Kepada yang lain, ia mengatakan sedang mengalami kekurangan atau minus dalam pekerjaannya.

Tak jarang ia meminta korban meminjamkan emas mereka untuk sementara waktu.

“Katanya cuma sebentar, nanti dikembalikan lagi. Karena sudah percaya, banyak yang akhirnya menyerahkan emas,” kata Ana.

Status H. sebagai guru juga membuat warga semakin yakin.

“Dia dikenal guru, jadi orang makin percaya,” ungkapnya.

Namun kepercayaan itu akhirnya berujung pada kerugian besar bagi puluhan perempuan. Sumiati, salah satu korban lain, duduk tak jauh dari Ana. Ia mengaku mengalami kerugian hingga sekitar Rp 1 miliar.

Bagi Sumiati, kerugian itu bukan hanya soal uang. Tapi juga soal rasa percaya yang berubah menjadi tekanan.

“Semua itu karena saya percaya sama dia,” katanya.

Ia bercerita bahwa emas yang diserahkan kepada H. tidak semuanya miliknya sendiri. Sebagian adalah titipan dari beberapa orang yang ia kumpulkan.

“Itu bertahap. Ada milik saya, ada milik orang lain yang saya kumpulkan,” ujarnya.

Masalah semakin berat ketika emas tersebut digadaikan atas namanya. Saat jatuh tempo, pihak Pegadaian mendesak agar ia segera menebus.

Jika tidak, emas tersebut terancam dilelang dan bunga pinjaman terus bertambah.

“Saya waktu itu benar-benar tertekan,” kata Sumiati.

Agar emas tidak dilelang, ia mengambil keputusan besar, menjual sawah miliknya.

“Saya jual tanah untuk menebus emas itu. Selain itu juga pinjam uang dari orang-orang,” tuturnya dengan suara pelan.

Kini, setelah semuanya terjadi, Sumiati hanya berharap hartanya kembali.

Selama tiga hari terakhir, ia menjadi salah satu yang paling sering terlihat di depan kantor Pegadaian. Pada hari pertama aksi, ia pulang setelah berbuka puasa. Namun pada hari kedua, ia memutuskan bertahan.

“Kami dengar kantornya buka sampai malam. Jadi kami menginap di sini,” katanya.

Koordinator korban, Mansur F, mengatakan pihaknya sebenarnya telah menerima informasi bahwa perwakilan Pegadaian wilayah Jawa Timur akan menemui mereka pada Rabu (11/3/2026).

Namun para korban berharap pertemuan itu bisa dipercepat.

“Kami ingin dipercepat, tapi sampai sekarang belum ada kepastian,” ujar Mansur.

Bagi mereka, ucap Mansur, menunggu di emperan kantor itu mungkin melelahkan. Namun pulang tanpa kejelasan, terasa jauh lebih menyakitkan.

Tags: BUMNEmasInvestasiInvestasi bodongPalengaanPamekasanPegadaian
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Kriminal
    • Ekonomi
    • Agama
    • Kesehatan
  • Olahraga
    • Bola
  • Plesir
    • Budaya
    • Gaya
    • Kulinari
  • Daras
  • Editorial

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version